Analisis Produktivitas Pengangukautan Kayu dengan Menggunakan Metode Tebang Bayang di Estate Cerenti, PT. Riau Andalan Pulp and Paper
Kata Kunci:
Produktivitas, tebang bayang, pengangkutan kayuAbstrak
Produktivitas pengangkutan kayu merupakan indikator penting dalam efisiensi pemanenan hutan tanaman industri. Salah satu teknik yang digunakan untuk memperlancar pengangkutan adalah metode tebang bayang, yakni penebangan pohon di sisi kiri dan kanan jalan angkutan untuk mempercepat pengeringan jalan dan mengurangi hambatan saat truk melintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan produktivitas pengangkutan kayu antara areal yang menggunakan metode tebang bayang dan yang tidak. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2021 di Estate Cerenti, PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Data dikumpulkan dari 80 truk (40 dari area tebang bayang dan 40 dari area non tebang bayang) dan dianalisis menggunakan uji-t dua sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas pengangkutan pada areal tebang bayang adalah 12,23 m³/jam, sedangkan non-tebang bayang adalah 10,70 m³/jam, dengan t-hitung 3,789 > t-tabel 1,9908. Disimpulkan bahwa metode tebang bayang secara signifikan meningkatkan produktivitas pengangkutan kayu.
Referensi
Lestari, B. D. (2019). Analisis Biaya dan Produktivitas Pengangkutan Kayu Menggunakan Dua Jenis Truk di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Sektor Aek Nauli, Provinsi Sumatera Utara.
Muhdi, Lestari, B. D., Hanafiah, D. S., Sahar, A., & Zaitunah, A. (2021). Timber transportation using two types of trucks in industrial plantation forests, North Sumatra, Indonesia. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1122(1), 012005. https://doi.org/10.1088/1757-899x/1122/1/012005.
Naufal, M. R., & Komara Rofai, N. A. (2024). Analisis Perbandingan Jamaah Umrah Berdasarkan Jenis Kelamin Menggunakan Independent Sample T-Test. 111–118.
Pemerintah Republik Indonesia. (1990). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1990 tentang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Sari, S. (2011). Kurva Tinggi Pohon Tegakan Mangium (Studi Kasus Di Iuphhk-Ht Pt. Hutan Rindang Banua Kalimantan Selatan).
Siburian, S. N. (2007). Analisis Biaya Pengangkutan Kayu Dengan Truk Di Hphti Pt. Toba Pulp Lestari, Tbk, Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Skripsi.
Suhartana, S., & Yuniawati. (2008). Penggunaan Peralatan Pemanenan Kayu Yang Efisien Pada Perusahaan Hutan Tanaman Di Kalimantan Selatan (The Use Of Efficient Logging Equipment At A Timber Estate Company In South Kalimantan). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 26(3), 243–252. https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.3.243-252.
Wirdani, M., Cepriadi, & Kausar. (2023). Analisis Konflik Hutan Tanaman Industri (Studi Kasus Konflik Masyarakat Desa Kota Garo Dengan Pt. Arara Abadi Di Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 10(1), 278. https://doi.org/10.25157/jimag.v10i1.8894.
Yuniawati, Dulsalam, Idris, M. M., Suhartana, S., & Sukardayati. (2015). Alat Bantu Truk Angkutan Kayu Untuk Mengurangi Selip Roda Pada Jalan Hutan Tanpa Perkerasan (Auxiliary Tools of Log Hauling Truck to Reduce Slipped Wheel on Soil Road Without Paving). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(4), 387–395.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


