Pengaruh Macam Pupuk Hijau dan Pupuk Hayati serta Dosisnya terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Utama

Penulis

  • Dilan Prasetyawan Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Retni Mardu Hartati Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Pauliz Budi Hastuti Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

bibit kelapa sawit, Pupuk Hijau, pupuk hayati, Mucuna bracteata, main nursery

Abstrak

Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery. Penelitian dilakukan di KP2, Desa Wedomartani, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada tanggal 16 Maret 2025 – 16 Juni 2025 selama 14 minggu. Penelitian ini memakai rancangan faktorial yang di susun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang mencakup 2 faktor. Faktor pertama merupakan jenis pupuk hijau dan hayati: Daun Lamtoro, Mucuna bracteata, dan Mikoriza. Faktor kedua adalah dosis pupuk: 10 g, 30 g, dan 50 g, setiap kombinasi diulang sebanyak 4 kali. Data hasil penelitian dianalisis dengan memakai sidik ragam (Anova) pada jenjang nyata 5%, dan apabila terdapat perbedaan nyata dilaksanakan uji DMRT pada jenjang 5%. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat interaksi nyata antara jenis dan dosis pupuk terhadap parameter berat kering tajuk. Kombinasi pupuk hijau Mucuna bracteata dengan dosis 50 g memberikan hasil terbaik pada parameter tersebut. Jenis pupuk Mucuna bracteata menunjukkan pertumbuhan yang lebih unggul dibandingkan jenis pupuk lainnya, terutama pada berat segar tajuk (56,46 g), berat kering tajuk (20,76 g), berat segar akar (41,51 g), serta berat kering akar (10,62 g). Dosis pupuk 30 g/polybag merupakan dosis optimal yang memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, serta berat segar akar, tanpa menyebabkan kelebihan hara. Dengan demikian, pupuk hijau Mucuna bracteata, terutama pada dosis 30–50 g, direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pembibitan utama.

Referensi

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of Crop Plants. Iowa State University Press.

Gunawan, R., Siregar, A., & Yusuf, M. (2019). Efektivitas pupuk hijau terhadap pertumbuhan tanaman perkebunan. Jurnal Agronomi Tropika, 7(2), 45–56.

Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo.

Manurung, H., Putra, D., & Siregar, B. (2020). Efektivitas mikoriza dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit. Jurnal Biologi Tanaman, 10(2), 67–79.

Nasution, M., Sari, P., & Syahputra, D. (2020). Peran pupuk hayati dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 6(2), 34–49.

Putra, A., Suryadi, T., & Lestari, N. (2021). Optimalisasi media tanam dalam pembibitan kelapa sawit. Jurnal Agroteknologi Tropika, 10(2), 88–96.

Rahmawati, E., Suryani, T., & Hartati, R. (2022). Peranan unsur hara dalam pembibitan kelapa sawit. Jurnal Tanah Dan Lingkungan, 24(1), 67–78.

Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., & Nugroho, S. G. (2006). Pupuk Organik dan Pemanfaatannya. Balai Penelitian Tanah.

Sipayung, D. (2018). Panduan Praktis Pembibitan Kelapa Sawit. Penerbit Agronusa.

Yuliana, S., Pramono, H., & Nugrahani, A. (2020). Peranan mikroorganisme tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 22(1), 55–64.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-27

Cara Mengutip

Prasetyawan, D., Hartati, R. M., & Hastuti, P. B. (2025). Pengaruh Macam Pupuk Hijau dan Pupuk Hayati serta Dosisnya terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Utama. AGROFORETECH, 3(2), 958–963. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1998

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>