Pengaruh Aplikasi Macam Pupuk Hayati pada Beberapa Dosis terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre Nursery
Kata Kunci:
pupuk hayati, bioneensis, bibit kelapa sawitAbstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisis pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery yang dipengaruhi oleh dosis dan jenis pupuk hayati. Lokasi pelaksanaan penelitian ini yaitu di KP2 (Kebun Pendidikan dan Penelitian) Desa Maguwoharjo, Kec.Depok, Kab.Sleman, D.I. Yogyakarta, yang berlangsung mulai bulan Maret hingga Mei 2024. Adapun metode penelitian mengimplementasikan RAL (Rancangan Acak Lengkap) berbasis faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis pupuk hayati (bioneensis dan activator) dan dosis pupuk hayati dibuat 4 aras (kontrol; 50; 75; 100 ml) setiap tanaman. Terdapat lima kali pengulangan untuk setiap kombinasi dan jumlah tanaman yang diperlukan sebanyak 40 tanaman. Selanjutnya metode untuk menganalisis data penelitian berupa uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) apabila didapati perbedaan secara nyata dari hasil uji sidik ragam taraf 5%. Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang dilakukan diperoleh setiap parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery tidak terpengaruh oleh dosis dan jenis pupuk hayati secara signifikan. Selain itu, juga diperoleh adanya pengaruh serupa terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit akibat pemberian pupuk activator dan bioneensis. Namun pemberian pupuk hayati dengan dosis 100 ml bisa mendorong pertumbuhan panjang akar bibit kelapa sawit di pre-nursery.
Referensi
Andika, D., Setyawati, R., & Putra, D. P. (2024). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineenis Jacq.) Di Pre Nursery Terhadap Pemberian Berbagai Dosis Kompos Ampas Tahu Dan Volume Air. Agroforetech, 2(3), 1385–1390.
BPS. (2023, April 22). Data Luas Perkebunan Kelapa Sawit Di Indonesia Pada 2022 - 2023. Badan Pusat Statistik.
Hakim, M., Adiwijaya, Moch. S., & Darwis, T. (2018). “Praktik Pertanian Yang Baik : Kelapa Sawit” (1st Ed., Vol. 1). Institut Informatika Nasional (Nii).
Isminarni, Wedhastri, Widada, & Purwanto. (2007). Penambatan Nitrogen Dan Penghasilan Indol Asam Asetat Oleh Isolat-Isolat Azotobacter Pada Ph Rendah Dan Aluminium Tinggi. Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 7(1), 23–30.
Pratama, N. R., Indriyani, & Lisani. (2024). Pengaruh Natrium Hidroksida (Naoh) Terhadap Mutu Fisik Kemasan Dari Limbah Kulit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.). Universitas Jambi, 1(1), 2024.
Rahmi. (2014). Study Of Effectiveness Of Microbial Azotobacter Sp. As Plant Growth Promoting Of Cocoa (Theobroma Cacao L.). Jurnal Galung Tropika, 3(2), 44–53.
Saragih, S. A. (2023). Ekologi Mikroba Tanah: Dampaknya Pada Kesehatan Tanaman Dan Keberlanjutan Pertanian. Publikauma, 1(1), 1–7.
Sarwandy, Rohmayati, S. M., & Andayani, N. (2017). Pertumbuhan Beberapa Varietas Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery Pada Beberapa Jenis Tanah. Agromast, 2(2), 1–12.
Sinulingga, E. S. R., Ginting, J., & Sabrina, T. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Cair Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery. 3(3), 1219–1225.
Sondang, Y., Muflihayati, Anty, K., & Siregar, R. (2023). Kompatibilitas Beberapa Spesies Bacillus Sebagai Bioaktivator Pupuk Organik Hayati. Agroteknologi, 13(2), 53–60.
Sriwahyuni, P., & Parmila, P. (2019). Peran Bioteknologi Dalam Pembuatan Pupuk Hayati. Agricultural Journal, 2(1), 46–57.
Subandi, M., Hasani, S., & Satriawan, W. (2017). Efisiensi Pupuk Nitrogen Dan Fosfor Dengan Penambahan Pupuk Hayati Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Varietas Pertiwi-3. Jurnal Istek, 10(1), 206–226.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


