Status Kesehatan dan Pertumbuhan Tegakan Sengon (Falcataria mollucana) di Hutan Rakyat Kabupaten Sleman
Kata Kunci:
kesehatan, Pertumbuhan, SengonAbstrak
Beberapa hutan rakyat di daerah jawa tumbuh di lahan dengan status kepemilikan oleh warga, pembudidayaan hutan rakyat begitu intim dengan program pemerintahan terkhususnya penghijauan serta tujuan berkembangnya hutan rakyat ialah guna membesar produktivitas areal rusak, mereparasi tata air, lingkungan serta menolong warga untuk menyediakan bahan kayu bangunan, komposisi utama alat rumah tangga serta kegunaan kayu bakar lalu Sengon merupakan tumbuhan yang pertumbuhannya relatif cepat, sehingga waktu panen sangat singkat. Tetapi pertumbuhan sengon yang tumbuh di bukit sering terganggu, lalu apabila masuk ke musim panas panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis gangguan pada tegakan, menganalisa kondisi kesehatan tegakan dan mengetahui keseragaman distribusi pertumbuhan dari Sengon (Falcataria mollucana.) dengan luasan 646 m² di hutan rakyat Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Desember 2024-Januari 2025. Plot pengamatan menggunakan IS 100% atau dilakukan secara sensus. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan terdapat 204 pohon sengon dengan rata-rata diameter 34 cm dan tinggi pohon rata-rata 18 cm. Pada hasil penelitian juga diketahui jenis gangguan pada tegakan sengon didominasi serangan biofisik dan serangan alam. Persentase pada tegakan sengon untuk pohon yang sehat adalah 90%, pohon yang tidak sehat 3% dan pohon yang mati 7% dengan frekuensi serangan adalah 8,86%, Nilai CV sengon untuk tinggi ialah 18% yang dapat disimpulkan bahwa tegakan sengon adalah Homogen dan untuk keliling dan diameter 36% yang berarti diameter tegakan sengon adalah Heterogen
Referensi
H., K., E., V., M.H., K., & M., K. (2011). Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen: Ekologi, silvikultur dan produktivitas. Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen: Ekologi, Silvikultur Dan Produktivitas. https://doi.org/10.17528/cifor/003482
Haikal, F. F., Safe’i, R., & Darmawan, A. (2020). IMPORTANCE OF MONITORING OF FOREST HEALTH IN MANAGEMENT OF COMMUNITY FORESTS (Case Study of HKM Beringin Jaya managed by KTH Lestari Jaya 8). Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 4(1), 31–43. https://doi.org/10.30598/jhppk.2020.4.1.31
Manurung, B., Prijono, A., Woesono, H. B., Kehutanan, P. S., Kehutanan, F., & Tepus, K. (2023). Studi Monitoring Kesehatan Pohon Di. XX.
Nakita, C., & Najicha, F. U. (2022). Pengaruh Deforestasi dan Upaya Menjaga Kelestarian Hutan di Indonesia. Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum Dan Keadilan, 6(1), 92–103. https://doi.org/10.35308/jic.v6i1.4656
Prana, N. P. ., Safe’i, R., & Tsani, M. . (2024). Analisis Tingkat Kerusakan Pohon Di Ruang Terbuka Hijau Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Sylva Scienteae, 07(1), 39–46.
Safe’i, R. (2021). TINGKAT KESEHATAN HUTAN MANGROVE DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PERUBAHAN IKLIM (Studi Kasus Mangrove Pesisir Timur Kabupaten Lampung Timur). Jurnal Hutan Tropis, 9(3), 325. https://doi.org/10.20527/jht.v9i3.12333
Safe’i, R., Kaskoyo, H., Darmawan, A., & Indriani, Y. (2020). Kajian Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Konservasi. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 4(2), 70. https://doi.org/10.32522/ujht.v4i2.4323
Sulfi. (2012). Pengamatan Hama Perusak Daun Semai Meranti Pakik (Shorea seminis) Di persemaian Balai Diklat Kehutanan Samarinda. Samarinda: Fakultas Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Suprapto, E. (2010). Hutan rakyat: Aspek produksi, ekologi, dan kelembagaan. Seminar Nasional Kontribusi Pengurangan Emisi Karbon Dari Kawasan Hutan Yang Dikelola Masyarakat Secara Lestari Dan Berkelanjutan, 1–8.
Undang-undang (UU) No. 41. (1999). Kehutanan. Indonesia, Pemerintah Pusat: Peraturan Perundang undangan.
Warisno, & Dahana, K. (2009). Investasi Sengon. Jakarta:PT.Gramedia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


