Pengaruh Persentase Pokok Androgen dan Mantled terhadap Pencapaian Yield/ha Panen Perdana
Kata Kunci:
Kelapa Sawit, Androgen, Mantled, Dami Mas, RametAbstrak
Abnormalitas atau bentuk dari mutasi genetik berupa perkembangan primordial stamen menjadi suatu bentuk jaringan, seperti buah mantel dan androgen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pokok dengan buah androgen dan mantel pada tanaman yang berasal dari bibit Ramet dan Dami Mas terhadap pencapaian yield/ha tanaman kelapa sawit di panen perdana. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kijang Rejo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Setelah melakukan pengamatan dan analisis menggunakan uji independent t-test pada tingkat signifikansi 5%, hasilnya menunjukkan bahwa Ramet menunjukkan munculnya kelainan genetis yaitu pokok androgen sebesar 0,21 % dan mantled sebesar 4,38 %. Varietas Dami Mas tidak menunjukkan kemunculan kelainan genetis pokok androgen sedangkan pokok mantled dijumpai sebesar 1,11 %. Perkiraan produksi pada varietas Dami Mas lebih unggul dibandingkan Ramet pada umur 35, 36 dan 37 BST.
Referensi
Adam, H., Jouannic, S., Escoute, J., Duval, Y., Verdeil, J. L., & Tregear, J. W. (2005). Reproductive developmental complexity in the African oil palm (Elaeis guineensis, Arecaceae). American Journal of Botany, 92(11), 1836–1852. https://doi.org/10.3732/ajb.92.11.1836
Hartanto. (2011). Sukses Besar Budidaya Kelapa Sawit,Penerbit Citra Media Publishing.
Jaligot E, Rival A, Beule T, Dussert, V. J. (2000). Somaclonal variation in oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) : the DNA methylation hypothesis. Plant Cell Rep.
Kamil, N. N., Ong-Abdullah, M., Hashim, A. T., Ishak, Z., Nambiappan, B., & Ismail, A. (2020). Economic feasibility of clonal oil palm planting material. Journal of Oil Palm Research, 32(3), 509–517. https://doi.org/10.21894/jopr.20.
Kiswanto, Purwanta, J. H., & Wijayanto, B. (2008). Teknologi Budidaya Kelapa Sawit. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor, 140.
Kushairi, a, Tarmizi, a H., Zamzuri, I., R, S. K., Ooi, S. E., Palm, M., Board, O., Institusi, N. P., & Bangi, B. B. (2010). Production , Performance and Advances in Oil Palm Tissue Culture 1. International Seminar on Advances in Oil Palm Tissue Culture, 6, 1–23. http://www.isopb.org/docs/P1_Kushairi MPOB.pdf
Lakitan. (2002). Dasar-dasar Klimatologi Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Rival, A., Ilbert, P., Labeyrie, A. et al. (2013). Variations in genomic DNA methylation during the long-term in vitro proliferation of oil palm embryogenic suspension cultures, Plant Cell(March 2013). https://doi.org/https://doi.org/10.1007/s00299-012-1369-y
Rival. (2000). Embriogenesis somatik pada kelapa sawit, dalam Embruigenesis somatik pada tanaman berkayu. Forestry Sciences, 67.
Mathius T, E. yuniastuti, R. setiamiharja, & karmana (2016). Analisis genotip normal dan abnormal pada klon kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP). E-Journal Menara Perkebunan, 73(1), 12–24. https://doi.org/10.22302/ppbbi.jur.mp.v73i1.159
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


