Pengaruh Perbedaan Lama Perendaman dan Konsentrasi Asam Sulfat Terhadap PerkecamabahanJohar (Cassia Siamea Lamk.)
Kata Kunci:
Perkecambahan, Lama Perendaman, Konsentrasi, Johar (Cassia siamea Lamk.)Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh dari waktu perendaman serta konsentrasi asam sulfat terhadap proses perkecambahan benih johar (Cassia siamea Lamk.) selama 3 minggu. Parameter dalam penelitian ini adalah waktu mulai muncul kecambah, waktu terakhir muncul kecambah, munculnya kecambah terbanyak, waktu batas 80% pertumbuhan kecambah, persentase kecambah dan indeks vigor benih johar. Penelitian ini adalah sebuah percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu lama perendaman yang memiliki 3 aras dan konsentrasi asam sulfat yang memiliki 4 aras menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh bak tabur sebanyak 36 dan setiap bak tabur berisi 50 benih johar dengan total benih sebanyak 1800 benih. Hasil pengamatan menyatakan bahwa kombinasi waktu perendaman dan konsentrasi asam sulfat secara signifikan memengaruhi waktu munculnya kecambah pertama kali, serta jumlah kecambah yang muncul secara maksimal, persentase kecambah dan indeks vigor, sedangkan untuk parameter durasi terakhir muncul kecambah dan waktu batas 80% pertumbuhan kecambah tidak memberikan interaksi nyata. Berdasarkann hasil data yang di dapat, kombinasi waktu dan lama perendaman yang dilakukan selama 15 menit dengan konsentrasi asam sulfat (H2SO4) 85% mempunyai dampak terbaik untuk proses perkecambahan benih johar.
Referensi
Abimanyu, B., Safe, R., Hidayat, W., Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl Ir Sumantri Brojonegoro, J., Meneng, G., Lampung, B., & Korespondensi, P. (2019). Analisis Kerusakan Pohon Di Hutan Kota Stadion Kota Metro Provinsi Lampung Analysis of Tree Damage in the Stadion Urban Forest Metro City Lampung Province. 110, 1–12.
Elfianis, R., Putri, N., & Zam, S. I. (2023). Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Asam Sulfat Terhadap Perkecambahan Benih Delima Merah (Punica granatum L.). Jurnal Agroteknologi, 14(1), 25. https://doi.org/10.24014/ja.v14i1.17481
Hariyati, Zulmaidar, M., & Hasanah, R. (2018). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Spermatophyta Family Fabaceae Di Pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 520–524.
Ningrum, L. W. (2020). Pemantauan Pohon Beresiko Patah / Tumbang di Sepanjang Pagar Utara Kebun Raya Purwodadi. Prosiding Seminar Nasional Biologi Di Era Pandemi COVID-19, September, 243–252.
Pertiwi, D., Safe, R., & Kaskoyo, H. (2019). Identifikasi Kondisi Kerusakan Pohon Menggunakan Metode Forest Health Monitoring Di Tahura War Provinsi Lampung. Jurnal Perennial, 15(1), 1–7. http://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial
Suharnantono, H. (2011). Monitoring Dan Evaluasi Jenis Tanaman Rimba Eksotis. KPH Kendal.
Sutarman. (2017). Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tanaman. Umsida Press, 115. http://eprints.umsida.ac.id/4208/1/Buku Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tanaman.pdf
Sutopo, L. (2004). Teknologi Benih. PT. Raja Grafindo Persada.
Tanjung, S. A., Lahay, R. R., & Mariati. (2017). Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman asam sulfat terhadap perkecambahan biji aren (Arenga pinnata Merr.). Jurnal Agroteknologi FP USU, 5(2), 396–408.
Widajati, Eny, Muniarti, E., Palupi, E. R., & Kartika, T. (2013). Dasar Ilmu Dan Teknologi Benih. IPB Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


