Potensi Pengembangan Kerajinan Bambu sebagai Sumber Ekonomi di Desa Hargomulyo, Kec. Gedangsari, Kab. Gunung Kidul
Kata Kunci:
HHBK, Industri Kerajinan Bambu , Sumber PendapatanAbstrak
Industri kerajinan bambu adalah salah satu industri HHBK yang sangat berkembang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan industri bambu yang ada di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari dan usaha, upaya masyarakat dalam pemanfaatan bambu serta mengetahui nilai potensi produk pengolahan bambu di Desa Hargomulyo. Metode yang dilakukan penelitian ini yaitu dengan wawancara kepada pengrajin yang ada di Desa Hargomulyo dengan cara sensus. Wawancara dilakukan sesuai dengan pertanyaan yang sudah disusun oleh peneliti pada kuesioner penelitian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari memiliki potensi pengembangan industri bambu karena pengrajin bambu di Desa Hargomulyo tersebar merata di 12 padukuhan dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 165 tenaga kerja. Usaha dan upaya masyarakat dalam pemanfaatan bambu di Desa Hargomulyo, kecamatan Gedangsari, dilakukan dengan membuat kerajinan bambu meliputi produk kerajinan tambir, encek, keranjang, tenggok, mebel, miniatur dan kuda lumping. Desa Hargomulyo memiliki nilai potensi produk pengolahan bambu sebesar Rp. 27.715.000,00, sehingga berpotensi memberikan sumber pendapatan warga Desa Hargomulyo.
Referensi
Arhamsyah, A. (2009). Pengolahan Bambu Dan Pemanfaatannya Dalam Usaha Pengembangan Industri Kecil Menengah Dan Kerajinan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 1(2), 30. https://doi.org/10.24111/jrihh.v1i2.889
Effendi Arsad. (2015). The Technology Process and Used of Bamboo. The Technology Process and Used of Bamboo, 7(3), 5129–5145.
Hidayat, R.-. (2019). Sejuta Bambu Untuk Indonesiaku Socio-Ecopreuneur Untuk Mensejahterakan Pengrajin Bambu Di Desa Hargomulyo, Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta Dalam Momentum Masyarakat Ekonomi Asean( Mea). Jurnal Pengabdian Barelang, 1(01), 16–20. https://doi.org/10.33884/jpb.v1i01.959
Hotimah, H., & Latifah, S. (2018). Identifikasi dan Nilai Potensial ( Bambusa sp ) di KHDTK Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Mataram repository, 1–15.
Malihah, N., & Achiria, S. (2019). Peran Ekonomi Kreatif Dalam Pemberdayaan Industri Kerajinan Bambu. Maqdis : Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 4(1), 69. https://doi.org/10.15548/maqdis.v4i1.212
Muzakki, N. (2020). Makalah Wawancara (hal. 9–12). https://www.academia.edu/ 28565555/MAKALAH_WAWANCARA_PEKERJAAN
Pratiwi, A. R., Ustriyana, I. N. G., & Djelantik, A. A. . W. S. (2018). Analisis Potensi Ketersediaan Tanaman Bambu dan Pemasaran Kerajinan Bambu di Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Jurnal Agribisnis dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism), 7(3), 405. https://doi.org/10.24843/jaa.2018.v07.i03.p10
Satria, A. (2020). Pemasaran Hasil Hutan Hasil Hutan Bukan Kayu (Bambu). 2020.
Sumarwiyanto. (2019). Kecamatan Gedangsari dalam Angka 2019. 87.
Tang, Muh., Adam Malik, A. H. (2019). Pemnfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBKK) Bambu OLeh Masyarakat Terasing (SUku Leude) di Desa Anggasan Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Jurnal Warta rimba, 7(2), 19–26.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


