Peran Penyuluh Pertanian terhadap Kemajuan Kelompok Wanita Tani Menur Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta
Kata Kunci:
Penyuluh Pertanian, Kelompok Wanita Tani MenurAbstrak
Pertanian telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia sejak zaman prasejarah. Selama ribuan tahun, sektor pertanian telah berperan sebagai tulang punggung kehidupan manusia. Peran penyuluh dalam menjembatani informasi dari lembaga penelitian dan sumber-sumber teknologi lain kepada petani memiliki signifikansi yang penting. Tugas penyuluh melibatkan penyampaian temuan lembaga penelitian kepada petani serta informasi mengenai program kerja pemerintah yang dapat diakses oleh mereka. Salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah melalui Kelompok Wanita Tani. Tujuan pembentukan Kelompok Wanita Tani adalah untuk meningkatkan kemampuan petani dan keluarganya sebagai subjek pembangunan pertanian. Pendekatan kelompok diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan, memungkinkan peran aktif petani dalam upaya pengembangan. Kelompok Wanita Tani diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada perempuan di desa untuk mengoptimalkan keterampilan mereka dalam pengolahan lahan pertanian. Melalui kegiatan yang diorganisasikan oleh Kelompok Wanita Tani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja menggunakan metode purposive. Lokasi pada penelitian ini adalah di Desa Ngepung Bunder Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta. Dalam penelitian ini peneliti menentukan informan/sampel pada penelitian ini adalah dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sensus dengan jumlah informan sebanyak 23 orang anggota kelompok wanita tani Menur dan 4 orang penyuluh. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) Peran penyuluh terhadap kemajuan kelompok wanita tani menur dilihat dari peran penyuluh sebagai fasilitator dan edukator.; 2) Kendala dalam memajukan kelompok wanita tani menur berupa saluran irigasi, kemasan produk, keaktifan anggota Kelompok Wanita Tani Menur, dan alat pertanian, biaya dan cuaca.
Referensi
Susilowati, dkk. (2022). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Upaya Menumbuhkan Minat Wirausaha. AMMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(02), 36–42.
Soekanto, S. 2002. Teori Peranan, Bumi Aksara, Jakarta.
Santoso, dkk 2002. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi Dengan SPSS. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Agrotechnology, Agribusiness, Forestry, and Technology: Jurnal Mahasiswa Instiper (AGROFORETECH)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


