Efektivitas Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul

Penulis

  • Prosi Putra Maduwu Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Ismiasih Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Siwi Istiana Dinarti Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Penyuluh Pertanian, Efektivitas, Desa Trimulyo

Abstrak

Indonesia, sebagai negara agraris, memiliki sebagian besar penduduk yang bekerja di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 38,7 juta orang bekerja di sektor ini, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional. Pentingnya pertanian bagi kesejahteraan bangsa mendorong perlunya pembangunan sektor ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitas produksi. Penyuluhan pertanian menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode penyuluhan pertanian di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 30 responden dari enam kelompok tani. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, sementara data sekunder diperoleh dari kajian pustaka. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Variabel yang diukur meliputi penyuluhan pertanian, efektivitas, dan ketepatan sasaran program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Efektivitas dinilai dari hasil yang dicapai dengan sumber daya yang ada, menggunakan rating scale atau skala bertingkat. Skor yang didapat menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian di Desa Trimulyo cukup efektif, dengan potensi peningkatan lebih lanjut melalui peningkatan keterlibatan aktif petani dan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah.

Referensi

Anam, M. S. (2022). Peran Penyuluhan Pertanian Dalam Memberdayakan Kelompk Tani Hortikultura Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Ayub, A., Noorachmat, B. P., & Purwanto, M. Y. J. (2021). Analisis Alih Fungsi Lahan Sawah Dan Keterkaitanya Dengan Nilai Tukar Petani (Ntp) Di Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 9(1), 57–65.

Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Tingkat Kemiskinan Berhasil Ditahan, Rasio Gini Menurun. Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Publik Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan. https://fiskal.kemenkeu.go.id/publikasi/siaran-pers-detil/459#:~:text=Jakarta%2C 16 Januari 2023 – Tingkat,2021 (9%2C71%25).

Faisal, H. N. (2020). Peran Penyuluhan Pertanian Sebagai Upaya Peningkatan Peran Kelompok Tani (Studi Kasus di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungangung). Jurnal Agribis, 6(1).

Mamik, D. (2015). Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Jawara.

Mardiasmo, M. B. A. (2021). Akuntansi sektor publik-edisi terbaru. Penerbit Andi.

Nursyamsi. (2022). Data statistik SDM penyuluhan pertanian tahun 2022. Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, 364.

Rianto Gultom. (2021). Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit Di Dusun I Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Institut Pertanian stiper yogyakarta.

Singarimbun, M., & Efendi. (1995). Metode Penelitian Survey. PT. Pustaka LP3ES.

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung, 225(87), 48–61.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-19

Cara Mengutip

Maduwu, P. P., Ismiasih, & Dinarti, S. I. (2024). Efektivitas Metode Penyuluhan Pertanian di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. AGROFORETECH, 2(2), 715–720. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1362

Terbitan

Bagian

Agribisnis

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>