Produktivitas Komoditi Kopi di Desa Simpang Gunung Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo Sumatera Utara
Kata Kunci:
Tanaman Kopi, Produktivitas, Ketinggian LahanAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kopi di Desa Simpang Gunung Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan selesai di Desa Simpang Gunung Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Sumatera Utara. Lokasi penelitian ini sengaja dipilih karena Desa Simpang Gunung di Kecamatan Tigabinanga memiliki produksi kopi terbesar di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Desa Simpang Gunung merupakan salah satu sentra kopi yang memiliki luas lahan, produksi dan jumlah petani terbesar di Kecamatan Tigabinanga. Teknik penelitian yang digunakan adalah metode survei yaitu mengambil sebagian dari jumlah petani kopi yang ada di Desa Simpang Gunung yang terbagi dalam tiga lokasi ketinggian yaitu antara 100-200 m dpl, 200-300 m dpl, dan 300-400 m dpl. Peneliti hanya mengambil sebanyak 30 petani kopi yang dipilih secara acak dengan rincian sebanyak 10 orang pada ketinggian 100-200 mdpl, 10 orang pada ketinggian 200-300 mdpl dan 10 orang pada ketinggian 300-400 mdpl.
Data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang diberikan kepada petani kopi di Desa Simpang Gunung, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo Sumatera Utara. Data sekunder diperoleh dari lembaga/instansi terkait, seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian/Dinas Perkebunan, jurnal, buku, dan media internet yang sesuai dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data dan penelitian tanaman kopi di Desa Simpang Gunung Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo yang ditanam di lahan dengan ketinggian 300-400 mdpl memiliki produktivitas yang tertinggi dengan rata-rata produksi hasil panen kopi per hektarnya sebesar 5.802,99 Kg, diikuti pada lokasi ketinggian 200-300 mdpl dengan rata-rata produksi hasil panen kopi per hektarnya sebesar 5.157,38 Kg, dan untuk lokasi ketinggian 100-200 mdpl dengan rata-rata produksi hasil panen kopi per hektarnya sebesar 5.053,18 Kg.
Referensi
Anonim. 1991. Budidaya Tanaman Kopi. Yogyakarta. Penerbit Kanisius
Budihardjo, Kadarwati dan Wan Mutiara Fahmi. 2020. Strategi Peningkatan Produksi Kopi Robusta (Coffea L.). di Desa Pentingsari, Kecamatan Cangkirangan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, Vol 7(2) : 373 – 379.
Budiman, H. 2012. Prospek Tinggi Bertanam Kopi Pedoman Meningkatkan Kualitas Perkebunan Kopi. Yogyakarta: Pustaka Press.
Direktorat Tanaman Rempah dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan.2012. Konsep dan Strategi Kebijakan Pengembangan Perkebunan Kopi di Indonesia. Dalam http://www.litbang.pertanian.go.id/artikel/373/pdf/Konsep%20dan%20Strategi%20Kebijakan%20Pengembangan%20Perkebunan%20Kopi% 20di%20Indonesia.pdf (Online). Diakses pada tanggal 20 Desember 2020
Martauli, Elvin Desi. 2018. Analisis Produksi Kopi Indonesia. Jurnal Agribisnis. Vol 2: 4.
Panggabean, Edy. 2011. Buku Pintar Kopi. Jakarta Selatan: PT Agro Media Pustaka.
Sugiyono, 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta
Suwarto, Y., Octavianty, Dan S. Hermawati., 2014, Top 15 Tanaman Perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Yulius Feri, Handy Supriadi, Meynarti Sari Dewi Ibrahim, 2015, Teknologi Budi Dayakopi Aplikasi Pada Perkebunan Rakyat, Jakarta: IAARD Press
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


