Pengaruh Intensitas Cahaya dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pre Nursery

Penulis

  • Gerry Christian Sihombing Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia
  • Ety Rosa Setyawati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia
  • Betti Yuniasih Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia

Kata Kunci:

Frekuensi Penyiraman, Intensitas Cahaya, Pre nursery

Abstrak

Pada pembibitan awal kelapa sawit, kecukupan cahaya dan air menjadi bagian dari kondisi tumbuh yang perlu dikelola karena keduanya berkaitan dengan aktivitas fisiologis bibit. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara  perlakuan intensitas cahaya dan frekuensi penyiraman, sekaligus menilai pengaruh masing-masing faktor terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) fase pre nursery. Percobaan berlangsung pada Mei–Agustus 2026 di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2), Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah Split Plot Design. Petak utama berupa empat kondisi cahaya, yaitu tanpa naungan serta naungan 40%, 60%, dan 80%, sedangkan anak petak berupa interval pemberian air dua kali sehari, satu kali sehari, dua hari sekali, dan tiga hari sekali. Enam belas kombinasi perlakuan diulang empat kali sehingga jumlah bibit yang diamati sebanyak 64 tanaman. Data diuji dengan ANOVA pada taraf 5% dan, jika menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan menggunakan DMRT 5%. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kedua faktor tidak berinteraksi nyata pada seluruh variabel pengamatan. Tingkat intensitas cahaya secara tunggal juga tidak menimbulkan perbedaan nyata. Pengaruh frekuensi penyiraman hanya terdeteksi pada jumlah daun, volume akar, dan berat kering akar, sedangkan variabel pertumbuhan lainnya tidak berbeda nyata.

Referensi

Apriyan, B. W., Parwati, W. D. U., & Mawandha, H. G. (2024). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery pada Kondisi Cekaman Kekeringan. Jurnal Agroforetech INSTIPER, 2, 574–578.

Ariyanti, M., Dewi, I. R., Maxiselly, Y., & Chandra, Y. A. (2018). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Dengan Komposisi Media Tanam dan Interval Penyiraman Yang Berbeda. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 26(1), 11–22.

Azis, S., Rohmiyati, S. M., & Noviana, G. (2024). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Pre Nursery terhadap Volume Air Siraman pada Media Tanam Campuran Pasir dan Lempung. Jurnal Agroforetech, 2(4), 1700–1705.

BPS. (2025). Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia (Vol. 1). BPS-Statistics Indonesia.

Febianto, A. W., Hartati, R. M., & Rohmiyati, S. M. (2023). Pengaruh Volume Penyiraman dan Komposisi Media (Gambut dan Tanah Pasir Pantai) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. In Repository Institut Pertanian Stiper. Instiper Yogyakarta.

Kurniawan, H., Yuniasih, B., & Mu’in, A. (2023). Pengaruh Macam dan Ketebalan Mulsa terhadap Pertumbuhan Gulma dan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal Agroforetech INSTIPER, 1, 1633–1637.

Manurung, G. P., Kusumiyati, & Hamdani, J. S. (2022). Pengaruh interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan adaptasi tiga bawang merah komersial. Jurnal Kultivasi, 21(April), 24–32. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i1.34836

Masria, Rusmayadi, G., & Adriani, D. E. (2025). Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pembibitan Pre Nursery. AgroGreen, 01(02), 126–137.

Nugroho, C. A., & Setiawan, A. W. (2022). Pengaruh Frekuensi Penyiraman dan Volume air terhadap pertumbuhan sawi pakcoy pada media tanam campuran arang sekam dan pupuk kandang. Agrium, 25(1), 12–23.

Nugroho, M. H., Suryanti, S., & Umami, A. (2022). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery pada Kondisi Cekaman Kekeringan dengan Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Mikoriza Vesikula Arbuskula Response to the Growth of Main Nursery Oil Palm Seedling in Drought Stress Condition w. Vegetalika, 11(3), 186–195. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/veg.64783

Rahmawati, N. (2023). Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)Terhadap Pemberian Abu Boiler dan Pupuk Organik Cair (POC) Azolla microphylla di Pembibitan Utama [Universitas Jambi]. In Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. https://repository.unja.ac.id/58567/1/SKRIPSI_NOVIA RAHMAWATI_D1A019012.pdf

Ramadhan, A. I. F., Mu’in, A., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Beberapa Macam Tanaman Legume Cover Crop ( LCC ). Jurnal Agroforetech INSTIPER, 3, 279–284.

Resta, D. A., Wirianata, H., & Yuniasih, B. (2023). Pengaruh Lama Penaungan dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal Agroforetech INSTIPER, 1, 1407–1411.

Wandani, B., Rusmaini, U. K., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh Intensitas Penyinaran dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Agroista, 9(1), 15–20.

Waruwu, F., Simanihuruk, B. W., Prasetyo, & Hermansyah. (2018). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre - Nursery Dengan Komposisi Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Cair Azolla Pinnata Berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 20(1), 7–12.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Sihombing, G. C., Setyawati, E. R., & Yuniasih, B. (2026). Pengaruh Intensitas Cahaya dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pre Nursery . AGROFORETECH, 4(3), 1085–1089. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2818

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>