Pengaruh Macam Bahan Biosaka sebagai Elisitor Organik terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Pre Nursery)

Penulis

  • Nasrul Razi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia
  • Sri Gunawan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Githa Noviana Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Biosaka, Elisitor Organik, kelapa sawit, pre nursery, konsentrasi, pertumbuhan bibit

Abstrak

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak jenis bahan dan kadar Biosaka sebagai elisitor organik terhadap pertumbuhan bibitan kelapa sawit (Elaeis guineensisJacq.) pada tahap pre-nursery, serta menganalisis kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium pada masing-masing formula Biosaka. Penelitian ini dilakukan di Kebun Penelitian dan Pendidikan (KP2) INSTIPER, yang terletak di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama 12 minggu, mulai 02 November 2025 sampai 02 Februari 2026. Penelitian ini menggunakan pengujian faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis bahan Biosaka yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu ekstrak Kirinyuh (Chromolaena odorata L.), Babadotan ( Ageratum conyzoides L.), dan Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth). Faktor kedua adalah kadar Biosaka yang terdiri dari empat tingkatan, yaitu 0 ml/L (kontrol), 2 ml/L, 2,5 ml/L, dan 3 ml/L air. Kombinasi kedua faktor tersebut menghasilkan 12 jenis perlakuan dengan total 72 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati mencakup tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah daun, panjang akar, luasan daun, dan berat biomassa tanaman. Data tersebut dianalisis dengan metode analisis varians (ANOVA) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis bahan dan konsentrasi Biosaka belum berdampak signifikan terhadap parameter pertumbuhan benih kelapa sawit pada tahap pre-nursery. Konsentrasi terbaik 2,5 ml/L dibandingkan dengan konsentrasi lainnya, pada macam bahan berbeda, bahan Kirinyuh menujukkan hasil yang terbaik dibandingkan bahan lainnya, namun keunggulan konsentrasi dan bahan tersebut tidak nyata secara Statistik. Hasil analisi kandungan hara menunjukkan bahwa kadar N pada Biosaka berbahan Babadotan, Kirinyuh dan Sembung Rambat masing-masing sebesar 0,0107%, 0,0133%, dan 0,0110%; kadar P masing-masing sebesar 0,0060%, 0,0030%, dan 0,0013%; serta kadar K masing-masing sebesar 0,0152%, 0,0180, dan 0,0197%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi jenis bahan dan konsentrasi Biosaka yang diuji belum mampu secara nyata meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan bibit selama penelitian lebih dominan dipengaruhi oleh ketersedian unsur hara pada media tanam dibandingkan dengan aplikasi Biosaka.

Referensi

Afrizon. (2017). Pertumbuhan bibit kelapa sawit (elaeis guineensis jacq.) Dengan pemberian pupuk organik dan anorganik. AGRITEPA, 3(2), 95–105.

Anhar, T. M. S., Sitinjak, R. R., Fachrial, E., & Pratomo, B. (2021). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Tahap Pre-Nursery Dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Response To the Growth of Oil Palm Seeds in the Pre- Nursery Stage With the Application of Liquid Organic Fertilizer Kepok Banana Peels. Jurnal Ilmu Pertanian, 24(2), 94–99. https://doi.org/10.30596/agrium.v21i3.2456

Cameron, R. R., Febrianni, A., & Yusticia, S. R. (2024). Insidensi dan Keparahan Penyakit Bercak Daun Disebabkan oleh Curvularia sp. pada Pembibitan Kelapa Sawit di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.25181/jaip.v12i1.3303

Daulay, N. P., Putri, A. A., Ramadani, O. N., Agata, E. V., & Hamid, M. (2025). Analisis Perkembangan Produksi Kelapa Sawit Berdasarkan Luas Lahan dan Jumlah Pabrik Kelapa Sawit ( Studi Pada Kabupaten Rokan Hulu ). Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 11335–11342. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3935

Holifah, S., & Garfansa, M. P. (2025). Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Elisator Biosaka sebagai Perkembangan Pertanian Organik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian, 4(1).

Ndruru, H. S., Telambanua, P. H., Nazara, R. V., & Gulo, S. D. (2024). Pemanfaatan elisitor pada tanaman. Sapta Agrica, 3(1), 39–51.

Nur, A. J., Tantawi, A. R., & Hasibuan, S. (2021). Pengaruh Suara Adzan Terhadap Pertumbuhan, Produksi, dan Kejadian Penyakit pada Tiga Jenis Tanaman Brassicaceae. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 3(September), 158–168. https://doi.org/10.31289/jiperta.v3i2.784

Nurhadi, F., Astuti, Y. T. M., & Ginting, C. (2023). Pengaruh Aplikasi Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk NPK terhadap Pembibitan Kelapa Sawit di Pre Nursery. Agroforetech, 1(September), 1382–1386.

Reflis, Sumartono, E., Arianti, N. N., & Sukiyono, K. (2023). Biosaka Pengembangan Pertanian Organik. Community Development Journal, 4(2), 2939–2945. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/14691%0Ahttp://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/download/14691/11564

Selvia, I. N. (2025). Biosaka Sebagai Elisitor Dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi Untuk Meningkatkan Serapan Nitrogen ( N ) Dan Pertumbuhan Tanaman Pakcoy ( Brassica rapa L .). Best Journal (Biology Education Science & Technology), 8(2), 1551–1557.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Razi, N., Gunawan, S., & Noviana, G. (2026). Pengaruh Macam Bahan Biosaka sebagai Elisitor Organik terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Pre Nursery). AGROFORETECH, 4(3), 1016–1021. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2799

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 > >>