Pengaruh Pemberian Ammonium Sulfat sebagai Adjuvan Herbisida Glifosat dan Selang Waktu Terjadinya Pencucian dalam Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit
Kata Kunci:
ammonium sulfat, adjuvan, Glifosat, Gulma, Selang waktu pencucianAbstrak
Pada derah beriklim tropis cuacanya begitu dinamis dan memiliki curah hujan yang tinggi. Pada musim panas masih sering terjadi hujan yang tidak terduga, sehingga mengakibatkan kurang efektifnya dalam pengandalian gulma menggunakan herbisida glifosat dikarenakan tercuci oleh hujan. Penelitian telah dilakukan di Desa Lubuk Ramo, Kec. Kuantan Mudik, Kab. Kuantan Singingi, Riau, pada bulan Mei sampai Juni 2026. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang teridiri dari 2 faktor dan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang pertama adalah Pemberian ammonium sulfat dari pupuk ZA (Z) dengan 4 aras yaitu: Kosentrasi ammonium sulfat 0% (Z0), Kosentrasi ammonium sulfat 2% (Z1), Kosentrasi ammonium sulfat 3% (Z2), Kosentrasi ammonium sulfat 4% (Z3). Faktor keduanya adalah selang waktu pencucian (C) dengan 3 aras yaitu: Tidak ada pencucian (C0), Pencucian 2 jam setelah aplikasi (C1), Pencucian 4 jam setelah aplikasi (C2). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Apabila ada pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf yang sama. Analisis menggunakan aplikasi SPSS. Parameter yang di amati yaitu tingkat keracunan gulma pada hari ke-3, 6, 9, 12, 19, 26, 33, dan 40 setelah aplikasi. Hasil dari analisi sidikragam menunjukkan tidak terjadinya interaksi antara pemberian ammonium sulfat dengan selang waktu pencucian. Selang waktu pencucian berpengaruh nyata di setiap pengamatan sedangkan selang waktu pencucian perbengaruh nyata pada hari ke-3, 9 dan 12. Pencucian 2 jam setelah aplikasi dapat menurunkan efektifitas herbisida.
Referensi
Arief, A., Yolan, S. K. ., Mubarak, K., Labba, I. P., & Agung, B. (2016). Use of ZA Fertilizer as Inorganic Pesticide to Increase Production and Quality of Tomato and Large Chilli. Jurnal Farmasi, 4(3), 73–82. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jfuinam.v4i3.2227
BPS (2025). Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia (Vol. 1).
Firmani, J. F., Gasque, G. H., Takahashi, C. N., Firmano, L. A., Amorim, E. A., Bovo, R. F., Dalazen, G., & Stol-Moreira, R. (2024). Addition of ammonium sulfate to glyphosate in the desiccation of Urochloa brizantha cv. BRS “Piatã.” Weed Control Journal, 23, 1–8. https://doi.org/10.7824/wcj.2024;23:00857
Khalil, Y., Flower, K., Siddique, K. H. M., & Ward, P. (2018). Effect of crop residues on interception and activity of prosulfocarb, pyroxasulfone, and trifluralin. PLoS ONE, 13(12), 1–19. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0208274
Kilkoda, A. K., Nurmala, T., & Widayat, D. (2015). Pengaruh keberadaan gulma (Ageratum conyzoides dan Boreria alata) terhadap pertumbuhan dan hasil tiga ukuran varietas kedelai (Glycine max L. Merr) pada percobaan pot bertingkat. Kultivasi, 14(2), 1–9. https://doi.org/10.24198/kltv.v14i2.12072
Mirzaei, M., Rastgoo, M., Hajmohammadnia Ghalibaf, K., & Zand, E. (2019). The response of different weed species to glyphosate using ammonium sulfate and hard water. Planta Daninha, 37, 1–9. https://doi.org/10.1590/S0100-83582019370100041
Mukarromah, L., Sembodo, D. R. J., & Sugiatno, S. (2014). Efikasi Herbisida Glifosat Terhadap Gulma Di Lahan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) BELUM MENGHASILKAN. Jurnal Agrotek Tropika, 2(3), 369–374. https://doi.org/10.23960/jat.v2i3.2048
Mustikawati, M., Sembodo, D. R. ., Sanjaya, P., & Pujisiswanto, H. (2020). Pengaruh Penambahan Surfaktan Dan Waktu Turun Hujan Setelah Aplikasi Terhadap Daya Kendali Herbisida Glifosat. Jurnal Agrotek Tropika, 8(3), 461–470.
Tampubolon, K., Purba, E., Hanafiah, D. S., & Basyuni, M. (2018). Sebaran Populasi dan Klasifikasi Resistensi Eleusine indica terhadap Glifosat pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Deli Serdang. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 33(2), 146. https://doi.org/10.20961/carakatani.v33i2.24300
Widhayasa, B. (2023). Alelopati Gulma: Pelepasan Alelokimia dan Kerugiannya terhadap Tanaman Budidaya. Jurnal Agrosainta, 7(1), 13–22. https://doi.org/10.51589/ags.v7i1.3403
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


