Analisis Manfaat Ekologis dari Sistem Agroforestri pada Bentang Alam Karst di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta

Penulis

  • Nasywa Salsabila Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Siman Suwadji Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Rawana Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Agroforestri, Bentang alam karst, Manfaat Ekologi

Abstrak

Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang mengombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman pertanian dalam satu lahan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi dan ekologis. Pada bentang alam karst yang memiliki kondisi tanah dangkal, porositas tinggi, dan keterbatasan ketersediaan air, agroforestri berperan penting dalam menjaga fungsi ekologi melalui peningkatan tutupan lahan, perbaikan mikroklimat, serta penyediaan habitat bagi satwa liar. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2025 di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tanam agroforestri, jenis penyusun agroforestri, dan pengaruh agroforestri terhadap habitat satwa liar pada bentang alam karst di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terhadap 25 responden di masing-masing desa sehingga total responden berjumlah 50 responden, dokumentasi, serta analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua desa menerapkan pola tanam Trees Along Border dengan komponen tanaman berkayu berupa Acacia sp, Falcataria moliccana, Tectona grandis, Annona saquamosa L, Mangifera indica, Nephelium lappaceum, Cocos nucifera, serta tanaman semusim berupa Manihot esculenta, Arachis hypogeae L, dan Pennisetum purpureum. Sistem agroforestri tersebut mendukung keberadaan berbagai fauna, yaitu Hystrix javanica, Tupaia javanica, Macaca fascicularis, Rattus argentiventer, Aves spp, dan Varanus salvator yang berperan sebagai penyebar biji, predator alami, maupun pengendali serangga. Keberadaan vegetasi yang beragam menciptakan habitat yang menyediakan sumber pakan, tempat berlindung, serta mikrohabitat yang mendukung keberlangsungan satwa liar. Dengan demikian, agroforestri pada bentang alam karst tidak hanya berfungsi sebagai sistem produksi pertanian, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian habitat satwa liar.

Referensi

Amin, M., Rachman, I., & Ramlah, S. (2016). Types of Agroforestry and Land Use Orientation in Simoro Village, Gumbasa District, Sigi Regency. Jurnal Warta Rimba, 4(1), 97–104.

Ardini, M., Marsela, A., Mustika, R., Subakti, R., Khairani, S., Suwardi, A. B., Studi, P., & Biologi, P. (2020). The Potential for Agroforestry Development Based on Local Fruit Plant. Jurnal Ilmiah Pertanian, 17(1), 27–34.

Aziza, B., Muntasib, E. K. S. H., & Hermawan, R. (2023). Impact Of Tourism Activity In Ciletuh-Palabuhan Ratu Geopark (CPG), Sukabumi , West Java. Jurnal Media Konservasi, 28(1), 43–50. https://doi.org/10.29244/medkon.28.1.43-50

Cahyadi, A., Marfai, M. A., Nucifera, F., & Rahmadana, A. D. W. (2012). Perencanaan Penggunaan Lahan di kawasan Karst Berbasis Analisis Kemampuan lahan dan pemetaan kawasan Lindung Sumberdaya Air Studi Kasus di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Seminar Nasional Science, Engineering and Technology, 1(1), 1–5.

Dotaniya, M. L., Meena, V. D., Lata, M., Meena, H. P., Asia, S., & Indies, W. (2013). Teak Plantation-A Potential Source of Income Generation. Jurnal Popular Kheti, 3(3), 61–63.

Endrasari, H., & Suryanto, P. (2014). Karakteristik Agroforestri Treea Along Border Pada Variasi Luas Lahan Milik Di Desa NgelaNgeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gung Kidul. Universitas Gajah Mada.

Fadholly, A. (2023). Daun dan Biji Srikaya (Annona squamosa L.) dan Potensinya sebagai Antikanker Leaves. Jurnal Veteriner dan Biomedis, Vol. 1 No., 45–50.

Fauzana, N., Pertiwi, A. A., & Ilmiyah, N. (2021). Kelapa ( Cocos nucifera L .) di Desa Sungai Kupang Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Al-Kawnu, 01(01), 45–56. https://doi.org/10.18592/alkawnu.v1i1.5073

Hadinoto, Sushesti, E., & AR, D. S. (2022). Keanekaragaman Jenis Burung Di Lahan Agroforestri ( Studi Kasus : Lahan Pengembangan Agroforestri Universitas Lancang Kuning ). Jurnal Kehutanan Wahana Forestra, 17(2), 123–134. https://doi.org/10.31849/forestra.v17i2.10055

Hasibuan, M. H. D. M., Tohir, R. K., & Munawaroh, K. (2025). Current Status of Long-Tailed Macaque ( Macaca fascicularis ) on Small Islands in The Southern Sumatra , Indonesia. 26(2), 971–980. https://doi.org/10.13057/biodiv/d260246

Heru, R. D., Susi, A., & Ragil, B. W. (2009). Kajian Sengon( Paraserianthes falcataria ) Sebagai Pohon Bernilai Ekonomi Dan Lingkungan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, Vol. 6 No., 201–208.

Himawan, F. D., Suryanto, P., & Sadono, R. (2024). Hubungan Pola Trees Along Border Dengan Tingkat Kealamian Dalam Sistem Agroforestri Di Banaran, Playen, Gunungkidul [Universitas Gajah Mada]. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/242784#:~:text=menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan tanaman berkayu

Iqbal, M. (2022). 10+ Manfaat Pohon Akasia untuk Lingkungan, Sosial dan Kesehatan. lindungihutan.com. https://lindungihutan.com/blog/manfaat-pohon-akasia/

Iswandaru, A. D., Darmawan, A., & Fitriana, Y. R. (2023). Analisis Keanekaragaman Jenis Dan Status KONSERVASI Burung Pada Agroforestri Berbasis Kopi. Jurnal Hutan Tropis, 11(3).

Khotimah, Y. K., Supardi, S., & Antriyandarti, E. (2019). Pemanfaatan Sumber Daya Pertanian Lahan Kering di Pegunungan Karst Gunungkidul. 3(1), 50–57.

Krishnakumar, B. M; Gupta, B; Ramanujam, E. M; Ganesh, S. R. (2023). Rodent Surveys reveal good insights into the Snake Fauna in an Agro-Pastoral Ecosystem in Southern India. Journal of Biological Studies, 230–240.

Kristanti, D. W., Suryanto, P., & Sadono, R. (2025). Nilai Kealamian Agroforestri Berbasis Pola Trees Along Border Pada Variasi Luas Lahan Dan Fase Perkembangannya Di Bukit Klumprit, Sleman [Universitas Gajah Mada]. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/250172

Maharani1?, E. T. W., & , Stalis Norma Ethica1, Ana Hidayati Mukaromah1, Asiva Khoirunisa1, Sa’if Revallindo Mirza1, Dinah Fauziyyah1, Iqbal Tamimi1, Pepi Febrianti1, M. F. F. (2025). Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia. Jurnal Inovasi PPengabdian Masyarakat Indonesia, 4(4), 159–163.

Mahdiyah, L. L. Z. T., & Husni, P. (2019). Aktivitas Farmakologi Tanaman Mangga (Mangifera indica L): Riview. Jurnal Farmaka, 17, 187–194.

Mulyadi, Y. (2016). Kajian Keterawatan Lukisan Gua Prasejarah di Kawasan Karst Maros Pangkep Sulawesi Selatan. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 10(1), 15–27.

Nabiila, A., & Islamia, S. (2022). Keragaman Jenis Dan Penggunaan Habitat Mamalia Di ( Spesies Diversity and Habitat Use of Mammal Community in Coffee Agroforestry Gunung Pasir Halang Ecosystem , Tasikmalaya , West Java ). Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2), 269–282.

Ohiwal, M., Teele, T., & Garfansa, M. P. (2025). Legume-Grass Intercropping in Indonesian Pastures : A Systematic Review on Soil and Forage Nutritional Improvements. Journal Of Environmental & Agriculture Management, 2(July), 34–47.

Pudyatmoko, S. (2008). Nilai Penting Agroforestri, Hutan Rakyat Dan Lahan Pertanian Dalam Konservasi Keanekaragaman Jenis BurungDi Paliyan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kehutanan, II, No.2.

Rahayu, A., Rahayu, M. S., & Manik, S. E. (2020). The Role of Various N Sources on The Growth and Production of Various Varieties of Peanut ( Arachis hypogaea L ). Jurnal Ilmu Pertanian, 8(1).

Rahman, F. (2021). Sejarah Pembudidayaan Ketela Pohon. Jurnla Metahumaniora, 11(2), 222–235.

Rawana, Hardiwinoto, S., Budiadi, & Rahayu, S. (2021). Serapan Karbon Pada Sistem agroforestry Berbasis Gaharu (Gyrinops versteegii) Di Sragen Dan Karanganyar, Jawa Tengah. Jurnal Wana Tropika, 11(2), 1–15.

Rusniarsyah, L., & Padilah, M. (2025). Keanekaragaman FaunaTanah Di Lahan Halimun Salak. Jurnal silvikultur Tropika, 16(01), 89–97.

Santoso, B., & Aji, D. S. (2025). Wildlife Monitoring Using Camera Trap at Gunung Celering Nature Reserve Jepara Regency Central Java. Indonesian Journal of Conservation, 14(1), 36–44. https://doi.org/10.15294/jsi.v14i1.21450

Septian, F., Zulmardi, & Fauzan. (2025). Keanekaragaman Reptil Pada Lahan Agroforestri Kecamatan Koto Tangah Kota Padang (Studi Kasus Kelurahan Balai Gadang). Jurnal Strofor, 9(2), 611–621.

Tamrin, M., Sundawati, L., & Wijayanto, N. W. (2017). Strategi Pengelolaan Agroforestri Berbasis Aren Di Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan, 2(3), 243. https://doi.org/10.20957/jkebijakan.v2i3.12577

Wijayanto, H. W., Lo, K. A., Toiba, H., & Rahman, M. S. (2022). Does Agroforestry Adoption Affect Subjective Well-Being? Empirical Evidence from Smallholder Farmers in East Java, Indonesia. Journal of Sustainability (Switzerland), 14(16). https://doi.org/10.3390/su141610382

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-29

Cara Mengutip

Salsabila, N., Suwadji, S., & Rawana. (2026). Analisis Manfaat Ekologis dari Sistem Agroforestri pada Bentang Alam Karst di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. AGROFORETECH, 4(2), 910–920. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2695

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>