Potensi Pengembangan Kawasan Wisata Alam Kaliurang Park Botanical Garden di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kata Kunci:
Persepsi pengunjung, Potensi pengembangan, Wisata alamAbstrak
Kawasan Kaliurang Park Botanical Garden merupakan salah satu contoh pemanfaatan lingkungan hutan yang optimal dengan wisata alam. Pengembangan lokasi wisata dapat diawali dengan menganalisis arah pengembangannya menggunakan metode persepsi pengunjung terhadap keberadaan Kaliurang Park Botanical Garden guna menambah daya tarik dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini dilakukan di wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden di Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan Agustus hingga September 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, metode slovin dalam penentuan jumlah sampel (jumlah responden), dan penggunaan kuesioner pada skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor pada kategori persepsi pengunjung terhadap keberadaan wisata alam, pelayanan, fasilitas, dan keberadaan tanaman di wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden adalah 3,89 yang termasuk kategori baik. Kategori yang memiliki rerata skor tertinggi adalah pada pernyataan persepsi pengunjung terhadap keberadaan wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden memperoleh skor 4,2 yang termasuk kategori baik. Sementara rerata terendah adalah pada pernyataan persepsi pengunjung terhadap keberadaan tanaman di wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden memperoleh skor 3,65 yang termasuk kategori baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengunjung merasa pelayanan yang diberikan, berbagai fasilitas yang disediakan, maupun suasana yang dibangun pada wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden telah memadai sehingga pengunjung relatif memberikan penilaian yang baik terkait keberadaan wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden tersebut. Pengembangan wisata alam Kaliurang Park Botanical Garden berupa wahana permainan, spot foto yang perlu ditambah, area parkir, pendopo dan paket wisata.
Referensi
Agasi, G. R., & Wahyuono, Y. D. (2016). Kajian Etnomatematika : Studi Kasus Penggunaan Bahasa Lokal untuk Penyajian Permasalahan Matematika. Universitas Negeri Semarang 2016-06-01T00:00:00Z.
Askar, H. (2023). Kajian Sosial Terhadap Persepsi Pengunjung pada Objek Ekowisata Mangrove Idaman di Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto. Torani: JFMarSci, 6(2), 169–182.
Budiaji, W. (2013). Skala Pengukuran dan Jumlah Respon Skala Likert. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Desember, 2(2). https://doi.org/10.31227/osf.io/k7bgy
Fentri, D. M. (2017). Persepsi Pengunjung Terhadap Daya Tarik Taman Wisata Alam Hutan Rimbo Tujuh Danau di Desa Wisata Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Riau. JOM FISIP. Departement of Administration – Tourism Studies Program Faculty of Social and Political Science Riau University, 4(2).
Heryati, Y. (2019). Potensi Pengembangan Obyek Wisata Pantai Tapandullu di Kabupaten Mamuju. GROWTH Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 1(1), 56–74.
Prayoga, D. R., Dini, A. Z., Tarigan, L. A., Sari, P. A., Lubis, D. P., & Permana, S. (2022). Analysis of Concept 3a in Tourism Development (Case Study: Dusun Iv, Desa Denai Lama, Kab. Deli Serdang). Jurnal Samudra Geografi, 5(2), 114–126. https://doi.org/10.33059/jsg.v5i2.5545
Ridwan. (2019). Persepsi Masyarakat Terhadap Pengembangan Kawasan Taman Wisata Alam Madapangga di Desa Ndani Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Soendjotoe, M. A., Fithria, A., & Nisa, K. (2021). Ekowisata Dan Jasa Lingkungan.
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.
Sukendra, I. K., Diah Asrida, P., Purwati, N. K. R., Juwana, I. D. P., Fridayanthi, P. D., & Subrata, I. M. (2023). Pengembangan Objek Wisata Alam Berbasis Kearifan Lokal Berorientasi Etnomatematika Di Desa Apuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Widyadari, 24(2), 286–298. https://doi.org/10.59672/widyadari.v24i2.3192
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


