Pemetaan Defisiensi Unsur Hara Kalium dan Magnesium pada Tanaman Kelapa Sawit Berbasis Satelit dan Drone di PT Bhumireksa Nusa Sejati
Kata Kunci:
Kelapa Sawit, Kalium, Magnesium, Citra satelit, DroneAbstrak
Keberlanjutan industri kelapa sawit sangat bergantung pada pengelolaan unsur hara yang optimal, karena kalium (K) berperan meningkatkan efisiensi fotosintesis, transportasi air dan nutrisi, serta ketahanan tanaman, sedangkan magnesium (Mg) merupakan komponen utama klorofil yang mendukung proses fotosintesis dan pembentukan minyak. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan memetakan tingkat defisiensi unsur hara kalium dan magnesium pada tanaman kelapa sawit di PT Bhumireksa Nusa Sejati menggunakan data satelit dan drone. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Mandah Estate PT Bhumireksa Nusa Sejati, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir. Provinsi Riau. Waktu penelitian ini adalah bulan Juni 2025 s/d Juli 2025. Penelitian ini, menggunakan metode Backward Chaining dengan rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan model panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat defisiensi unsur hara kalium (K) dan magnesium (Mg) pada tanaman kelapa sawit di PT Bhumireksa Nusa Sejati dapat diidentifikasi menggunakan data citra satelit dan drone. Peta NDVI dari citra Sentinel-2 juga menunjukkan adanya variasi spasial kondisi vegetasi pada blok penelitian. Hubungan kandungan unsur hara Kalium (K) tanah dan K daun menunjukkan korelasi negatif dengan nilai koefisien (R2) = 0,2212, dan Magnesium (Mg) tanah dan daun dengan nilai koefisien (R2) = 0,3681. Hasil pemetaan defisiensi unsur hara kalium (K) dan magnesium (Mg) berbasis citra satelit dan drone memberikan informasi tingkat kesehatan dan kesuburan pada tanaman kelapa sawit di PT Bhumireksa Nusa Sejati.
Referensi
Aminudin, H., Safriyani, E., Warjiyanto, W., & Sutejo, S. (2016). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Tanah Gambut Berbagai Ketinggian Genangan. Ilmu Pertanian (Agricultural Science), 18(3), 135. https://doi.org/10.22146/ipas.5433
Baitu, G. P., Jokonya, O., Banwart, S., & Korsten, L. (2025). Digitalization of precision fertilization in East Africa : adoption , benefits and losses. March, 1–10. https://doi.org/10.3389/fsufs.2025.1497577
Brillyansyah, D. F., Afnani, F., & Prasetyo, A. (2024). Pemanfaatan Google Earth Engine dalam Mengidentifikasi Nilai Indeks Kerapatan Vegetasi ( NDVI ) Kabupaten Jember Menggunakan Citra Sentinel-2 Utilization of Google Earth Engine in Identifying Vegetation Density Index. November, 39–46. https://doi.org/10.25047/nacia.v2i1.252
Corley, R. H. V., Rao, V., Palat, T., & Praiwan, T. (2018). Breeding for drought tolerance in oil palm. Journal of Oil Palm Research, 30(1), 26–35. https://doi.org/10.21894/jopr.2017.00011
Fairhurst. T, R. H. (2003). Kelapa sawit: pengelolaan untuk hasil panen besar dan berkelanjutan.
Harahap, S., Aruan, P. R., & Aryanto, Y. D. (2024). Jurnal Pengelolaan Perkebunan Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik Berbahan. 5(2), 45–55.
Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Putra, D. P., Nugraha, N. S., Yuniasih, B., & Suparyanto, T. (2023). Jurnal Pengelolaan Perkebunan Program Pakar untuk Penentu Kesehatan Tanah dengan Metode Backward Chaining berbasis Landsat Normalized Difference Vegetation Index. 4(2), 26–37.
Sekarsih, F. N., Wahyuningtyas, P., Arfianto, S. D., Devina, A., & Bayu, I. (2025). Pelatihan UAV untuk Mendukung Kawasan Wisata. 6(1), 1113–1122.
Wati, S., Dedy Irawan, J., & Agus Pranoto, Y. (2022). Rancang Bangun Pembibitan Kelapa Sawit Berbasis Iot(Internet of Things). JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 6(1), 145–153. https://doi.org/10.36040/jati.v6i1.4509
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


