Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Spodosol dan Podsolik Dibawah Tanaman Calopogonium mucunoides di Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Karyamas

Penulis

  • Rizky Alhanif Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Valensi Kautsar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Dian Pratama Putra Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

kesuburan tanah, spodosol, podsolik, calopogonium mucunoides

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah spodosol yang ditanam C. mucunoides dan tidak ditanam C. mucunoides, kemudian tanah podsolik yang ditanam C. mucunoides dan tidak ditanam C. mucunoides pada perkebunan kelapa sawit fase tanaman belum menghasilkan (TBM) di PT. Karyamas, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.Tanah spodosol dan podsolik umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah akibat kemasaman tinggi, kandungan bahan organik rendah, serta kapasitas tukar kation (KTK) yang terbatas, sehingga diperlukan upaya perbaikan melalui penanaman C. mucunoides. Penelitian ini dilakukan pada blok (TBM) dengan melakukan survei lapangan untuk menentukan titik pengambilan sampel. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan metode random sampling, sehingga didapatkan 36 titik pengambilan sampel, dengan 3 sampel di kompositkan menjadi 1 sampel pada kedalaman 20 cm. total 12 sampel. Parameter yang diamati meliputi pH, porositas, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), bahan organik, KTK. Kemudian dianalisis menggunakan uji Independent T-test taraf 5%, serta biomassa tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah Spodosol, penanaman C. mucunoides menurunkan pH secara nyata dan meningkatkan bahan organik secara signifikan, sedangkan parameter N, P, K, porositas, dan KTK tidak berbeda nyata. Pada tanah Podsolik, terjadi peningkatan nyata pada kalium dan bahan organik, sementara parameter lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Biomassa kering yang dihasilkan cukup tinggi, menunjukkan potensi sebagai sumber input bahan organik tanah. Secara umum, penanaman C. mucunoides berperan dalam meningkatkan kandungan bahan organik sebagai indikator awal rehabilitasi tanah marginal pada perkebunan kelapa sawit.

Referensi

Ahmad, S. widhana. (2016). Peranan Legume Cover Crops (LCC) Peranan Legume Cover Crops (LCC) Colopogonium mucunoides DESV. Pada Teknik Konservasi Tanah Dan Air Di Perkebunan Kelapa Sawit.

Akbar, R., Budi Hastuti, P., & wirianata, H. (2024). Nodulasi dan Pertumbuhan Biomassa dengan Berbagai Jenis Tanaman LCC (Mucuna bracteate,Pueraia javanicadan Calopogonium mucunoides ) sebagai Tanaman Penutup Tanah Kelapa Sawit. 2.

BPS, I. (2024). Statistik kelapa sawit Indonesia (Vol. 17).

Fazry, R. A., Wilisiani, F., & Ryan Firman Syah. (2024). Pengaruh dosis pupuk Triple Super Phosphate (TSP) dan Mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman legume cover crop (Calopogonium Mucunoides) pada tanah latosol. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 8(2), 280–285. https://doi.org/10.32585/ags.v8i2.5824

Ginting, C. (2024). Manajemen Nutrisi kelapa sawit. INSTIPER PRESS.

Harahap, M. F. R., Walida, H., & Triyanto, Y. (2023). Karakteristik sifat kimia tanah pada tegakan tanaman kelapa sawit (studi kasus di kebun milik rakyat di desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan). Jurnal Mahasiswa Agroteknologi (JMATEK), 4(1).

Ma’ruf, A., Zulia, C., & Safrudin. (2017). Legume Cover Crop di Perkebunan Kelapa Sawit. Forthisa Karya. https://www.researchgate.net/publication/316349699

Muhamad, F. (2026). Pemanfaatan Tanaman Penutup Tanah untuk Mengurangi Erosi dan Meningkatkan Kualitas Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Nirtha, I., & Puspita Sari, D. (2018). Analisis nilai pH dan konsentrasi logam besi (Fe) pada media lahan basah buatan aliran horizontal bawah permukaan yang mengolah air saluran reklamasi. 14(3).

Pradiko, I., Farrasati, R., Rahutomo, S., Noviandy Ginting, E., Candra, Krissetya, & Mahendra. (2020). Pengaruh iklim terhadap dinamika kelembaban tanah di piringan pohon tanaman kelapa sawit. 39–51.

Putra, D. P., Nugraha, N. S., Bimantio, M. P., Suparyanto, T., Nugroho, K. S., & Pardamean, B. (2026). TRANSFORMATION OF PELLET-BASED PLANTING MEDIA AS AN ORGANIC MATTER AND NUTRIENT ENHANCER FOR IMPROVING SOIL QUALITY. Communications in Mathematical Biology and Neuroscience, 2026. https://doi.org/10.28919/CMBN/9727

Saputra, A., & Wawan. (2017). Pengaruh Leguminosa Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata pada Tiga Kemiringan Lahan Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Perkembangan Akar Kelapa Sawit Belum Menghasilkan. In Universitas Riau JOM FAPERTA (Vol. 4, Number 2).

Vani, muhammad rio, Manu Rohmiyati, S., & Yuniasih, B. (2024). Pengaruh Legume Cover Crop terhadap Sifat Sifik Tanah pada Tanaman Belum Menghasilkan (Vol. 2, Number 2).

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Alhanif, R., Kautsar, V., & Putra, D. P. (2026). Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Spodosol dan Podsolik Dibawah Tanaman Calopogonium mucunoides di Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Karyamas. AGROFORETECH, 4(1), 245–251. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2458

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >>