Pengaruh Ekstrak Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Hasil Pemisahan Double Tone
Kata Kunci:
Ekstrak Bawang Merah, Bibit Kelapa Sawit, Double ToneAbstrak
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemisahan double tone terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit serta mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit hasil pemisahan double tone. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2025 di KP2 Instiper Yogyakarta yang berlokasi di Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini berbentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu tanpa ekstrak bawang merah dan dengan ekstrak bawang merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan vegetatif, terutama pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar primer, dan volume akar, sedangkan pada parameter tinggi tanaman akhir tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan ekstrak bawang merah menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan, terutama pada sistem perakaran. Dengan demikian, pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberhasilan bibit serta mampu meningkatkan panjang akar bibit kelapa sawit hasil pemisahan double tone.
Referensi
Bakker, M. G., Schlatter, D. C., Otto-Hanson, L., & Kinkel, L. L. (2014). Diffuse symbioses: Roles of plant-plant, plant-microbe and microbe-microbe interactions in structuring the soil microbiome. Molecular Ecology, 23(6), 1571–1583.
Burhanuddin, H. Satriawan, M. (2017). Pengaruh Media Tanam Dan Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Agrotropika Hayati 4(3), 10–19.
Corley, T. (2021). The oil palm. In Oil Crops: Growth, Uses, and Toxicity. https://doi.org/10.1017/cbo9781316530122.010
Du Jardin, P. (2015). Plant biostimulants: Definition, concept, main categories and regulation. Scientia Horticulturae, 196, 3–14.
Halpern, M., Bar-Tal, A., Ofek, M., Minz, D., Muller, T., & Yermiyahu, U. (2015). The Use of Biostimulants for Enhancing Nutrient Uptake. In Advances in Agronomy (Vol. 130).
Rouphael, Y., & Colla, G. (2020). Editorial: Biostimulants in Agriculture. Frontiers in Plant Science. 1–7.
Sitinjak, R. R., Pratomo, B., & Wirani, A. (2018). Respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) Di pre nursery setelah pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) Dengan waktu Perendaman yang Berbeda. Agroprimatech, 2(1), 1–9.
Sukmawan, Y., Riniarti, D., Utoyo, B., & Rifai, A. (2019). Efisiensi Air Pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit Melalui Aplikasi Mulsa Organik Dan Pengaturan Volume Penyiraman. Jurnal Pertanian Presisi, 3(2), 141–154.
Utoyo, B., Shifa Usodri, K., Sukmawan, Y., Esa Putra Arahman, R., Hamdani, H., & Sudirman, A. (2022). Aplikasi Pupuk KNO3 dan NPK Pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Double Tone Di Main-Nursery. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 22(3), 224–231.
Yang, P., Nawaz, M. A., Li, F., Bai, L., & Li, J. (2019). Brassinosteroids regulate antioxidant system and protect chloroplast ultrastructure of autotoxicity-stressed cucumber (Cucumis sativus L.) seedlings. Agronomy, 9(5).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


