Kesediaan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Alam Karst di Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul
Kata Kunci:
wisata alam karst, pengelolaan wisata, kesediaan masyarakatAbstrak
Wisata alam karst merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Namun, keberhasilan pengelolaan wisata alam sangat dipengaruhi oleh kesediaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan dan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesediaan masyarakat serta menganalisis hubungan antara karakteristik masyarakat dengan tingkat kesediaan masyarakat dalam pengelolaan wisata alam karst di Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada tiga objek wisata alam karst, yaitu Goa Bentar, Goa Tritis, dan Goa Grengseng pada bulan Maret 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif untuk mengetahui tingkat kesediaan masyarakat serta uji Chi-Square untuk menganalisis hubungan antara umur, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat kesediaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesediaan masyarakat pada ketiga lokasi penelitian termasuk dalam kategori tinggi. Nilai rata-rata kesediaan masyarakat tercatat sebesar 3,73 di Goa Bentar, 3,55 di Goa Tritis, dan 3,77 di Goa Grengseng. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa umur, pendidikan, dan pekerjaan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesediaan masyarakat dalam pengelolaan wisata alam karst.
Referensi
Annas, A. (2011). Metodologi penelitian pendidikan. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Chandel, A., & Mishra, S. (2016). Ecotourism revisited: Last twenty-five years. Czech Journal of Tourism, 5(2), 135–154. https://doi.org/10.1515/cjot-2016-0008
Gannon, M., Rasoolimanesh, S. M., & Taheri, B. (2020). Assessing the Mediating Role of Residents’ Perceptions toward Tourism Development. Journal of Travel Research, 60(1), 149–171. https://doi.org/10.1177/0047287519890926
hidayat, F. P. H. pahlevi, samosir, W. R. S. ramadhan, & aflarisa, N. A. (2022). Understanding Cyberbullying on social media for Youth in the Coastal Areas of Pematang Guntung Village. COMMICAST, 3(2), 148–157. https://doi.org/10.12928/commicast.v3i2.5949
Jeelani, G., Shah, R. A., & Goldscheider, N. (2018). Karst geomorphology, cave development and hydrogeology in the Kashmir valley, Western Himalaya, India. Acta Carsologica, 47(1). https://doi.org/10.3986/ac.v47i1.5178
Jurkus, E., Povilanskas, R., & Taminskas, J. (2022). Current Trends and Issues in Research on Biodiversity Conservation and Tourism Sustainability. Sustainability, 14(6), 3342. https://doi.org/10.3390/su14063342
Liu, L. (2024). Study on the Path of Rural Tourism for Rural Revitalization under the Threshold of Value Co-Creation. Applied Mathematics and Nonlinear Sciences, 9(1), 20242075. https://doi.org/10.2478/amns-2024-2075
Mandong, I. A., Budiarti, T., & Munandar, A. (2023). Kajian Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam Karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Lanskap Indonesia, 15(1), 36–41. https://doi.org/10.29244/jli.v15i1.41579
Muttaqin, M. F., & Rohyana, H. (2023). Internalisasi Karakter Gotong Royong Dalam Pembelajaran PKN Di SD. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(4), 1619–1626. https://doi.org/10.31949/jee.v6i4.7049
Obradović, S., Stojanović, V., Knežević, S. M., & Milić, D. (2022). The importance of local community attitudes for sustainable tourism in protected areas: The case of Tikvara Nature Park, Serbia. Eastern European Countryside, 28(1), 127–153. https://doi.org/10.12775/eec.2022.006
Parakh, N. M. (2022). Understanding the importance of ecotourism by supporting eco-design principles. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology, 10(6), 4865–4872. https://doi.org/10.22214/ijraset.2022.45085
Parise, M. (2016). Karst Geo-hazards: Causal Factors and Management Issues. Acta Carsologica, 44(3). https://doi.org/10.3986/ac.v44i3.1891
Pineda, F., Padilla, J., Granobles-Torres, J. C., Echeverri-Rubio, A., Botero, C. M., & Suarez, A. (2023). Community preferences for participating in ecotourism: A case study in a coastal lagoon in Colombia. Environmental Challenges, 11, 100713. https://doi.org/10.1016/j.envc.2023.100713
Prabhakaran, S., Nair, V., & Ramachandran, S. (2014). Community Participation in Rural Tourism: Towards a Conceptual Framework. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 144, 290–295. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.07.298
Rashid, M. F. A., & Rahman, A. A. (2024). Tinjauan Berkaitan Kesan Perkembangan Aktiviti Ekopelancongan Kelip-Kelip Terhadap Komuniti Setempat Di Semenanjung Malaysia. e-Bangi Journal of social science and humanities, 21(1). https://doi.org/10.17576/ebangi.2024.2101.01
Teng, J., Li, J., Yuan, L., Zhao, J., & Wang, X. (2024). The Attitudes of Xizang Residents Toward Tourism Development Based on Structural Equation Modeling. Sustainability, 16(24), 10953. https://doi.org/10.3390/su162410953
Torsney, A., O’Driscoll, P., & Buckley, Y. M. (2025). Defining ecotourism for mainstream application and to support sustainable tourism governance. Ecological Solutions and Evidence, 6(2), e70050. https://doi.org/10.1002/2688-8319.70050
Zerga, B. (2024). Karst topography: Formation, processes, characteristics, landforms, degradation and restoration: A systematic review. Watershed Ecology and the Environment, 6, 252–269. https://doi.org/10.1016/j.wsee.2024.10.003
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


