Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kascing sebagai Bahan Organik dan Volume Penyiraman terhadap Pertumbuhan Elaeis guineensis Jacq. di Pembibitan Pre Nursery
Kata Kunci:
kascing organik, ketersediaan air media, pertumbuhan bibit sawit, pembibitan awalAbstrak
Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan penting yang memerlukan teknik pembibitan yang tepat agar menghasilkan bibit yang sehat dan produktif. Salah satu upaya peningkatan pertumbuhan bibit adalah melalui penggunaan pupuk organik seperti kascing serta pengaturan volume penyiraman yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian dosis pupuk kascing sebagai bahan organik dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di tahap pembibitan pre nursery. Adapun penelitian yang telah dilaksanakan merupakan dua komponen dikombinasikan dalam suatu percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu penggunaan kascing (K) dengan dosis yang berbeda yang terdiri dari 4 aras tanpa kascing, kascing (100 gram), kascing (200 gram), kascing (300 gram). Faktor yang kedua yaitu dengan melakukan penyiraman (P) dengan volume yang berbeda diberi 100 ml/polybag/hari, 150 ml/polybag/hari, 200 ml/polybag/hari. Rancangan percobaan tersebut menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang berasal dari interaksi 4 taraf dan 3 taraf perlakuan, dengan setiap kombinasi diulang sebanyak lima kali. Parameter pengamatan dalam penelitian ini mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, diameter batang, panjang akar, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar, serta volume akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf kepercayaan 5%, dan apabila menunjukkan adanya pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji pembeda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kascing 100 g dengan volume penyiraman 200 ml memberikan pengaruh terbaik serta terdapat interaksi nyata terhadap diameter batang bibit kelapa sawit di pre nursery. Dosis kascing 200 gram per polibag dapat meningkatkan berat basah akar bibit kelapa sawit di pre nursery. Volume penyiraman 150 ml mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, sedangkan pemberian air sebanyak 100 ml telah cukup untuk meningkatkan berat kering akar bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery.
Referensi
Ariyanti, M., Suherman, C., & Rosniawaty, S. (2020). Respons Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk Kascing dan Pupuk NPK Berbeda Dosis . Agrosintesa, 3(2), 53–62.
Balai Besar Pelatihan Perternakan. (2023, October 6). Keunggulan Kascing yang Dapat Mengembalikan Kesuburan Tanah. Balai Besar Pelatihan Perternakan Kupang.
Hidayat, T., & Yulnafatmawita. (2015). Hubungan ketersediaan air dan unsur hara terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 2(1), 123–131.
Kementerian Pertanian RI. (2019, December 10). Korporasi Perkebunan Rakyat Untuk Kesejahteraan Pekebun. Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan.
Nugroho, A. (2019). Teknologi Agroindustri Kelapa Sawit (Zulpahnor (ed.); 1st ed., Vol. 1).
Nugroho, A., Prasetyo, B. H., & Siregar, H. H. (2022). Pengaruh volume penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase pre nursery. Jurnal Agroteknologi Tropika, 10(1), 45–54.
Pahan, I. (2019). Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya.
Pamungkas, A. R., Wijaya, A., & Lestari, S. (2023). Aplikasi kascing dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di main nursery. Jurnal Perkebunan Dan Lahan Tropika, 8(2), 101–112.
Pamungkas, B., Kristalisas, E. N., & Himawan, A. (2023). Pengaruh Pupuk Kascing sebagai Campuran Media Tanam dan Pupuk NPK 15:15:15 terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery. Agroforetech, 1(4), 2162–2168.
Sanda, N., & Syam, N. (2018). Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Kascing dan Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat. In Lycopersicum esculantum Mill) Jurnal Agrotek (Vol. 2, Issue 1).
Sanjaya, I. G. M. (2017). Pemanfaatan kascing sebagai sumber hara organik dan pengaruhnya terhadap sifat tanah dan pertumbuhan tanaman. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 19(1), 33–41.
Wahyuni, S., & Afidah, M. (2022). The Estimation of Ketapang (Terminalia catappa Linn.) Tree’s Transpiration. Jurnal Biologi Tropis, 22(3), 889–894. https://doi.org/10.29303/jbt.v22i3.3722
Wirawan, J., Idkham, M., & Chairani, S. (2013). Analisis Evapotranspirasi dengan Menggunakan Metode Thornthwaite, Blaney Criddle, Hargreaves, dan Radiasi. In Rona Teknik Pertanian (Vol. 6, Issue 2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


