Pertumbuhan Tegakan Balsa (Ochroma pyramidale) Umur 3 dan 4 Tahun di Desa Sepatnunggal Kecamatan MajenangKabupaten Cilacap
Kata Kunci:
Balsa (Ochroma pyramidale), Volume, diameter, analisis regresiAbstrak
Hutan rakyat merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah terhadap tekanan sumber daya hutan. Manfaat yang bisa diperoleh dari pengelolaan hutan rakyat antara lain pemenuhan kebutuhan kayu, peningkatan pendapatan masyarakat, dan peningkatan produktivitas lahan milik masyarakat. Pohon Balsa adalah tanaman penghasil kayu ringan yang dikenal dengan nama kayu Balsa, memiliki nama ilmiah Ochroma pyramidale. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis keragaman pertumbuhan diameter,tinggi dan volume pohon balsa pada umur 3 dan 4 tahun serta menguji pengaruh diameter terhadap volume kayu sebagai dasar pendugaan produktivitas tegakan balsa..Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan mengambil seluruh populasi yang ada di setiap umur. Analisis regresi sederhana dan kuadratik. Hasil analisis regresi sederhana pada umur 3 tahun nilai R sebesar 0,868 analisis kuadratik 0,901. Pada umur 4 tahun analisis regresi sederhana nilai R sebesar 0,925 analaisis kuadratik 0,901 hasil R merupakan nilai koefesien korelasi yang menunjukan besarnya pengaruh diameter terhadap volume pohon Balsa. Dari hasil analisis regresi sederhana dan analisis kuadratik, nilai R Square paling besar didapatkan dari analisis kuadratik. Dengan persamaan kuadratik umur 3 tahun yaitu : Y=0,432-78,533X+1349,375X2 dan persamaan kuadratik umur 4 tahun yaitu : Y=0,432+78,533+1349,375X2
Referensi
Asyari, S. M. (2022). Buku Ajar Inventarisasi Sumberdaya Hutan (Perisalah Hutan) (Issue 38).
Badrudin, R. A., Siahaya, L., & Tetelay, F. F. (2024). Studi Keberhasilan Tanaman Balsa ( Ochroma Bicolor Rowlee ) Di Desa Waetele Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. 1(5), 440–451.
Fitri, E. P., Listyanto, Tomy S.Hut., M.Env.Sc., P. ., & Lukmandaru, Ganis S.Hut., M.Agr.Sc., Dr., P. (2020). Keawetan Alami Kayu Balsa (Ochroma pyramidale) Umur 3 dan 4 Tahun pada Arah Aksial dan Radial Pohon terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.). Skripsi UGM, 3–4.
Mardiatmoko, G. (2020). Pentingnya Uji Asumsi Klasik Pada Analisis Regresi Linier Berganda (Studi Kasus Penyusunan Persamaan Allometrik Kenari Muda [Canarium Indicum L.]). BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 14(3), 333–342.
Parid Pakaya, Dewi Wahyuni K. Baderan, & Marini Susanti Hamidun. (2025). Efektivitas Sistem Agroforestri dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Produktivitas Pertanian. Hidroponik : Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 2(2), 12–27.
Sahid, S. (2013). Penafsiran Volume Pohon Pinus merkusii melalui Foto Udara (Studi Kasus BKPH Majenang, KPH Banyumas Barat). In Jurnal Ilmu Kehutanan (Vol. 4, Issue 1, p. 44).
Sari AS, A. P., Ruchaemi, A., & Kiswanto, K. (2021). Analisis Kualitas Tegakan Kapur Dengan Klasifikasi IUFRO Di Hutan Pendidikan Unmul. Prosiding SIKMA 8, 1, 1–23.
Sobri, K., & Nursyamsiah, F. (2019). Fenomena Penyuluh Pertanian Beralih Profesi ( Studi Kasus di Wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ). Societa, 8(1), 41–51.
Triwanto, J. (2023). Peran AgroforestriDalam Ketahanan PanganDan Kelestarian LingkunganSecara Berkelanjutan.
Yuniansari, R. (2023). Perlindungan Hutan dan Fungsinya Bagi KeHiduPan Manusia. Jurnal Kompilasi Hukum, 8(2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


