Pengaruh Bioslurry (Padat dan Cair) dan Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre Nursery

Penulis

  • Iqbal Putra Pratama Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Dian Pratama Putra Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Hangger Gahara Mawandha Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

bioslurry padat dan cair, jenis tanah, bibit kelapa sawit di pre nursery

Abstrak

Kelapa sawit ialah suatu jenis tanaman perkebunan yang cukup krusial untuk dijaga dan diperluas di Indonesia. Karena pertanian kelapa sawit di Indonesia terus berkembang, dengan meningkatnya perkembangan kelapa sawit di indonesia, keperluan untuk bibit bermutu juga semakin banyak. Bibit kelapa sawit menunjukkan respons fisiologis yang tinggi terhadap ketersediaan nutrisi dalam media tanam, yang secara langsung memengaruhi laju serta kualitas pertumbuhannya. Penelitian bertujuan guna mengkaji pengaruh Bioslurry padat dan cair serta jenis tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Dilaksanakan jln. Nangka 2 Timbulrejo Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, periode November 2025 hingga Maret 2026. Dilaksanakan dengan menerapkan 2 faktor yang diatur dalam rancangan acak lengkap (RAL) Faktor pertama ialah Bioslurry padat serta cair yang terbagi atas 3 aras yakni: tanpa bioslurry (kontrol), padat 200 g, cair 200 ml. Faktor kedua ialah jenis tanah yang terbagi atas 3 aras yakni: Latosol, Regosol, Entisol.sehingga, terdapat 9 kombinasi perlakuan yangdiperoleh dari 3 x 3 = 9 kombinasi dengan diulang 4 kali, total bibit percobaan yang diperlukan ialah 9 x 4 = 36 bibit. Data yang diperoleh dianalisis mempergunakan analisis varians (ANOVA) signifikansi 5%. Jika terdapat perbedaan yang signifikan, uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil mengindikasikan tidak ada interaksi antara perlakuan bioslurry padat serta cair dan jenis tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Pemberian bioslurry padat dan cair serta jenis tanah berpengaruh nyata terhadap parameter panjang akar serta pH tanah, Bioslurry padat dengan dosis 200 g dan bioslurry cair dosis 200 ml memberikan rerata tertinggi pada parameter panjang serta pH tanah. Tanah regosol menunjukkan pengaruh terbaik terhadap parameter pH tanah, tinggi tanaman, jumlah daun serta panjang daun

Referensi

Badan Pusat Statistik. 2024. Luas Tanaman Perkebunan Menurut Provinsi (Ribu Hektar), 2023. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTMxIzI=/luas-tanaman-perkebunan-menurut-provinsi--ribu-hektar-.html

Bimasakti, M. K., Rohmiyati, S. M., & Kautsar, V. (2017). Tingkat Kesuburan Tanah Dibawah Tanaman Mucuna Brateata dan Nepgrolepis. Jurnal Agromast, 2(April), 5–24.

Edy, A., Sari, R. P. K., & Pujisiswanto, H. (2021). Pengaruh Dosis Pupuk Organik Bio-slurry Cair dan Waktu Aplikasi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Agrotropika, 20(1), 17. https://doi.org/10.23960/ja.v20i1.4755

Ekawati, R. (2017). Pertumbuhan dan Produksi Pucuk Kolesom pada Intensitas Cahaya Rendah. Jurnal Kultivasi, 16(3), 412–417.

Hartanto, Y dan C.H. Putri. 2013. Pedoman Pengguna dan Pengawas Pengelolaan dan Pemanfaatan Bio-slurry. Tim Biogas Rumah (Biru), Jakarta.

Masitoh, W., Puspitorini, P., & Widiatmanta, J. (2018). Pengaruh Dosis Pupuk Bioslurry Cair dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Viabel Pertania, 12 (2), 32-39.

Maulana, I., Suryanti, S., & Setyawati, E. (2023). Pemanfaatan Bio – Slurry Pada Jenis Tanah Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Main Nursery. Kingdom (The Journal of Biological Studies), 9(2), 131–137. https://doi.org/10.21831/kingdom.v9i2.19538

Priyono, J., Yasin, I., Dahlan, M., & Bustan, B. (2019). Identifikasi Sifat, Ciri, dan Jenis Tanah Utama di Pulau Lombok. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 5(1), 19–24. https://doi.org/10.29303/jstl.v5i1.102.

Putra, D. P., Nugraha, N. S., Bimantio, M. P., Suparyanto, T., & Pardamean, B. (2024). Biological Planting Media As Marginal Land Resolution With Local Bio Introduction. Communications in Mathematical Biology and Neuroscience, 2024, 1–14. https://doi.org/10.28919/cmbn/8913

Raditya, L., & Suntari, Retno. (2018). Efektifitas Kompos Tanaman Crotalaria juncea pada Effectiveness of Crotalaria juncea Compost on Availability and Uptake of N, P, K and Growth of Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturt) on an Entisol of Malang. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 5(2), 2549–9793. http://jtsl.ub.ac.id.

Sudadi, & Y. Maulana. (2022). Penggunaan Pupuk Hayati BiO2 dan Berbagai Macam Pupuk Organik untuk Kedelai Edamame pada Tanah Alfisol. Digitalisasi Pertanian, 6(1), 935–946.

Syifa, T., Isnaeni, S., & Rosmala, A. (2020). Effect of inorganic fertilizer type of the growth and yield of pagoda mustard (Brassicaee narinosa L.). Agroscript, 2(1), 21–33.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-29

Cara Mengutip

Pratama, I. P., Putra, D. P., & Mawandha, H. G. (2025). Pengaruh Bioslurry (Padat dan Cair) dan Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre Nursery. AGROFORETECH, 3(3), 1725–1731. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2257

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>