Keawetan Alami Kayu Jati Unggul Nusantara (JUN) terhadap Serangan Rayap Kayu Kering
Kata Kunci:
Jati Unggul Nusantara, Kadar Ekstraktif, Rayap Kayu KeringAbstrak
Jati Unggul Nusantara (JUN) merupakan hasil perbanyakan vegetatif dari Jati Plus Perhutani (JPP) melalui teknik stek pucuk, sehingga memiliki sistem perakaran tunggang majemuk yang kokoh. Kayu jati konvensional yang berasal dari pembiakan generatif (dengan biji) selama ini tergolong dalam kelas awet I-II, sedangkan kayu JUN belum banyak informasi tentang keawetan alaminya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang keawetan alami kayu JUN, khususnya terhadap serangan rayap kayu kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi batang arah aksial (pangkal, tengah, dan ujung) dan posisi batang arah radial (gubal dan teras) terhadap kadar ekstraktif kayu Jati Unggul Nusantara (JUN) dan penurunan berat contoh uji setelah diumpankan pada rayap kayu kering. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati berupa kadar ekstraktif dan penurunan berat contoh uji setelah diumpankan ke rayap kayu kering. Data dianalisis menggunakan analisis varians, apabila hasil menunjukkan perbedaan nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi batang arah aksial dan radial tidak berpengaruh nyata terhadap kadar ekstraktif kayu Jati Unggul Nusantara (JUN), rata-rata kadar ekstraktif kayu JUN adalah sebesar 6,587%. Posisi batang arah aksial dan radial tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan berat kayu setelah diumpanankan ke rayap kayu kering, rata-rata penurunan berat contoh uji setelah diumpankan ke rayap kayu kering sebesar 0,434%. Berdasarkan rata-rata penurunan berat contoh uji setelah diumpankan ke rayap kayu kering, kayu JUN
tersebut masuk kelas awet I (sangat tahan) terhadap serangan rayap kayu kering.
Referensi
Ayu, F., Bachry, S., Sari, V., & Saputra, A. (2023). Identifikasi Spesies Rayap di Perkebunan Karet Desa Naga Beralih Kec. Kampar Utara, Kampar. Metrik Serial Teknologi Dan Sains, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.51616/teksi.v4i1.423
Fais, R. (2021). Kadar Ekstraktif Kulit dan Kayu Jati Unggul Nusantara (JUN) Umur 6 dan 8 Tahun dari BKPH Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.
Hidayati, F., Fajrin, I. T., Ridho, M. R., Nugroho, W. D., Marsoem, S. N., & Na’iem, M. (2016). Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Jati Unggul “Mega” dan Kayu Jati Konvensional yang Ditanam di Hutan Pendidikan, Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kehutanan, 10(2), 98. https://doi.org/10.22146/jik.16510
Kusumaningsih, R. K. (2016). Materi Petunjuk Praktikum Biokimia. Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Kusumaningsih, R. K. (2023). Materi Pengawetan Kayu. Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Kwanchai, G. A., & A, G. A. (1995). Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian (S. Endang & B. J. S (eds.); 2nd ed., pp. 1–679). Universitas Indonesia.
Lukmandaru, G. (2010). Sifat Kimia Kayu Jati (Tectona grandis) pada Laju Pertumbuhan Berbeda (Chemical Properties of Teak Wood on Different Growth-rates). Journal of Tropical Wood Science and Technology, 8(2), 188–196.
Maulida, F., Meiganati, K. B., & Maslahat, M. (2020). Komponen Kimia Kayu Trubusan Jati Unggul Nusantara (Tectona grandis Linn.f.) Pada Bagian Pangkal, Tengah Dan Ujung. Jurnal Sains Natural, 10(2), 55. https://doi.org/10.31938/jsn.v10i2.277
Siska Anggiriani, Nurhanifah, & Jajang Sutiawan. (2023). Suatu Tinjauan Kecocokan Kayu Jati (Tectona grandis Linn F) Cepat Tumbuh untuk Bahan Baku Furnitur. Jurnal Kehutanan Papuasia, 9(1), 69–78. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.vol9.iss1.430
Standar Nasional Indonesia (SNI). (2006). SNI 01-7207-2006 : Uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme pStandar Nasional Indonesia (SNI). (2006). SNI 01-7207-2006 : Uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu.pdf - File Shared from Box. Badan Standardisasi Nasio. Badan Standardisasi Nasional (BSN). https://app.box.com/shared/o9zofikn44cgjpjxqu6m
UBH-KPWN. (2012). Unit UBH-KPWN Berhasil Kembangkan Jati Unggul. Antara Yogya. https://jogja.antaranews.com/berita/299007/unit-ubh-kpwn-berhasil-kembangkan-jati-unggul
Zulkahfi, Z., Irawati, D., Listyanto, T., Rodiana, D., & Lukmandaru, G. (2020). Kadar Ekstraktif dan Sifat Warna Kayu Jati Plus Perhutani Umur 11 Tahun dari KPH Ngawi. Jurnal Ilmu Kehutanan, 14(2), 213. https://doi.org/10.22146/jik.61419
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


