Pengaruh Cara Aplikasi dan Bahan Baku Pembuatan Compost Tea terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

Penulis

  • Ismail Miftah Rizyadi Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Pauliz Budi Hastuti Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Wiwin Dyah Ully Parwati Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Cara aplikasi, Compost tea, Bibit kelapa sawit, Main nursery

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara aplikasi dan bahan baku pembuatan compost tea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 – Februari 2025, penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan Penelitian (KP2) Instiper Yogyakarta, Desa Wedomartani, kec. Ngemplak, Kab. Sleman, Prov, D.I. Yogyakarta, dengan ketinggian tempat kurang lebih 118 mdpl. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama adalah cara aplikasi compost tea yang terdiri dari 3 aras yaitu (penyemprotan bagian daun, penyiraman media tanam, dan kombinasi (dengan cara penyiraman ke media tanam dan penyemprotanke bagian daun)). Faktor yang kedua adalah bahan baku compost tea terdiri dari 4 aras yaitu (pupuk urea dan NPK (kontrol), tandan kosong kelapa sawit, Mucuna bracteata, dan daun kelapa sawit). Diperoleh 12 kombinasi perlakuan dari kedua faktor yang digunakan, yang diulang 3 kali, maka memperoleh 36 sampel. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) pada jenjang nyata 5%. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, analisis dilanjutkan dengan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara cara aplikasi dengan bahan baku compost tea di semua parameter. Cara aplikasi compost tea dengan cara kombinasi memiliki hasil terbaik dibandingan cara lainnya. Bahan baku compost tea yang digunakan memiliki hasil yang sama dengan pupuk anorganik pada tinggi bibit, pertambahan tinggi, diameter bibit, jumlah daun bibit, pertambahan jumlah daun, berat segar akar, dan panjang akar.

Referensi

Afrizon. (2017). Pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Dengan pemberian pupuk organik dan anorganik. Agritepa, 3(2), 95–105. AGRITEPA, 3(2), 95–105.

Azima, Nuraini, A., Sumadi, & Hamdani, J. S. (2017). Respons pertumbuhan dan hasil benih kentang G0 di dataran medium terhadap waktu dan cara aplikasi paklobutrazol Growth and yield respons of G0 potato seed to times and methods of paclobutrazol applicatıon in moderate altitude. Jurnal kultivasi, 16(2), 313–319.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik kelapa sawit indonesia 2023. 17. Jakarta pusat : Badan Pusat Statistik.

Daaviq, M. B. I. (2020). Kandungan Kimia Kompos Daun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang Diberi Bio-Aktivator Berbeda. 1–26.

Dalimunthe, M. C., Sipayung, A., & Sipayung, H. H. (2009). Meraup untung dari dari bisnis waralaba bibit kelapa sawit. Agropedia pustaka.

Fauzi, Y., Widyastuti, Y. E., Satyawibawa, I., & Paeru, R. H. (2012). Kelapa sawit. Penebar Swadaya.

Haryanta, D., Sa’adah, T. T., & Thohiron, M. (2024). Kajian Model Aplikasi Pupuk Organik Cair Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.). Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 8(1), 20. https://doi.org/10.51213/jamp.v8i1.96

Hastuti, P. budi. (2009). Pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai teh kompos pada tanaman selada. 16(April), 1–23.

Khan, M. N., Mobin, M., Abbas, Z. K., & Alamri, S. A. (2017). Fertilizers and their contaminants in soils, surface and groundwater. In Encyclopedia of the Anthropocene (Vol. 1–5). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-809665-9.09888-8

Klau, A. (2017). Teh Kompos dan Pemanfaatannya sebagai Sumber Hara dan Agen Ketahanan Tanaman. Savana cendana, 2(2477), 68–70.

Mandiri. (2012). Manual Pelatihan Teknologi Energi Terbarukan.

Palupi, R. E., & Dedywiryanto, Y. (2008). Kajian Karakter Ketahanan terhadap Cekaman Kekeringan pada Beberapa Genotipe Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Bul. Agron, 36(1), 24–32.

Purwasih, W., Lubis, K., & Bayu, eva sartini. (2019). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Karet serta Kandungan Hara Tanah dan Gulma dengan Penutup Tanah Mucuna bracreata.

Recycled Organics Unit. (2007). Overview of Compost Tea Use in New South Wales. The University of New South Wales Sydney Australia., 1–32.

Sasradipoera, M. H., Adiwijaya, M. S., Darwis, T., Pardamean, M., Irawan, A. Y., & P.U, A. R. (2018). Good agriculture practice kelapa sawit. Andi Yogyakarta.

Satyatmidjaja, D. (2006). Kelapa sawit : teknik budidaya panen dan pengolahan. Kanisius.

Sebayang, L., Siregar, I. H., Hardyani, M. A., & Nainggolan, P. (2015). Budidaya Mucuna Bracteata Pada Lahan Tanaman Gambir. Balai PengkajianTeknologi Pertanian Sumatera Utara, 1–54. http://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/7172/013-R 1795 Budidaya Mucuna bracteata Pada Lahan Tanaman Gambir.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Silva, J., & Uchida, R. (2000). Essential Nutrients for Plant Growth : Plant Nutrient Management in Hawaii’s Soils, Approaches for Tropical and Subtropical Agriculture, 31–55.

Sutedjo. (2002). Pupuk Dan Cara Pemupukan. Rineka cipta.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-27

Cara Mengutip

Rizyadi, I. M., Hastuti, P. B., & Parwati, W. D. U. (2025). Pengaruh Cara Aplikasi dan Bahan Baku Pembuatan Compost Tea terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery. AGROFORETECH, 3(2), 989–995. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1976

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>