Uji Perbandingan Hormon Penunjang Akar Iba dengan Pengaplikasian Pupuk Argrimore P terhadap Persentase Rootstrike dan Pertumbuhan Tinggi Semai Eucalyptus pellita Klon Cep 111 pada Baserah Central Nursery PT. RAPP
Kata Kunci:
Pupuk NPK (15-30-15), IBA, Rootstrike, Eucalyptus pellita, Pertumbuhan Tinggi SemaiAbstrak
Pemenuhan kebutuhan bahan baku PT. RAPP berupa kayu didukung oleh pembangunan Hutan Tanaman Industri yang ditumbuhi dengan tegakan berkualitas. Kemunculan dan pertumbuhan dari sebuah akar itu menjadi faktor yang paling krusial dalam memperbanyak jumlah semai yang kedepannya menjadikan pengunaan semai yang bermutu sangat dianjurkan untuk memperoleh hasil tegakan yang optimal dan berkualitas . Rootstrike adalah suatu aspek shoot dalam keberhasilan tanaman dalam merangsang munculnya akar yang disertakan pertumbuhan akar yang kompak pada ke empat sisi yakni hal ini menjadi salah satu kriteria bibit untuk keluar dari rumah perakaran bibit dan dilanjutkan ke tahap perawatan selanjutnya. Banyak kegiatan kultur teknis yang diusahakan untuk memperbaiki hal ini di persemaian PT. RAPP, salah satunya adalah pengunaan hormone IBA. Hormone IBA (Indole butiric-acid) adalah hormone tambahan yang di produksi oleh PT. RAPP sendiri bertujuan merangsang pertumbuhan dengan memaksimalkan hormon auksin pada shoot tersebut. Penelitian ini merupakan percobaan atau terobosan baru yang mungkin dapat meningkatkan persentasi rootstike dari tanaman Eucalyptus pellita . Percobaan ini dilakukan dengan mencampurkan hormone IBA dengan Pupuk Agrimore P. Berdasarkan para ahli, bahwa unsur P sangat mendukung tanaman dalam pertumbuhan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk berbahan dasar P dengan penambahan berbagai konsentrasi IBA terhadap rootstike, pertumbuhan dan pertumbuhan tinggi semai Eucalytus pellita Klon CEP 111. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati dan mengukur sampel percobaan . Parameter yang diamati meliputi: persentase keberhasilan akar (Rootstrike) dan pertambahan tinggi perminggu. Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian pupuk agrimore P memiliki pengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan akar dan pertambahan tinggi tanaman perminggu.
Referensi
Fatah, A. (2013). Jurnal AGRIFOR Volume XII Nomor 2, Oktober 2013 ISSN : 1412 – 6885. Jurnal Agrifor, XII(2), 96–109.
Heryanto, I., Irmansyah, T., & Sinurat, M. (2020). Respon Pertumbuhan Stek Sambang Colok (Aerva sanguinolenta L.) Terhadap Pemberian Tiga Sumber Zat Pengatur Tumbuh. Jurnal Online Agroekoteknologi, 7(2337), 80–87. https://doi.org/10.32734/jaet
Iswiyanto, A., Radian, R., & Abdurrahman, T. (2022). Pengaruh Nitrogen Dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai Edamame Pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(1), 95. https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60354
Kartikasari, P., Hidayat, M. T., & Ratnasari, E. (2013). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D ( (2,4-Dichlorophenoxyacetic acid) dan Kinetin (6-Furfurylaminopurine) untuk Pertumbuhan Tunas Eksplan Pucuk Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba Miq. ex Roxb.) secara In Vitro. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 2(1), 78–79. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/article/view/1391
Lestari, E. G. (2011). Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal AgroBiogen, 7(1), 63. https://doi.org/10.21082/jbio.v7n1.2011.p63-68
Mustikawati, R., Tadjudin, T., & Alfandi, A. (2020). EFFECT OF PHOSPHORUS AND SULFUR FERTILIZERS ON GROWTH AND TIELD SHALLOTS (Allium ascalonicum L.) BIMA VARIETY. Agroswagati Jurnal Agronomi, 8(2). https://doi.org/10.33603/agroswagati.v8i2.4945
Panggabean, R., Azwin, & Suhesti, E. (2023). Respon Bibit Eucalyptus Pellita Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Top G2. Jurnal Green Tech : Ilmu Lingkungan, 1(1), 50–59. https://journal.unilak.ac.id/index.php/GreenTech
Pramita, Y., Wandansari, N. R., Salim, A., & Laksono, A. (2018). Aplikasi Pupuk Organik dan Zat Pengatur Tumbuh dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman Yeni. Seminar Nasional Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jember, 673–684.
Rahmawati, I. D., Purwani, K. I., & Muhibuddin, A. (2019). Pengaruh Konsentrasi Pupuk P Terhadap Tinggi dan Panjang Akar Tagetes erecta L. (Marigold) Terinfeksi Mikoriza Yang Ditanam Secara Hidroponik. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 7(2), 4–8. https://doi.org/10.12962/j23373520.v7i2.37048
Suwardi, F., Efendi, R., & Suriani, F. (2021). Aplikasi Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan, Hasil Biji, dan Gula Brix Tanaman Sorgum. Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences, 5(1), 8–17. https://doi.org/10.25047/agriprima.v5i1.372
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


