Pembuatan Cookies dengan Substitusi Tepung Jambu Biji (Psidium Guajava) dan Minyak Sawit Merah
Kata Kunci:
minyak sawit merah, tepung terigu, tepung jambu biji, cookies, margarinAbstrak
Cookies yang dibuat dengan tepug terigu sebagai pengganti tepung jambu biji dan margarine sebagai pengganti minyak sawt merah telah menjadi bahan penelitian, dengan berbagai macam substitusi yang dilakukan untuk melihat bagaimana substitusi tersebut mempengaruhi kualitas cookies dan menentukan formula yang disukai pelanggan.
Penelitian ini menggunakan RBL (ancangan Blok Lengkap) yang terdiri dari dua faktor: Substitusi tepung terigu dengan tepug jambu biji sebagai faktor pertama.: A1 = 5%, A2 = 10%, A3 = 15%, faktor kedua adalahmargarin substitusi minyak sawit merah : B1 = 0%, B2 = 10%, B3 = 20%. Kandungan air, abu, betakaroten, lemak, dan serat kasar cookies yang dihasilkan dianalisi secara kimiawi. serta uji kesukaan organoleptik dan analisis fisik warna dan tekstur. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kadar air cookies, kadar abu, kadar beta-karoten, kadar sera kasar, warna L, dan tekstur dipengaruhi secara signifikan ketika tepung terigu diganti dengn tepung jambu biji. Pada cookies, substitusi minyak sawit merah untuk margarin berpengauh nyata terhadap betakaroten, lemak, warna L, warna a, dan warna b. Pelanggan menukai A1B2, yang menggantikan tepung terigu dengan tepung jambu biji dan margarin dengan nyak kelapa sawit merah, sebagai kue yang paling populer.
Referensi
Allaitsiy, A. W., Popang, E. G., Tp, S., Lisnawati, A., & Si, M. (2016). : Persentase Oil Loses yang terdapat pada Janjangan Kosong Di PT Sasana Yudha Bhakti Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara.
Harahap, S., Lubis, Z., & Rahman, A. (2019). Analisis Potensi dan Strategi Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit di Kabupaten Labuhanbatu. AGRISAINS: Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis, 1(2), 162–176. https://doi.org/10.31289/agrisains.v1i2.246
Haryanti, A., Norsamsi, N., Fanny Sholiha, P. S., & Putri, N. P. (2014). Studi Pemanfaatan Limbah Padat Kelapa Sawit. Konversi, 3(2), 20. https://doi.org/10.20527/k.v3i2.161
Imam, P., Berd, I., & Kasim, A. (2018). Model Prediksi Mutu Perebusan Tandan Buah Segar Sawit Pada Berbagai Ukuran Berat, Tingkat Kematangan Buah Dan Masa Rebusnya Untuk Sterilizer Horizontal.
Marpaung, S. B., Ritonga, D. A. A., & Irwan, A. (2021). Analisa Risk Priority number (RPN) terhadap keandalan Komponen Mesin Thresher dengan Menggunakan Metode FMEA di PT.XYZ. JiTEKH, 9(2), 74–81.https://doi.org/10.35447/jitekh.v9i2.427
Masruroh, L. (2021). Proses Perebusan Kelapa Sawit Pada Stasiun Sterilizer (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau). Jurnal Teknologi Pertanian, 10(1).
Nurrahman, A., Permana, E., & Musdalifah, A. (2021). Analisa Kehilangan Minyak (Oil Losses) Pada Proses Produksi Di Pt X. Jurnal Daur Lingkungan, 4(2), 59. https://doi.org/10.33087/daurling.v4i2.89
Rantawi, A. B. (t.t.). Pengaruh Kualitas Buah Yang Diolah Terhadap Daya Serap Janjang Kosong Dengan Variabel Berondolan. 3.
Rantawi, A. B., & Mahfud, A. (t.t.). Efektifitas penggunaan double deck bunch crusher untuk meminimalkan persentase fruit losses in empty bunch.
Suandi, A., Supardi, N. I., & Puspawan, A. (2016). Analisa Pengolahan Kelapa Sawit dengan Kapasitas Olah 30 ton/jam Di PT. BIO Nusantara Teknologi. 17.
Zakaria, P. R. (t.t.). Perbaikan Mesin Digester dan Press untuk menurunkan Oil Losses di Stasiun Press dengan Metode PDCA ( studi kasus di PT. XYZ ). 2.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


