Efektivitas Penggunaan Kompos Kotoran Babi terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Mineral dan Tanah Gambut

Penulis

  • Yunus Sirait Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Betti Yuniasih Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Enny Rahayu Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kompos Kotoran Babi, Bibit Kelapa Sawit, Main Nursery, Tanah mineral, Tanah gambut

Abstrak

Kompos kotoran kandang babi berpotensi menjadi pupuk organik karena memiliki tekstur yang halus dan juga mengandung unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta bahan organik yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit. Dengan demikian kotoran babi ini bisa menjadi pupuk alternatif yang bisa dimanfaatkan guna mengurangi pengaplikasian pupuk kimia, sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat menekan biaya perawatan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis kompos kotoran babi, mengetahui pengaruh jenis media tanam yang baik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit, serta mengetahui interaksi antara dosis kompos kotoran babi dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery. Penelitian dilaksanakan di Desa Tambusai Barat, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, selama 3 bulan mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis tanah yaitu tanah mineral dan tanah gambut dan dosis kompos kotoran babi (kontrol pupuk NPK, 50, 100, 150, 200, dan 250 gram/polybag/minggu),  dengan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 36 pokok sampel. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tajuk, panjang akar, berat basah dan kering tajuk, serta berat basah dan kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos kotoran babi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (Sig. = 0,020), diameter batang (Sig. = 0,044), berat basah tajuk (Sig. = 0,033), dan berat kering tajuk (Sig. = 0,046), dengan dosis 250 gram/polybag/minggu menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (19,25 cm) dan diameter batang terbesar (1,23 cm). Faktor jenis tanah tidak berpengaruh nyata pada seluruh variabel yang diamati (Sig. > 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompos kotoran babi efektif digunakan sebagai pupuk organik alternatif untuk mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery, baik pada media tanah mineral maupun tanah gambut.

Referensi

Adnan, I. S., Utoyo, B., & Kusumastuti, A. (2015). Pengaruh Pupuk NPK dan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq . ) di Main Nursery ( The Effect of NPK Fertilizer and Organic Fertilizer on the Growth of Oil Palm [ Elaeis guineensis Jacq .] Seedling in Main Nursery. Jurnal AIP, 3(2), 69–81. https://jurnal.polinela.ac.id/AIP/article/view/20

Arwati, D., & Sukadi. (2025). Pemanfaatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dan Limbah Peternakan untuk Tanaman Sayuran di lahan Gambut. PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN, 8(1), 48–60. https://doi.org/10.46774/pptk.v6i1.533.

Charloq, Yazid, A., & Yohanes, A. (2024). RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis Jacq ) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BIOCHAR PADA TANAH GAMBUT GROWTH RESPONSE OF OIL PALM SEEDLINGS ( Elaeis guineensis Jacq .) BY APPLYING SEVERAL TYPES OF BIOCHAR TO PEAT SOILS. Jurnal Pertanian Agros, 26(1), 4421–4427. http://dx.doi.org/10.37159/jpa.v26i1.3756

Hidayat, F., Syarovy, M., Pradiko, I., & Rahutomo, S. (2020). Aplikasi Kotoran Sapi untuk Perbaikan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Media Sub Soil. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 28(1), 51–58. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v28i1.107

Lase, B. Y. K., Loi, N., Lombu, S. I., Waruwu, D. P. D., Buulolo, F., Gulo, L. B., Zai, M. S. R., Halawa, N., Lugu, R., & Ndruru, W. P. (2025). Pembuatan pupuk organik cair (poc) dari limbah kotoran ternak babi di desa la’uso kecamatan onohazumba. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 106–117. https://doi.org/10.57094/haga.v4i2.4424.

Murnita, M., & Taher, Y. A. (2021). Dampak pupuk organik dan anorganik terhadap perubahan sifat kimia tanah dan produksi tanaman padi (Oriza sativa L.). Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 15(2). https://doi.org/10.31869/mi.v15i2.2314

Nasution, S. H., Hanum, C., & Ginting, J. (2014). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Berbagai Perbandingan Media Tanam Solid Decanter dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Sistem Single Stage. Jurnal Online Agroteknologi, 2(2), 691–701. DOI: 10.32734/jaet.v2i2.7076

Rosa, R. N., & Zaman, S. (2017). Pengelolaan Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) Di Kebun Bangun Bandar, Sumatera Utara. Buletin Agrohorti, 5(3), 325–333. https://doi.org/10.29244/agrob.v5i3.16470

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Sirait, Y., Yuniasih, B., & Rahayu, E. (2026). Efektivitas Penggunaan Kompos Kotoran Babi terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Mineral dan Tanah Gambut . AGROFORETECH, 4(3), 1284–1289. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2876

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>