Pengaruh Berbagai Metode Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery pada Lapisan Top Soil dan Sub Soil
Kata Kunci:
kelapa sawit, pre-nursery, topsoil, subsoil, pupuk organik cair (POC), metode aplikasi, pertumbuhan bibitAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara metode aplikasi pupuk organik cair (POC) dan jenis lapisan tanah (topsoil dan subsoil), serta untuk menentukan metode aplikasi POC dan jenis lapisan tanah terbaik dalam merangsang pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu metode aplikasi POC (kontrol, spray ke daun, aplikasi langsung ke media tanam, dan injeksi ke tanah) dan jenis lapisan tanah (topsoil dan subsoil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi nyata antara kedua faktor hanya terjadi pada parameter jumlah daun, di mana kombinasi topsoil dengan metode injeksi ke tanah menghasilkan jumlah daun tertinggi. Metode aplikasi POC tidak menghasilkan perbedaan yang nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan menunjukkan bahwa bibit pada fase pre-nursery belum merespons perbedaan cara aplikasi POC secara signifikan. Sebaliknya, jenis lapisan tanah memberikan pengaruh yang lebih dominan, dengan topsoil secara konsisten memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik daripada subsoil pada beberapa parameter pertumbuhan, yang mencakup tinggi bibit, bobot segar, bobot kering, dan lebar daun. Dengan demikian, topsoil merupakan media tanam paling optimal untuk mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap awal pembibitan.
Referensi
Farrasati, R., Rahutomo, S., Pradiko, I., & Ginting, E. N. (2021). Pemupukan Melalui Tanah Serta Daun Dan Kemungkinan Mekanismenya Pada Tanaman Kelapa Sawit. Warta Ppks, 26(1), 7–19.
Gunawan, J., Hazriani, R., & Mahardika, R. Y. (2020). Morfologi Dan Klasifikasi Tanah (1st Ed.). Universitas Tanjung Pura Press. Https://Www.Researchgate.Net/Publication/340339075
Kasiman, K., Ramadhani, D. S., & Syafrudin, M. (2017). Karakteristik Morfologis Dan Anatomis Daun Tumbuhan Semai. Ulin – Jurnal Hutan Tropis, 1(1), 29–38.
Pahan, I. (2015). Panduan Teknis Budidaya Kelapa Sawit (Veronica & Yudi Haryanto (Eds.)). Penebar Swadaya.
Pebrianto, R., Yusuf, M., & Ibrahim, E. (2023). Pendampingan Dan Pengembangan Pembibitan Kelapa Sawit Tahap Pre Nursery. Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 261–269. Https://Doi.Org/10.37478/Abdika.V3i3.3103
Prasetyo, D., & Evizal, R. (2021). Pembuatan Dan Upaya Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Cair. Agrotropika, 20(2), 68–80.
Pratama, J., Rohmiyati, S. M., & Setyawati, E. R. (2022). Pengaruh Dosis Solid Pada Lapisan Tanah Berbeda. Jurnal Pertanian Agros, 24(3), 1292–1302.
Sanda, N., & Syam, N. (2018). Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Kascing Dan Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat. In Lycopersicum Esculantum Mill) Jurnal Agrotek (Vol. 2, Issue 1).
Saputra, D., Hastuti, P. B., & Rohmiyati, S. M. (2017). Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery Pada Beberapa Jenis Tanah Yang Berbeda. Jurnal Agromast, 2(1), 1–7.
Saputra, D., Mardu, R. H., & Ginting, C. (2019). Pengaruh Konsentrasi Dan Frekuensi Penyiraman Poc Urin Kambing Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Pre Nursery. Jurnal Agroforetech, 1(1), 1–8.
Simanihuruk, B. W., Silitonga, S. R. P., Silitonga, P., & Gusmara, H. (2020). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre-Nursery Terhadap Komposisi Media Tanam. Journal Of Agricultural Science), Juni, 20(1), 66–73. Http://Jurnal.Unmuhjember.Ac.Id/Index.Php/Agritrop
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


