Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Main Nursery terhadap Pemberian Pupuk Organik pada Lapisan Tanah yang Berbeda

Penulis

  • M Galih Mahendra Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sri Manu Rohmiyati Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Ety Rosa Setyawati Program Studi Agroteknologi , INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Pupuk Organik, Lapisan Tanah, Bibit Kelapa Sawit

Abstrak

Riset ini berencana guna melihat dan mengamati pengaruh dari berbagai pupuk organik di lapisan tanah yang berbeda pada tumbuh kembang bibit tanaman kelapa sawit tahap main nursery pada tanah regosol. Penelitian ini bertempat di KP2 Maguwoharjo Institut Pertanian Stiper Yogyakarta pada bulan Januari s/d April 2026. Riset ini memakai rancangan percobaan faktorial rancangan acak lengkap (RAL) yang dengan dua faktor perlakuan. Faktor 1 meliputi macam pupuk organik yang terdiri dari 3 macam berupa pupuk kandang ayam, azolla, dan pupuk kompos limbah pasar. Faktor kedua yaitu lapisan tanah yang terdiri dari 3 lapisan, kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm. Pengujian memberikan hasil yang dimana terdapat hasil signifikan antara kombinasi macam pupuk organik pada lapisan tanah pada berat segar akar, berat kering akar, dan volume akar bibit kelapa sawit main nursery. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pupuk organik azolla memberikan pengaruh nyata terhadap panjang akar dan luas daun bibit kelapa sawit main nursery. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan lapisan tanah pada kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm berpengaruh sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery

Referensi

Ariyanto. (2010, March 26). Klasifikasi Struktur Tanah. Universitas Sebelas Maret. https://ariyanto.staff.uns.ac.id/files/2010/03/kesuburan-04b.pdf

Brady, N. C., & R. R. Weil. (2017). The Nature and Properties of Soils (15th ed.). Pearson Education. https://www.researchgate.net/publication/301200878_The_Nature_and_Properties_of_Soils_15th_edition

Eghball, B. (2002). Soil Properties as Influenced by Phosphorus‐ and Nitrogen‐Based Manure and Compost Applications. Agronomy Journal, 94(1), 128–135. https://doi.org/10.2134/agronj2002.1280

Fathin, S. L., E. D. Purbajanti, & E. Fuskhah. (2019). Pertumbuhan dan Hasil Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) pada Berbagai Dosis Pupuk Kambing dan Frekuensi Pemupukan Nitrogen. Jurnal Pertanian Tropik, 6(3), 438–447. https://doi.org/10.32734/jpt.v6i3.3193

Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo.

Hartatik, W., Husnain, & Widowati, L. R. (2015). Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman Role of Organic Fertilizer to Improving Soil and Crop Productivity. Sumberdaya Lahan, 9(2), 107–120. http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jsl/article/view/6600/5859

Indriani, Y. H. (2011). Membuat Kompos secara Kilat. Penebar Swadaya.

Kuncarawati, L., S. Husen, & M. Rukhiyat. (2003). Aplikasi Teknologi Pupuk Organik Azolla pada Budidaya Tanaman Padi Sawah di Desa Tegal Gondo Kecamatan Krangploso Malang. Jurnal Dedikasi, 1(1), 94–99.

Nasution, M. H. , I. A. Mahbub, & Z. Gani. (2015). Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Biochar Sekam Padi dan Kompos Kulit Kopi pada Tanah Sub Soil Di Polybag [Artikel ilmiah tidak dipublikasikan]. Universitas Jambi.

Nazari, Y. A., Fakhrurrazie, N. Aidawati, & Gunawan. (2015). Deteksi Perakaran Kelapa Sawit Pada Lubang Biopori Modifikasi Dengan Metode Geolistrik Resistivitas. Ziraa Majalah Ilmiah Pertanian, 40(1). https://www.researchgate.net/publication/402581924_Deteksi_Perakaran_Kelapa_Sawit_Pada_Lubang_Biopori_Modifikasi_Dengan_Metode_Geolistrik_Resistivitas

Nora, S., & C. D. Mual (2018). Budidaya Tanaman Kelapa. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian.

Nurlaila, & Hendri. (2019). Komposisi Media Tanam Pada Pembibitan Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis). Jurnal Agriment, 4(01), 1–5. https://doi.org/10.51967/jurnalagriment.v4i01.157

Suharno, I. Mawardi, Setiabudi, N. Lunga, & Tjitrosemito, S. (2007). Nitrogen–use efficiency in different vegetation type at Cikaniki Research Station, Halimun-Salak Mountain National Park, West Java. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 8(4). https://doi.org/10.13057/biodiv/d080409

Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Kanisius.

Woittiez, L. S. Turhina, D. Deccy, M. Slingerland, M. Van Noordwijk, & K. E. Giller (2018). Fertiliser Application Practices and Nutrient Deficiencies in Smallholder Oil Palm Plantations in Indonesia. Experimental Agriculture, 55(4), 543–559. https://doi.org/10.1017/S0014479718000182

Yudistina, V., Santoso, M., & Aini, N. (2017). Hubungan antara Diameter Batang dengan Umur Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kelapa Sawit. Buana Sains, 17(1), 43. https://doi.org/10.33366/bs.v17i1.577

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-24

Cara Mengutip

Mahendra, M. G., Rohmiyati, S. M., & Setyawati, E. R. (2026). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Main Nursery terhadap Pemberian Pupuk Organik pada Lapisan Tanah yang Berbeda. AGROFORETECH, 4(2), 611–617. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2648

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 4 5 6 7 8 9