Pengaruh Sumber Fosfat dan Asam Amino terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)
Kata Kunci:
Cabai rawit, Asam amino, Sumber fosfatAbstrak
Produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.), yang merupakan produk hortikultura bernilai tinggi, sangat bergantung pada ketersediaan nutrisi, khususnya fosfor, dan peran peningkat pertumbuhan seperti asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai sumber pupuk fosfat dan asam amino, beserta kombinasinya, mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai rawit. Percobaan dilakukan di Yogyakarta, Sleman, Jl. Nangka, Krodan, Maguwoharjo, dari Juni hingga November 2025. Desain RAL faktorial digunakan untuk percobaan ini, yang melibatkan dua faktor kunci. Faktor pertama adalah jenis pupuk fosfat, yang meliputi kontrol (SP-36), pupuk cair yang terbuat dari batang pisang, pupuk cair daun moringa, dan pupuk fosfat cair. Faktor kedua adalah konsentrasi asam amino, yang diuji pada tiga tingkatan: 15 ml/L, 10 ml/L, dan tanpa asam amino. Sebanyak 48 unit percobaan dibuat, dibagi menjadi 12 kombinasi perlakuan, dengan setiap kombinasi diulang empat kali. Data pertama kali dianalisis menggunakan ANOVA dengan ambang batas signifikansi 5%, dan jika terdapat perbedaan signifikan, uji DMRT diterapkan. Hasil menunjukkan bahwa berbagai sumber pupuk fosfat memiliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit, terutama terkait tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah cabang sekunder. Selain itu, pemberian asam amino juga mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit ini. Satu-satunya dampak yang terlihat dari kombinasi asam amino dan pupuk fosfat adalah pada jumlah daun; karakteristik pertumbuhan lainnya dan hasil generatif tetap tidak berubah
Referensi
Aziez, A. F., Cahyono, O., Utami, D. S., Budiyono, A., Priyadi, S., Daryanti, & Cahyani, N. I. (2022). Respon Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit terhadap Penggunaan Pupuk Fosfat Cepat Larut dan Pupuk Kandang. Jurnal Ilmiah Agrineca, 22(2), 78–82. https://www.neliti.com/publications/373510/respon-pertumbuhan-dan-hasil-cabai-rawit-pada-penggunaan-pupuk-fosfat-cepat-lar
Danapriatna, N. (2010). Biokimia Penambatan Nitrogen Oleh Bakteri Non Simbiotik Oleh : Nana Danapriatna Abstract. Media Akuakultur, 1(2), 125–138.
Haryantini, B. A., Situmorang, Y., Nurbaity, A., & Simarmata, T. (2023). Effects of soil ameliorant composition on soil properties and chili (Capsicum annuum L.) yield in inceptisols Jatinangor. Jurnal AGRO, 10(1), 164–174. https://doi.org/10.15575/24389
Ilyasa, M., Hutapea, S., & Rahman, A. (2017). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) terhadap Pemberian Kompos dan Biochar dari Limbah Ampas Tebu. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi Dan Ilmu Pertanian, 3(1), 39–49. https://doi.org/10.31289/agr.v3i1.2065
Irmawati, F., Fatturahman, & Loh Jayanti, A. (2021). Pengaruh Asam Amino dan Vitamin B1 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Varietas Baja. Journal of Fisheries Sustainability, 1(1), 1–7. https://jurnal.untag-banyuwangi.ac.id/index.php/jofis/article/view/130
Jannah, A. N., Yurlisa, K., & Sudiarso. (2025). Pengaruh Pupuk NPK dan Asam Humat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Produksi Tanaman, 13(9), 617–629. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2025.013.09.02
Saraswati, R., Setyorini, D., & Anwar, K. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. In Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, Jawa Barat. (Vol. 1, Issue 2). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, Jawa Barat.
Sari, K. R., Battong, U., & Rahing, A. (2020). The Effect of Plant Distance and The Use of Mulch on Growth and Yield of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.). EnviroScienteae, 16(1), 77–84.
Sihmawati, R. R., P., T. W. S., & Wardah. (2023). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabe Keriting (Capsicum annum L.). STIGMA: Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa, 16(1), 17–22. https://doi.org/10.36456/stigma.16.1.7292.17-22
Suliasih, Widawati, S., & Muharam, A. (2010). Aplikasi Pupuk Organik Dan Bakteri Pelarut Fosfat Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat Dan Aktivitas Mikroba Tanah. Jurnal Hortikultura, 20(3), 241–246.
Supriyanto, A., Permatasari, A. D., & Nurhidayati, T. (2014). Pengaruh inokulan bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza asal Desa Condro, Lumajang, Jawa Timur terhadap pertumbuhan tanaman cabai …. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 3(2). http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni/article/view/6868
Ziaulhaq, W., & Amalia, D. R. (2022). Pelaksanaan Budidaya Cabai Rawit sebagai Kebutuhan Pangan Masyarakat. Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics, 1(1), 27–36. https://doi.org/10.55927/ijaea.v1i1.812
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


