Pengaruh Dosis Campuran Herbisida Metil Metsulfuron dan Cuka Dapur terhadap Gulma Daun Lebar (Asystasia gangetica) di Perkebunan Kelapa Sawit

Penulis

  • Daniel Ananto Ananto Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Idum Satia Santi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Abdul Mu'in Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Asytasia gangetica, metil metsulfuron, cuka dapur, kelapa sawit

Abstrak

Penelitian ini didasari oleh fenomena dominansi gulma daun lebar Asystasia gangetica yang berperan sebagai kompetitor utama dan berpotensi menghambat produktivitas tanaman kelapa sawit. Penggunaan herbisida sintetis metil metsulfuron secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan upaya penurunan dosis dengan penambahan adjuvan alami seperti cuka dapur (asam asetat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara metil metsulfuron dan cuka dapur serta menentukan dosis kombinasi yang paling efektif dalam mengendalikan gulma Asystasia gangetica. Metode penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis metil metsulfuron (0,3 g/L; 0,4 g/L; dan 0,5 g/L) dan faktor kedua adalah dosis cuka dapur (0 ml/L; 50 ml/L; 100 ml/L; dan 150 ml/L). Parameter yang diamati adalah tingkat kerusakan gulma secara visual menggunakan skala WSSA pada 7, 14, 21, 28, 35, dan 42 hari setelah aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metil metsulfuron dan cuka dapur memberikan interaksi nyata pada fase awal pengamatan (7–28 HSA) yang ditunjukkan oleh munculnya gejala kerusakan gulma berupa klorosis, nekrosis, dan terhambatnya pertumbuhan gulma. Kombinasi perlakuan metil metsulfuron 0,4 g/L dengan cuka dapur 100 mL/L menunjukkan efektivitas tertinggi dalam mempercepat kerusakan gulma. Namun demikian, pada pengamatan akhir (42 HSA) seluruh perlakuan menunjukkan tingkat kematian gulma yang sama, yaitu mati total. Hal ini menunjukkan bahwa dosis terendah metil metsulfuron (0,3 g/L) sudah efektif dalam membunuh gulma Asystasia gangetica, sedangkan penambahan cuka dapur berperan dalam mempercepat proses kerusakan gulma pada fase awal setelah aplikasi.

Referensi

Arbania, I. O., Sudirman, A., Sari, S., & Syofian, M. (2021). Efikasi Kombinasi Herbisida Metil Metsulfuron dan Asam Asetat pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Menghasilkan. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 9(1), 23–34.

Gemilang, M. R., Pujisiswanto, H., & Sriyani, N. (2017). Peningkatan Efektivitas Cuka Dengan Penambahan Larutan Buah Lerak Terhadap Gulma Cyperus Rotundus , Eleusine Indica , Dan Synedrella Nodiflora. 5(2), 80–87.

Koriyando, V., Susanto, H., & Pujisiswanto, H. (2014). Efikasi Herbisida Metil Metsulfuron Untuk Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq .). 2(3), 375–381.

Pertanian, K. (2024). Analisis Kinerja Perdagangan Kelapa Sawit. Pusat Dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jendral Kementerian Pertanian, 1–64.

Rannando, Salmiyati, Azmi Yudia, Fachri Ibrahim Nasution, Niswatul Khasanah, & Riky Mariandy. (2023). Identifikasi Vegetasi Gulma Pada Tanaman Menghasilkan (Tm) Kelapa Sawit Di Lahan Gambut. Jurnal Pertanian,Peternakan, Perikanan, 1(1), 61–69.

Saleh, A., Dibisono, M. Y., & Gea, S. U. (2020). Keragaman Gulma Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Dan Sudah Menghasilkan Di Kebun Rambutan Pt. Perkebunan Nusantara Iii Diversity. Agro Estate Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit Dan Karet.

Sani, H. M., Fairul, M., & Mohd, I. (2022). Acetic Acid Percentages in Natural Herbicide for Weed Control. Multidisciplinary Applied Research and Innovation, 3(2), 1–7.

Sinambela, B. R. (2024). Dampak Penggunaan Pestisida Dalam Kegiatan Pertanian Terhadap Lingkungan Hidup Dan Kesehatan. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 8(1), 76–85.

Tjitrosoedirdjo, S. S., Mawardi, I., & Tjitrosoedirdjo, S. (2016). 75 Important Invasive Plant Species in Indonesia. In SEAMEO BIOTROP (Vol. 1, Issue 1). SEAMEO BIOTROP.

Umiyati, U., & Kurniadie, D. (2018). Pengendalian Gulma Umum Dengan Herbisida Campuran (Amonium Glufosinat 150 g/l dan Metil Metsulfuron 5 g/l) Pada Tanaman Kelapa Sawit TBM. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 26(1), 29–35.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Ananto, D. A., Santi, I. S., & Mu’in, A. (2026). Pengaruh Dosis Campuran Herbisida Metil Metsulfuron dan Cuka Dapur terhadap Gulma Daun Lebar (Asystasia gangetica) di Perkebunan Kelapa Sawit. AGROFORETECH, 4(1), 201–207. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2440

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2