Upaya Minimalisasi Losses di Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Miring Tanpa Teras
Kata Kunci:
Losses, Topografi bukit tanpa terasanAbstrak
Losses disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi pada proses pemanenan. Perlu dilakukan upaya-upaya dalam meminimalkan losses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi sumber terjadinya losses pada topografi yang berbeda, menghitung kerugian akibat kehilangan hasil, serta biaya yang dinilai perlu untuk melakukan minimalisasi losses. Penelitian ini dilakukan di PT. Inti Indosawit Subur, Kebun Buatan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dan dilaksanakan pada tanggal 08 November 2023 – 07 Januari 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif yaitu metode yang memusatkan diri dari permasalahan yang terjadi pada masa sekarang dan aktual di lapangan. Parameter yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu Pasar Pikul, Piringan, TPH, Ketersediaan alat panen dan ketidakdisiplinan pemanen. Perkebunan yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah perkebunan kelapa sawit dengan tanaman yang telah menghasilkan dengan umur yang sama dalam pengambilan sample menggunakan jenis lahan topografi bukit tanpa terasan. Pada lokasi jenis lahan diambil sample 2 blok sample. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian kali ini yaitu kebersihan gulma khususnya pada TPH, Pasar Pikul & Piringan sangat berpengaruh terhadap losses yang terjadi. Tidak hanya kebersihan gulma tetapi habit pemanen juga berpengaruh terhadap losses yang terjadi di lapangan. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diperkirakan kerugian sebelum perlakuan adalah Rp 309.888/ha/tahun, dan setelah perlakuan menjadi Rp 142.560/ha/tahun, sehingga nilai manfaat yang didapat dengan perlakuan adalah Rp 167.328/ha/tahun.
Referensi
Anugrah, P. T. . A. W. (2018). Pengelolaan Pamenanen dan Transportasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq) di Bangun Bandar Estete, Sumatera Utara. Bul. Agorhorti . 6, 213–220.
Darmosakoro, W., E. S. S. dan W. (2003). Lahan dan Pemupukan Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.
Fauzi, Widyastuti, Satyawibawa, dan P. (2014). Kelapa Sawit: Budidaya, Pemanfaatan Hasil dan Limbah, Analisis Usaha dan Pemasukan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hakim. (2013). Kelapa Sawit Teknis Agronomis & Manajemen. Media Perkebunan. Yogyakarta.
Kuvaini, A. (2010). Teknik Penanganan Kehilangan (Losses) Berondolan kelapa Sawit Pada Areal Berbukit di Perkebunan Kelapa Sawit PT Tintin Boyok Sawit Makmur Propinsi Kalimantan Barat. Jurnal Citra Widya Edukasi 4.1 (2012), 1–11.
Lubis, R. E., & Lontoh, A. P. (2016). Manajemen panen kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Adolina, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Buletin Agrohorti, 4 (2), 144–154.
Mangoensoekarjo, S. & Semangun, H. (2003). Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit. Gajah Mada Univerity press. Yogyakarta.
Mangoensoekarjo, S. & Tojib, A. . (2008). Manajemen Budidaya Kelapa Sawit. Gajah Mada University press. Yogyakarta.
Manurung, Reza Pahlawan., Tri Nugraha Budi Santosa., C. G. (2017). Kajian Losses Berondodolan di Perkebunan Kelapa Sawit di Kebun Aek Tarum, PT. Gunung Melayu, Asian Agri Group, Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Agromast, 1–9.
Naibaho. (2016). Teknik Pengolahan Kelapa Sawit. Agro Media Pustaka. Medan.
Nugroho. (2019). Teknologi Agroindustri Kelapa Sawit. Lambung Mangkurat University Press. Banjarmasin.
Pahan. (2008). Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.
Pardamean. (2008). Sukses Membuka Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.
Siregar, M.R & Wachjar, A. (2017). Manajemen Panen Kelapa Sawit. Buletin Agrohorti. Jakarta.
Situmorang, A. & Junaedi, A. (2016). Manajemen Panen Kelapa Sawit. Buletin Agrohorti. Kalimantan Tengah.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


