Efektivitas Kombinasi Pupuk Organik Cair dan Dolomit dalam Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery pada Tanah Masam Ultisol

Penulis

  • Krisna Dwi Setiadi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Enny Rahayu Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Githa Noviana Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

bibit kelapa sawit, dolomit, poc kulit pisang, tanah ultisol, main nursery

Abstrak

Tanah Ultisol memiliki karakteristik berupa tingkat kemasaman yang tinggi serta tingkat kesuburan kimia yang relatif rendah, sehingga kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan bibit kelapa sawit. Kombinasi antara dolomit dan pupuk organik cair (POC) kulit pisang diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tingkatan Main Nursery sekaligus memulihkan kualitas media tanamnya. Fokus dari studi ini adalah menganalisis dampak aplikasi POC kulit pisang, penggunaan dolomit, serta kombinasi interaksi keduanya terhadap laju pertumbuhan bibit kelapa sawit pada media tanah Ultisol yang bersifat masam. Selama tiga bulan di fase Main Nursery, penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama ialah konsentrasi POC kulit pisang (0%, 30%, dan 40%), sedangkan faktor kedua yaitu pemberian dolomit dengan dosis 0, 40, dan 60 g/polybag. Penelitian terdiri atas sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diukur mencakup dimensi pertumbuhan bibit, meliputi tinggi bibit, jumlah dan lebar daun, diameter batang, serta panjang akar. Selain itu, dilakukan pula penimbangan terhadap berat basah dan berat kering pada bagian tajuk tanaman maupun akar. Temuan eksperimen mengindikasikan bahwa perlakuan dengan dosis dolomit serta konsentrasi POC dari kulit pisang belum mampu memberikan respons yang signifikan bagi tiap-tiap parameter pertumbuhan yang diukur. Pertumbuhan bibit kelapa sawit juga tidak dipengaruhi secara nyata oleh adanya interaksi antara perlakuan pupuk organik cair (POC) dari kulit pisang dan dolomit. Dengan demikian, pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan kulit pisang hingga taraf 40% dan dolomit hingga 60 g/polybag belum efektif dalam memacu pertumbuhan bibit kelapa sawit secara signifikan pada tanah Ultisol selama penelitian berlangsung.

Referensi

Fikri, A., Hastuti, P. B., & Firmansyah, E. (2023). Pengaruh Topografi terhadap Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit pada Panen Perdana. Agroforetech, 1(September), 1358–1367.

Harianto, Hanif, F., Rajab, M, A., Arif, M, M., Bustami, & Yustendi, D. (2023). Pertanian Terpadu ; Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal ( MOL ) Kepada Masyarakat Lubok Batee Kabupaten Aceh Besar. Pengabdian Pada Masyarakat, 5(4), 485–491.

Kasno, A., & Mulyani, A. (2019). Perbaikan Tanah untuk Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pemupukan Berimbang dan Produktivitas Lahan Kering Masam. Jurnal Sumberdaya, 13 No. 1, 27–40.

Nasution, M. H. (2023). Pengaruh Pemberian Sludge Limbah Kelapa Sawit dan POC Kulit Pisang Pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq ) di Pre-Nursery. Ilmiah Mahasiswa Pertanian [JIMTANI], 3. No 1 (2, 1–12. https://doi.org/jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimtani/article/view/1124/2362

Prihantoro, I., Permana, A, T., Suwarto, Aditia, E, L., & Waruwu, Y. (2023). Efektivitas Pengapuran dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum ( Sorghum bicolo r ( L .) Moench ) sebagai Hijauan Pakan Ternak ( Liming Effectivity in Increasing Sorghum ( Sorghum bicolo r ( L .) Moenc ) Growth and Productivity as Feed. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(April), 297–304. https://doi.org/10.18343/jipi.28.2.297

Purwosetyoko, N, S., Rafli, M., Faisal, & N, M, Y. (2022). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq ) Fase Pre Nursery Menggunakan Ekstraks Daun Muccuna Bracteata. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi, 1(2), 34–38. https://doi.org/10.29103/jimatek.v1i2.8463

Putri, A., Redaputri, A, P., & Rinova, D. (2022). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Pupuk Menuju Ekonomi Sirkular (UMKM Olahan Pisang Di Indonesia). Jurnal Pengabdian UMKM., 1 No 2, 104–109. https://doi.org/https://jpu.ubl.ac.id/index.php/jpu

Rahmawati, A, E., Hairiah, K., & Widianto. (2018). Hambatan Pertumbuhan Akar Kelapa Sawit Oleh Aluminium Di Lapisan Tanah Bawah. Penambahan Campuran Kapur dan Kompos untuk Memperbaiki Pertumbuhan Akar.

Rahutomo, A, B., Karuniasa, M., & Frimawaty, E. (2022). Peningkatan Produktivitas Lahan Pekebun Melalui Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 21(1), 43–55. http://dx.doi.org/10.21082/akp.v21n1.2023.43-55

Rozi, M, B., & Prastia, B. (2019). Pengaruh Dosis Kapur Dolomit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) TM 15 Pada Ultisol Di Kabupaten Bungo. Jurnal Sains Agro, 4(April). https://doi.org/http://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/saingro/index

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Setiadi, K. . D., Rahayu, E., & Noviana, G. (2026). Efektivitas Kombinasi Pupuk Organik Cair dan Dolomit dalam Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery pada Tanah Masam Ultisol. AGROFORETECH, 4(3), 1131–1136. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2833

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >>