Analisis Vegetasi Habitat Burung Cendrawasih (Paradisaeidae) di Dusun Warkesi Raja Ampat Papua Barat Daya
Kata Kunci:
Analisis vegetasi, Burung Cendrawasih, Habitat, Indeks Nilai Penting (INP)Abstrak
Cendrawasih Merah (paradiseae rubra) serta Cendrawasih Botak (cicinnurus respublica) adalah burung khas papua yang keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi hutan. Hutan menjadi tempat utama bagi burung cendrawasih ini untuk hidup dan berkembang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat komposisi dan bentuk vegetasi di habitat cendrawasih pada Dusun Warkesi, Raja Ampat, Selain itu juga untuk mengetahui jenis tumbuhan yang paling dominan disetiap tingkatan pertumbuhan berdasarkan perhitungan Indeks Nilai Penting atau INP. Metode yang digunakan yaitu, Nested Sampling atau Petak Bertingkat. Lokasi pengambilan data dipilih di area hutan sekunder. Dari hasil penelitian data dipilih secara purposive di area hutan sekunder. Dari hasil data penelitian didapati 33 jenis tumbuhan Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Nilai Penting (INP), vegetasi yang mendominasi pada tingkat semai adalah Pucuk Merah (syzygium myrtifolium), tingkat pancang didominasi oleh Matoa (pometia pinnata), tingkat tiang didominasi oleh Ara (ficus microcarpa), serta tingkat pohon didominasi oleh Damar (agathis labillardierei). Dari spesies tersebut, pohon Damar (agathis labillardierei) dan Gaharu (gyrinops versteegii) mempunyai peran penting sebagai tempat bagi burung cendrawasih untuk melakukan perkawinan, serta pohon Ara berperan sebagai tempat istirahat. Sedangkan Matoa (pometia pinnata) dan Pala hutan (myristica fatua)menjadi sumber makanan secara keseluruhan. Kondisi vegetasi di habitat cendrawasih ini termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata indeks kerapatan sebesar 131,67 ind/ha, sehingga dinilai sangat mendukung untuk kelestarian burung tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling di area hutan sekunder yang merupakan hutan wisata dan dikelola oleh Desa Warkesi
Referensi
Akhmaddhian, S. (2013). Peran pemerintah daerah dalam mewujudkan hutan konservasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Studi di Kabupaten Kuningan). Jurnal Dinamika Hukum, 13(3), 446-456
Antoro, B. (2024). Analisis Penerapan Formula Slovin Dalam Penelitian Ilmiah: Kelebihan, Kelemahan, Dan Kesalahan Dalam Perspektif Statistik. Jurnal Multidisiplin Sosial Dan
Fitriani, I., Andani, N. F., Yuliana, A. I., & Syaifudin, A. (2021). Keanekaragaman Vegetasi Pohon pada Lahan Pekarangan di Desa Tambakrejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Diversity of Tree Vegetation on Yard Land in Tambakrejo Village, Jombang District, Jombang Regency. 5(2), 85–90. anto
Handono, Nurtanti, Rosye HR Tanjung, and Lisye I. Zebua. Struktur vegetasi dan nilai ekonomi hutan mangrove Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua. Jurnal Biologi Papua 6.1 (2014): 1-11.
Havid, E., Jc, P., Dewiyanti, I., & Karina, S. (2016). INDEKS NILAI PENTING VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN KUALA IDI, KABUPATEN ACEH TIMUR. 1(April), 82–95.
Kuswanda, W., Situmorang, R. O, Kaniwa, B., Barus, S. P., & Silalahi, J. (2018). Sebuah Model dari KHDTK Aek Nauli. IPB Press.
Latupapua, L. (2026). Kelimpahan Dan Sebaran Burung Cendrawasih (Paradisaea apoda) Di Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru PropinsiI Maluku Lesly Latupapua.
Papua, C. Di. (2024). Problematika Penegakan Hukum Terhadap Ancaman Kepunahan Burung Problematika Penegakan Hukum Terhadap Ancaman Kepunahan Burung Cenderawasih Di Papua. June.
Rajagukguk, E. V. (2014). Efektivitas peraturan perdagangan satwa liar di Indonesia. Jurnal Wawasan Yuridika, 31(2), 216-228.
Yuniansari, R. (2023). Perlindungan Hutan Dan Fungsinya Bagi Kehidupan Manusia Dan Lingkungan Alam Forest Protection and Its Role in Human Life and the. 8(2)
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


