Pengaruh POC Limbah Tomat dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Hijau (Solanum melongena L)
Kata Kunci:
Terong Hijau, Pupuk Organik Cair, Limbah Tomat, Pupuk Fosfor, Pertumbuhan Tanaman, Hasil TanamanAbstrak
Meskipun terong hijau (Solanum melongena L.) adalah komoditas hortikultura yang menguntungkan dan kaya akan nutrisi, produktivitasnya masih rendah karena pemupukan yang tidak tepat. Berpotensi mengurangi kesuburan tanah dalam jangka panjang dengan bergantung pada pupuk anorganik, terutama fosfor (P). Pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah tomat dapat digunakan sebagai alternatif yang aman bagi lingkungan dan dapat digunakan bersama dengan pupuk P untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana pupuk P, POC limbah tomat, dan kombinasi dari tiga bahan tersebut mempengaruhi perkembangan dan hasil panen terong hijau. Antara Oktober 2025 dan Januari 2026, penelitian ini dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP-2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RUPS) faktorial 3x3 dengan tiga ulangan. Konsentrasi POC (10, 20, dan 30 ml/L) merupakan faktor pertama, sedangkan jumlah pupuk P SP-36 (5, 10, dan 15 g/tanaman) merupakan faktor kedua. ANOVA dan 5% DMRT digunakan untuk mengevaluasi data. Pupuk P dan POC limbah tomat tidak berinteraksi secara signifikan dengan parameter pengamatan apa pun, menurut data. POC Limbah Tomat dapat meningkatkan Berat Kering Tanaman, Saat Berbunga, dan Bobot Buah, dengan dosis 30 ml sebagai dosis terbaik. Pupuk P SP 36 dapat mempercepat Saat Berbunga dan meningkatkan Panjang Buah, dengan dosis 15 g sebagai dosis terbaik. Disimpulkan bahwa POC limbah tomat konsentrasi 30 ml/L efektif meningkatkan biomassa kering tanaman, sedangkan kombinasi perlakuan belum menunjukkan efek sinergis yang signifikan.
Referensi
Agus, C., Faridah, E., Wulandari, D., & Purwanto, H. (2014). Peran mikroba starter dalam dekomposisi kotoran ternak dan perbaikan kualitas pupuk kandang. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(2), 179–187.
Anggraini, L., Wibowo, S., & Yuliani, D. (2023). Kandungan gizi dan aktivitas antioksidan pada buah terong. Jurnal Gizi Dan Pangan, 18(1), 35–42.
Arifiana, N. B. (2020). Peningkatan produksi dan kualitas benih okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) menggunakan aplikasi fosfor dan GA3. Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 4(2), 154. https://doi.org/10.25047/agriprima.v4i2.360
Aryani, M., Raksun, A., & Mertha, I. G. (2024). The effect of using NPK fertilizer and liquid organic fertilizer vegetable waste on the vegetative growth of purple eggplant (Solanum melongena L.). Jurnal Biologi Tropis, 24(2), 812. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i2.6973
Brady, N. C., & Weil, R. R. (2016). The Nature and Properties of Soils (15th ed.). Pearson.
Djafar, A., & Lamusu, D. (2019). Pengaruh pemberian pupuk organik sampah pasar terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Babasal Agrocyc Journal, 1(1), 1–6.
Duri, L. G. (2025). Organic fertilization and biostimulant application to improve yield and quality of eggplant while reducing the environmental impact. Plants, 14(6), 962. https://doi.org/10.3390/plants14060962
Febriansyah, R. (2025). Pengaruh kombinasi cendawan mikoriza arbuskula dan phosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Plantklopedia: Jurnal Sains Dan Teknologi Pertanian, 5(1), 20. https://doi.org/10.55678/plantklopedia.v5i1.1575
Hanafiah, K. A. (2021). Dasar-dasar Ilmu Tanah. RajaGrafindo Persada.
Hasibuan, H. (2023). Growth response and production of eggplant (Solanum melongena L.) with dosage test of chicken manure and phosphate fertilizer. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA), 5(1). https://doi.org/10.36378/juatika.v5i1.2684
Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management (8th ed.). Pearson.
Maghfoer, M. D., Soelistyono, R., & Herlina, N. (2013). Response of eggplant (Solanum melongena L.) to combination of inorganic-organic N and EM4. AGRIVITA Journal of Agricultural Science, 35(3), 296–303. https://doi.org/10.17503/agrivita-2013-35-3-p296-303
Papadopoulos, I., & Ristimäki, L. M. (2000). Nitrogen and phosphorus fertigation of tomato and eggplant. Acta Horticulturae, 511, 73–79. https://doi.org/10.17660/actahortic.2000.511.8
Setiawan, M. B., Mariyono, & Junaidi. (2021). Respon produktivitas tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap pemberian pupuk urea. Jintan: Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional, 1(1), 1. https://doi.org/10.30737/jintan.v1i1.1386
Wasis, W., & Badrudin, U. (2019). Pengaruh konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman terung (Solanum melongena L.). Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(1). https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i1.786
Zhu, Q. (2017). Effect of phosphorus rates on growth, yield, and postharvest quality of tomato in a calcareous soil. HortScience, 52(10), 1406–1412. https://doi.org/10.21273/hortsci12192-17
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


