Analisis Biaya Pemasaran Coffee Shop di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul
Kata Kunci:
Biaya Pemasaran, Coffee Shop, Efektivitas Pemasaran, Marketing Return On Investment, Net Profit MarginAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alokasi biaya pemasaran serta menganalisis efektivitas penggunaan biaya pemasaran pada coffee shop di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Pertumbuhan industri coffee shop yang pesat menciptakan tingkat persaingan yang ketat, sehingga menuntut pelaku usaha untuk mengelola alokasi biaya pemasaran secara efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik stratified random sampling, dengan mengelompokkan enam coffee shop ke dalam kategori penjualan harian rendah, sedang, dan tinggi. Analisis efektivitas kinerja diukur menggunakan rasio profitabilitas Net Profit Margin (NPM) dan Marketing Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel coffee shop menetapkan anggaran khusus untuk kegiatan pemasaran yang bersumber dari biaya operasional, dengan alokasi berkisar antara 5% hingga 13% dari total pendapatan bulanan. Aktivitas pemasaran diimplementasikan melalui pengelolaan media sosial, iklan digital, promosi diskon, penyelenggaraan event, serta kerja sama dengan Key Opinion Leader (KOL). Dari segi profitabilitas, coffee shop mencatatkan tingkat NPM yang stabil pada kisaran 21,9% hingga 26,1%. Evaluasi efektivitas biaya pemasaran menunjukkan nilai Marketing ROI yang positif di seluruh kategori usaha, terentang dari 114,5% hingga 1241,7%. Secara keseluruhan, pengelolaan biaya pemasaran telah dieksekusi secara efektif dan efisien karena margin laba yang dihasilkan melampaui biaya pemasaran, meskipun pencapaian ini turut didukung oleh variabel eksternal seperti lokasi strategis dan fasilitas coffee shop
Referensi
Desembrianita, E., Sunarni, Hutauruk, F. N., Azis, F., & Iskandar, Y. (2023). Dampak Implementasi Teknologi Informasi terhadap Efisiensi Biaya Pemasaran pada UMKM di Jawa Barat: Perspektif Akuntansi Manajemen. Jurnal Aktiva : Riset Akuntansi Dan Keuangan, 5(2). https://doi.org/10.52005/aktiva.v5i2.185
Lenskold, J. D. (2003). Marketing ROI : The Path to Campaign, Customer, and Corporate Profitability. McGraw-Hill.
Listiani, P. D., & Kurnia. (2023). Coffeemezation: Communication Content Kampanye Starbucks dalam Meningkatkan Engagement Audiens. CARAKA : Indonesia Journal of Communication, 4(2), 104–117. https://doi.org/10.25008/caraka.v4i2.93
Nurawaliah, S., Sutrisno, & Nurmilah, R. (2020). Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Pemasaran Terhadap Laba Bersih (CV. NJ Food Industries). Jurnal Proaksi, 2.
Pandangan Jogja. (2025, August 27). Jogja Punya 3.500 Coffee Shop, Terbanyak di Indonesia | kumparan.com. Kumparan.Com, 1. https://kumparan.com/pandangan-jogja/jogja-punya-3-500-coffee-shop-terbanyak-di-indonesia-25jkE6CT6QI
Sinurat, E. A., Siahaan, Y. D., Doloksaribu, A., Pardosi, R. W., Manurung, V., Ompusunggu, J. P., Saragi, K. S., Zai, P. F., & Silitonga, C. E. J. (2024). Pemanfaatan Biaya Pemasaran Untuk Peningkatan Efisiensi, Efektivitas dan Produktivitas Berbasis DEA. Jurnal Akuntansi Kompetif, 7. https://ejournal.kompetif.com/index.php/akuntansikompetif/article/view/1751/1219
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta.
Tjiptono, F., & Diana, A. (2020). Pemasaran.
United States Departement of Agriculture (USDA). (2025a). 2024/2025 Coffee Productions. United States Departement of Agriculture (USDA). https://www.fas.usda.gov/data/production/commodity/0711100
United States Departement of Agriculture (USDA). (2025b). Indonesia : Coffee Annual.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


