Kajian C-Organik Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Kondisi Kesuburan Tanah dan Penentu Harkat Kualitas Tanah
Kata Kunci:
abu tandan kosong, tanah regosol, lama inkubasiAbstrak
Diharapkan bahwa penggunaan abu kelapa sawit akan meningkatkan tingkat pH tanah dan meningkatkan kandungan basa tanah. Perubahan ini dapat meningkatkan kapasitas pertukaran kation efektif dan saturasi basa. Tanah yang baik mengandung nutrisi yang cukup untuk tanaman. Beberapa nutrisi paling penting dalam tanah adalah nitrogen, fosfor, dan kalium. Tujuan studi ini adalah menganalisis kandungan karbon organik dan menentukan kandungan nutrisi dari tandan buah kelapa sawit kosong, serta kualitas kesuburan bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas tanah regosol. Penelitian ini dilakukan di laboratorium di Pusat Penelitian Kutanam (Jl. Nitiprayan No. 89, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) dari Januari hingga Februari 2025. Desain penelitian menggunakan desain faktorial yang disusun dalam desain acak lengkap (CRD) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah durasi inkubasi tanah, dengan empat tingkat: satu, dua, tiga, atau empat minggu. Faktor kedua adalah dosis dekomposisi abu tandan buah kelapa sawit, yang memiliki empat tingkat (0, 100, 125, dan 150 g). Terdapat 16 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang tiga kali, sehingga total sampel berjumlah 48. Data dianalisis menggunakan ANOVA diikuti dengan uji rentang ganda Duncan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada interaksi nyata pada Kapasitas Pertukaran Kation (KPK), kandungan hara NPK, C-Organik, dan rasio C/N. Kombinasi terbaik dosis abu tandan kosong 150 g dan lama inkubasi hingga 4 minggu memberikan hasil terbaik untuk sebagian besar parameter yaitu KPK, Nitrogen dan C-Organik.
Referensi
Hardjowigeno, S. (2003). Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta: Akademika.
Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lubis, R.M. and Siregar, D. (2019), Evaluasi Status Kesuburan Tanah Kebun Kelapa Sawit FP-UISU di Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian, Vol. 7 No. 1, pp. 22–26.
Nabilussalam, M. (2019), C-Organik Dan Pengapuran, Pesantren Luhur Malang, Malang.
Pahan, I. (2008). Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.
Putinella, J.A. (2011), Perbaikan Sifat Fisik Tanah Regosol dan Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Akibat Pemberian Bokashi Ela Sagu dan Pupuk Urea, Jurnal Budidaya Pertanian, Vol. 7 No. 1, pp. 35–40.
Raharjo, M. A. R. (2021). Efektivitas Penyemprotan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit Nano Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Gogo Varietas Mandel Di Tanah Alfisol Gunung Kidul. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Sarief, S. (1989), Fisika-Kimia Tanah Pertanian, Vol. 220, Pustaka Buana, Bandung.
Soepardi, G. (1983). Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Wahyudi, A., Zulqarnida, M., & Widodo, S. (2014). Aplikasi pupuk organik dan anorganik dalam budidaya bawang putih varietas lumbu hijau. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, 237–243.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


