Keputusan Perubahan Usaha Tanaman Padi Sawah ke Tanaman Belimbing (Averrhoa Carambola. L) di Desa F. Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas
Kata Kunci:
Keputusan, Perubahan, Tanaman Padi, Tanaman BelimbingAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan serta faktor- faktor yang mendorong petani melakukan perubahan lahan dari usaha tanaman padi sawah ke usaha tanaman belimbing di Desa F. Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan lima petani yang dipilih secara sensus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi, kemudian di analisis menggunakan metode SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bawah perubahan lahan dipengaruhi oleh rendahnya produktivitas padi akibat keterbatasan air irigasi, tingginya produksi, serta harga jual yang rendah. Sebaliknya, Usaha tanaman belimbing lebih menguntungkan karena produktivitasnya tinggi, harga relatif stabil, dan berpontensi dikembangkan menjadi agrowisata petik buah belimbing. Analisis SWOT menempatkan usaha agrowisata tanaman belimbing pada kuadrant I, yang menunjukkan posisi kuat dan peluang besar sehingga tepat untuk menerapkan strategi pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy). Dengan demikian, perubahan lahan tanaman padi sawah ke tanaman belimbing merupakan keputusan yang rasional yang meningkatkan pendapatan petani, memperkuat potensi ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan agrowisata berbasis pertanian tanaman belimbing di Desa F. Trikoyo.
Referensi
Ayunita, K. T., Putu Widiati, I. A., & Sutama, I. N. (2021). Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Jurnal Konstruksi Hukum, 2(1), 160–164. https://doi.org/10.22225/jkh.2.1.2987.160-164
Bps.go.id. (2023). Produksi Tanaman Buah-buahan, 2021-2023. Retrieved September 11, 2025, from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIjMg==/produksi-tanaman-buah-buahan.html
Dhiya, A. (2017). Kajian Masalah Alih Fungi Lahan Padi Sawah Terhadap Tingkat Produksi Padi Sawah Di Desa Sri Menanti Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, (June), 1–14.
Kabupaten, T., Rawas, M., & Regency, M. R. (2023). Decision To Transfer the Function of Paddy Land To Agrotourism, 10–19.
Maulud Sultoni, Sutomo, S. (2014). Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Ke Non Pertanian Di Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Tahun 2002 Dan 2012. Geoedukasi, III(2), 111–114.
Nurmala, T. (2012). Pengantar Ilmu Pertanian (Edisi Pert). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Prihatin, R. B. (2016). Alih Fungsi Lahan Di Perkotaan (Studi Kasus Di Kota Bandung Dan Yogyakarta). Jurnal Aspirasi, 6(2), 105–118. https://doi.org/10.22212/aspirasi.v6i2.507
Putri, I. D., Martanto, R., & Junarto, R. (2024). Pengaruh Alih Fungsi Lahan Terhadap Ketahanan Pangan, Lingkungan, dan Keberlanjutan Pertanian di Kabupaten Sleman. Widya Bhumi, 4(2), 192–211. https://doi.org/10.31292/wb.v4i2.108
Rosa, T. A., & Prasada, I. M. Y. (2018). Dampak Alih Fungsi Lahan Sawah Terhadap Ketahanan Pangan Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(3), 210–224.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


