Efektivitas Pengendalian Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) pada Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

Penulis

  • Dimas Kurniawan Rahayu Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Achmad Himawan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Elisabeth Nanik Kristalisasi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Honduras

Kata Kunci:

Curvularia sp., difenokonazol, fungisida Score 250 EC, kelapa sawit, main nursery

Abstrak

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Curvularia sp. merupakan salah satu masalah penting pada pembibitan kelapa sawit, khususnya pada tahap main nursery karena dapat menurunkan kualitas bibit dan menghambat pertumbuhannya. Pengendalian penyakit diperlukan untuk menekan perkembangan patogen dan mempertahankan kondisi bibit yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi fungisida dan frekuensi penyemprotan, serta mengetahui pengaruh masing-masing faktor terhadap efektivitas pengendalian penyakit bercak daun akibat Curvularia sp. pada bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Oktober 2025 sampai Januari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi fungisida Score 250 EC berbahan aktif difenokonazol yang terdiri atas kontrol, 1 ml/liter, dan 1,5 ml/liter, serta frekuensi penyemprotan setiap 6, 10, dan 14 hari. Terdapat sembilan kombinasi perlakuan dengan lima ulangan sehingga digunakan 45 bibit. Parameter yang diamati meliputi persentase dan intensitas serangan penyakit, gejala penyakit, pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan DMRT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Score 250 EC efektif menekan penyakit bercak daun. Persentase serangan pada bibit bergejala ringan menurun dari 100% menjadi 33,33%, sedangkan pada bibit bergejala sedang menurun menjadi 46,67%. Intensitas serangan juga menurun pada perlakuan fungisida. Namun, konsentrasi, frekuensi penyemprotan, dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.

Referensi

Arsi, A., Octariati, N., Gunawan, B., Herlinda, S., Pujiastuti, Y., Suwandi, S., Irsan, C., Hamidson, H., Anwar Efendi, R., & Budiarti, L. (2020). Pengaruh Teknik Budidaya terhadap Serangan Penyakit Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir. J-Plantasimbiosa, 2(2). https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1741

Cameron, R., Williams, J., & Brown, T. (2025). Management of leaf spot disease in oil palm nurseries. Journal of Tropical Plant Pathology, 18(2), 115–128. DOI 10.25181/jaip.v12i1.3303.

Chen, X., Li, Y., Zhang, H., & Wang, Q. (2020). Mechanism of action and efficacy of triazole fungicides against plant pathogenic fungi. Pesticide Biochemistry and Physiology, 169, 104652. 10.21285/2227-2925-2019-9-3-461-476

Corley, R. H. V, & Tinker, P. B. (2016). The Oil Palm (5th ed.). Wiley-Blackwell.

Lakshmi, M. A., Arutselvan, R., Indraja, M., Challa, G. K., & Ramachandrudu, K. (2025). First identification of Curvularia xishuangbannaensis Tibpromma & K.D. Hyde, sp. nov. as a causal agent of leaf spot in oil palm nurseries and evaluation of fungicidal efficacy. Journal of Horticultural Sciences, 20(2). https://doi.org/10.24154/jhs.v20i2.3877Lambers, H., Chapin, F. S., & Pons, T. L. (2008). Plant Physiological Ecology (2nd ed.). Springer.

Madden, L. V, Hughes, G., & van den Bosch, F. (2007). The Study of Plant Disease Epidemics. APS Press.

Muñoz, M. A., Fernández, J. R., & Castillo, P. (2019). Effectiveness of triazole fungicides against Curvularia species on cultivated crops. Crop Protection, 124, 104847.

Oerke, E. C. (2006). Crop losses to pests. Journal of Agricultural Science, 144(1), 31–43. https://doi.org/10.1017/S0021859605005708

Sukarman, Saidy, A. R., Rusmayadi, G., Adriani, D. E., Primananda, S., Suwardi, Wirianata, H., & Fitriana, C. D. A. (2022). Effect of water deficit of Ultisols, Entisols, Spodosols, and Histosols on oil palm productivity in Central Kalimantan. Sains Tanah, 19(2), 180–191. https://doi.org/10.20961/stjssa.v19i2.65455

Sumardiyono, C. (2014). Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press.

Suryanto, T., Wachjar, A., & Supijatno. (2015). The Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings at Various Media and Containers in Double Stage Nursery. Asian Journal of Applied Sciences, 3(5). https://ajouronline.com/index.php/AJAS/article/view/3244

Susanto, A., & Prasetyo, A. E. (2013). Pengendalian penyakit bercak daun pada pembibitan kelapa sawit menggunakan fungisida berbahan aktif difenokonazol. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 9(2), 45–52. DOI:10.14692/jfi.9.6.165

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Rahayu, D. K., Himawan, A., & Kristalisasi, E. N. (2026). Efektivitas Pengendalian Penyakit Bercak Daun (Curvularia sp.) pada Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery. AGROFORETECH, 4(3), 1385–1392. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2935

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check