Analisis Sumber Pendapatan Keluarga Pemetik Teh di Perkebunan Teh Kaligua (Studi Kasus di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes)

Penulis

  • Ivan Fitroh Romadon Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Istiti Purwandari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Listiyani Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

pendapatan keluarga, pekerja pemetik teh, strategi nafkah, diversifikasi pendapatan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi, mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan keluarga, serta menganalisis strategi keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup pada keluarga pekerja pemetik teh di Perkebunan Teh Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain gabungan (mixed methods), mengombinasikan data kuantitatif dari kuesioner terstruktur dengan data kualitatif dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Responden berjumlah 30 orang yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi kelompok usia 50–59 tahun (36,67%) dengan rata-rata usia 51 tahun, dan tingkat pendidikan yang tergolong rendah (40,00% tidak pernah bersekolah dan 40,00% hanya tamat SD). Pendapatan keluarga bersumber dari enam komponen, yaitu pendapatan utama istri dari memetik teh (rata-rata Rp1.701.667/bulan; kontribusi 34,9%), pendapatan suami (rata-rata Rp1.245.000/bulan; kontribusi 25,1%), pendapatan anak (rata-rata Rp636.667/bulan; kontribusi 13,1%), pendapatan sampingan suami (5,3%), pendapatan sampingan istri (3,4%), dan pendapatan aset (1,8%). Dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes tahun 2025 sebesar Rp2.239.801,50, sebanyak 83,33% keluarga memiliki pendapatan total di atas UMK, dan seluruh keluarga (100%) berada di atas garis kemiskinan kabupaten. Strategi keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup meliputi menabung (43,33%), menambah waktu bekerja/pekerjaan lain (30,00%), penyesuaian pengeluaran (26,71%), dan beternak (20,00%). Temuan ini menunjukkan bahwa banyaknya anggota keluarga yang bekerja dan diversifikasi sumber pendapatan menjadi mekanisme utama yang menopang kesejahteraan keluarga di tengah ketidakpastian upah harian memetik teh.

Referensi

Agustin, D., Sari, Y. P., Stevani, N., Sipayung, E., Hera, B. S., Putri, M. U., Monika, E., & Siswantoro, A. (2023). The role of the Tambi Tea Plantation Industry in the local economy in the Wonosobo Region. Central Community Development Journal, 3(2), 1–14. https://doi.org/10.55942/ccdj.v3i2.322

Aswiyati, I. (2016). PERAN WANITA DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN RUMAH TANGGA KELUARGA PETANI TRADISIONAL UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA KUWIL KECAMATAN KALAWAT (Number 17). Universitas Sam Ratulangi

Lestari, R. D., Gusriati, & Amnilis. (2018). ALOKASI WAKTU DAN PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA PEMETIK TEH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus: Tenaga Kerja Wanita Pemetik Teh PT. Mitra Kerinci Kebun Liki Kabupaten Solok Selatan) WORK TIME ALLOCATION AND REVENUE OF WOMEN PASSENGER AND ITS CONTRIBUTION TO HOUSEHOLD INCOME (Case Study: Female Tea Picker Workers PT. Mitra Kerinci Liki Garden, South Solok Regency). http://faperta.ojs.unespadang.ac.id/index.php/UJMP

Mustaqim. (2016). METODE PENELITIAN GABUNGAN KUANTITATIF KUALITATIF/MIXED METHODS SUATU PENDEKATAN ALTERNATIF. Jurnal Intelegensia, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.34001/intelegensia.v6i1.1351

Noviana, G., Ardiani, F., Purwadi, Santi, S. I., & Monica, S. (2022). Analysis of Tea Harvesting Mechanization (Camellia Sinensis) on the Income of Picking Workers in Wonosobo Tea Plantations, Central Java. Journal of Agriculture (JoA), 1(3), 98–102. https://doi.org/10.47709/joa.v1n03.1971

Safitri, W., Gusniarti, F., Al Ikhsan, M. D., Sherlyanti, A. P., Nairobi, N., Nirmala, T., & Darmawan, A. (2024). Analisis Dampak Sektor Perkebunan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Mengacu pada SDGs Indonesia 2021. Studi Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 2(2), 89–99. https://doi.org/10.35912/sekp.v2i2.2480

Sita, K. (2019). Gender dan Mekanisasi: Pengalaman Pekerja Perempuan Berpartisipasi dalam Kelompok Petik Mesin di Perkebunan Teh Gambung, Jawa Barat. Jurnal Umbara Indonesian Journal of Anthropology, 4(2), 76–88. https://doi.org/10.24198/umbara.v4i2.20461

Somantri, G. R. (2005). MEMAHAMI METODE KUALITATIF. Makara Human Behavior Studies in Asia, 9(2), 57. https://doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122

Sukoco, D., Hidayat, F., & Wardhana, W. (2023). Analisis Struktur Sosial Ibu Rumah Tangga Dalam Strategi Peningkatan Kesejahteraan Keluarga. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 2(1), 33–45. https://doi.org/10.33830/antroposen.v2i1.5094

Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. https://afeksi.id/jurnal/index.php/afeksi/

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Romadon, I. F., Purwandari, I., & Listiyani. (2026). Analisis Sumber Pendapatan Keluarga Pemetik Teh di Perkebunan Teh Kaligua (Studi Kasus di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes). AGROFORETECH, 4(3), 1463–1472. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2893

Terbitan

Bagian

Agribisnis

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4