Identifikasi Jenis Cacat Teknis Kayu Lapis pada Berbagai Ketebalan
Kata Kunci:
kayu lapis, cacat teknis, persentase cacatAbstrak
Kayu lapis adalah papan dari beberapa lembar tipis kayu yang disebut vinir yang kemudian direkat bersama-sama dengan arah serat tegak lurus pada lembaran vinir yang letaknya saling berdekatan. Dalam proses pembuatan kayu lapis sering kali muncul berbagai cacat teknis yang dapat menurunkan kualitas kayu lapis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat teknis dan mengetahui jenis cacat teknis yang sering muncul pada kayu lapis. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling yaitu sampel yang dipilih adalah yang memungkinkan untuk diambil (berdasarkan posisinya pada tumpukan sampel – sampel yang lain) dengan faktor tunggal, yaitu ketebalan kayu lapis yang terdiri atas ketebalan 2,7, 3,4 dan 14,6 mm. Untuk mengetahui jenis cacat kayu lapis yang paling banyak muncul, digunakan diagram pareto. Parameter yang diamati adalah jenis cacat teknis, jumlah cacat teknis kayu lapis yang paling sering muncul pada berbagai ketebalan dan jenis cacat teknis yang paling dominan pada semua ketebalan kayu lapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 jenis cacat teknis pada kayu lapis dengan ketebalan 2,7 mm, 3,4 mm dan 14,6 mm yaitu cacat terbentur, press mark, tebal beda, core kurang, rapuh, core celah, gammed tape, retak, cekung, patah, sampah, putty susut, face kasar, joint face, repair face, melipat, sanding, center core kurang, face kurang dan cacat back kurang. Jenis cacat teknis kayu lapis yang paling sering muncul pada ketebalan 2,7 mm adalah cacat terbentur dan pressmark dengan persentase cacat sebesar 14%, kayu lapis dengan ketebalan 3,4 mm yaitu cacat face kasar dengan persentase cacat sebesar 20% dan kayu lapis dengan ketebalan 14,6 mm yaitu cacat core kurang dengan persentase cacat sebesar 30%. Terdapat 1 jenis cacat teknis paling dominan yang muncul pada kayu lapis dengan ketebalan 2,7, 3,4 dan 14,6 mm, yaitu cacat putty susut.
Referensi
Andiwibowo, R. R., Susetyo, J., & Wisnubroto, P. (2018). Pengendalian Kualitas Produk Kayu Lapis Menggunakan Metode Six Sigma & Kaizen Serta Statistical Quality Control Sebagai Usaha Mengurangi Produk Cacat. Jurnal Rekavasi, 6(2): 60-123. https://eprints.akprind.ac.id/2275/1/1-
Andhyra, V., Abidin, Z., & Satriadi, T. (2025). Analisis Cacat Teknis Kayu Lapis Pada Berbagai Ketebalan di PT. Elbana Abadi Jaya Tanjung Tabalong. Jurnal Sylva Scienteae, 8(1): 171-178. https://doi.org/10.20527/jss.v8i1.9293
TIM DEPARTEMEN PRODUKSI PLYWOOD. (2022). Modul Tim Departemen Produksi Plywood Departemen Plywood Production Pt . Kayu Lapis Indonesia Mororejo , Kaliwungu , Kendal.
Fitriani, S. A., & Widodo, E. (2017). Peningkatan Kualitas Statistik Produk Secara Kontinu Dengan Metode Dmaic (Studi Kasus: Produksi Kayu Lapis). Statistics. Uii. Ac. Id. Universitas Muhammadiyah Purworejo.https://statistics.uii.ac.id/wp-
Kurnadi, K., Marsudi, M., & Maulana, Y. (2020). Analisis Pengendalian Produk Cacat Pada Kayu Lapis Menggunakan Sqc (Statistical Quality Control) Pada Pabrik Pt. Wijaya Tri Utama Plywood Industry. Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM), 3(2): 12-16. doi: http://dx.doi.org/10.31602/jieom.v3i2.4998
Saputra, R., & Santoso, D. T. (2021). Analisis Kegagalan Proses Produksi Plastik Pada Mesin Cutting Di PT. FKP Dengan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis Dan Diagram Pareto. Barometer Jurnal Ilmu dan Aplikasi Teknik, 6(1): 322-327. doi: https://doi.org/10.35261/barometer.v6i1.4516
Sunarto & Santoso. (2020). Buku Saku Analisis Pareto. Surabaya
Wulandari, C. (2022). Analisis Produk Cacat Pada Proses Produksi Kayu Lapis PT SLJ Global Tbk Di Samarinda. Jurnal Administrasi Bisnis FISIPOL UNMUL, 10(4): 328-340. doi: http://dx.doi.org/10.54144/jadbis.v10i4.9259
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


