Strategi Pengembangan Usaha Madu Hutan Akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Provinsi Riau

Penulis

  • M. Afif Aqila Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Nanda Satya Nugraha Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Didik Surya Hadi Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Usaha, Madu Hutan Akasia, SWOT

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi usaha madu hutan akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, menganalisis faktor kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) (SWOT) dalam pengembangan usaha madu hutan akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2026, berlokasi di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha madu hutan akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak masih tergolong usaha skala kecil yang dikelola secara tradisional. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha madu hutan akasia memiliki beberapa kekuatan, seperti kualitas madu yang alami dan murni, bahan baku yang masih tersedia, serta adanya kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Selain itu juga mempunyai kelemahan, yaitu keterbatasan modal, penggunaan alat produksi yang masih sederhana, serta pemasaran yang belum luas sehingga perkembangan usaha belum maksimal. Di sisi peluang yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk kesehatan alami membuka kesempatan yang baik bagi pengembangan usaha madu hutan akasia. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi yang tepat dalam pengembangan usaha madu hutan akasia di Desa Dayun adalah dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, seperti meningkatkan kualitas dan keaslian produk, memperluas pemasaran melalui media digital, serta menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah atau swasta.

 

Referensi

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

David, F. R. (2011). Strategic Management: Concept and Cases. Pearson Education.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Statistik Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. KLHK.

Kuntadi. (2008). Teknologi Budidaya Lebah Madu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.

Molan, P. C. (2001). Why Honey is Effective as a Medicine. Bee World, 82(1), 22–40.

Porter, M. E. (2008). Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors. Free Press.

Sakri, F. (2012). Madu dan Khasiatnya. Penebar Swadaya.

Sarwono, B. (2001). Lebah Madu: Cara beternak dan pemanfaatannya. Agromedia Pustaka.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suranto, A. (2011). Dahsyatnya Madu Herbal. Alfabeta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-29

Cara Mengutip

Aqila, M. A., Nugraha, N. S., & Hadi, D. S. (2026). Strategi Pengembangan Usaha Madu Hutan Akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Provinsi Riau. AGROFORETECH, 4(2), 876–884. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2579

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5