Uji Pertumbuhan Tanaman Kersen (Muntingia calabura) dan Alpukat (Persea americana) Terhadap Berbagai Jenis Stimulan pada Lahan Pasca Tambang CV. Muncul Karya Desa Sidomulyo Kabupaten Kulon Progo
Kata Kunci:
Perumbuhan tanaman, Lahan pasca tambang, Kersen, Alpukat, Pupuk kandang, HidrogelAbstrak
Kondisi lahan pasca tambang batu andesit memiliki tingkat kerusakan yang tinggi sehingga diperlukan revegetasi dengan jenis tanaman yang adaptif dan bernilai guna. Tanaman kersen (Muntingia calabura L.) dan alpukat (Persea americana Mill.) dipilih karena potensi adaptasi serta manfaat ekologis dan ekonomisnya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek dari jenis tanaman dan stimulan terhadap pertumbuhan di lahan pasca tambang serta interaksi antara keduanya. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (2 × 3) dengan dua faktor, yaitu jenis tanaman (kersen dan alpukat) dan stimulan (pupuk kandang, hidrogel dan kontrol), masing-masing enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanaman berpengaruh nyata terhadap diameter, tinggi dan jumlah daun. Terdapat pengaruh nyata dari jenis stimulan terhadap tinggi tanaman, sedangkan terhadap diameter batang pengaruhnya tidak signifikan, jumlah daun dan persentase hidup. Namun, uji lanjut Tukey tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar jenis stimulan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman. Pertambahan tinggi tanaman kersen dengan stimulan pupuk kandang mencapai 54,83 cm, sedangkan jumlah daun tertinggi juga diperoleh dari tanaman kersen dengan stimulan yang sama, yaitu sebanyak 180,2 helai.
Referensi
Maulidan, A., Arifin, Y. F., & Pujawati, E. D. (2021). Studi Pertumbuhan Tanaman Pada Areal Pasca Tambang Dataran Tinggi Di Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae, 4(2), 206. https://doi.org/10.20527/jss.v4i2.3330
Nainggolan, B. M. (2009). Perbandingan uji tukey (uji beda nyata jujur (bnj)) dengan uji fisher (uji beda nyata terkecil (bnt)) dalam uji lanjut data rancangan percobaan. Majalah Ilmiah Panorama Nusantara, 7, 11–17.
Pratiwi, Narendra, B. H., Siregar, C. A., Turjaman, M., Hidayat, A., Rachmat, H. H., Mulyanto, B., Suwardi, Iskandar, Maharani, R., Rayadin, Y., Prayudyaningsih, R., Yuwati, T. W., Prematuri, R., & Susilowati, A. (2021). Managing and reforesting degraded post-mining landscape in Indonesia: A review. Land, 10(6). https://doi.org/10.3390/land10060658
Rahman, A., Ngapiyatun, S., Rahman, A., Ngapiyatun, S., Perkebunan, P., Pertanian, J. M., Pertanian, P., Samarinda, N., Hutan, P. H., Pertanian, J. T., Pertanian, P., & Samarinda, N. (2021). Utilization Of Ex-Mining Soil For The Growth Of Plantation Crops. Jurnal Sains STIPER, 11(1), 31–38.
Setiadi, Y., & Adinda. (2013). Evaluasi Pertumbuhan Pohon di Lokasi Revegetasi Lahan Pasca. Jurnal Silvikutur Tropika, 4(1), 19–22.
Susilawati, M. (2015). Bahan Ajar Perancangan Percobaan. Jurusan Matematika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, 141.
Syachroni, S. H., Rosianty, Y., & Samsuri, G. S. (2019). Daya Tumbuh Tanaman Pionir Pada Area Bekas Tambang Timah Di Kecamatan Bakam, Provinsi Bangka Belitung. Sylva: Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan, 7(2), 78. https://doi.org/10.32502/sylva.v7i2.1544
Tampubolon, G., Mahbub, I. A., & Neliyati. (2019). Ameliorasi Lahan Bekas Tambang Batubara Dalam Mendukung Pertumbuhan Tanaman Alpukat ( Persea americana Mill .). Jurnal Silva Tropika, 3(1), 84–94.
Wijayanti, W., Mutaqin, B., & Iskandar, D. T. (2021). Evaluation of revegetation practices in post-mined areas of Indonesia. Biotropia, 28(1), 1–12.
Zulkarnain. (2013). 30104-ID-analisis-penetapan-kriteria-kawasan-hutan (skoring hutan). XII(2), 230–243.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


