Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Hubungan Kemitraan (Studi Kasus Petani Kemitraan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB))

Penulis

  • Sukirman Harianja Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Dimas Deworo Puruhito Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Amallia Ferhat Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Pepaya California, Kemitraan, Pendapatan

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan pendapatan petani mitra dan non mitra dan untuk mengetahui pengaruh hubungan kemitraan terhadap peningkatan pendapatan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data menggunakan uji beda dua rerata dari pada analisis usahatani pepaya california. Metode penentuan sample pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling  sebanyak 30 sampel dengan pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah biaya total petani mitra lebih besar dibandingkan petani non mitra, hal ini dikarenakan pokok perhektar petani mitra lebih banyak, sehingga biaya yang diperlukan juga lebih besar. Selain itu B/C Ratio pada usahatani pepaya california petani mitra 22,9 sedangkan pada petani non mitra 15,5. Yang artinya petani mitra maupun non mitra sama-sama memperoleh untung. Namun manfaat yang diterima oleh petani mitra lebih besar. BEP (Break Even Point) unit maupun rupiah yang harus dicapai petani non mitra lebih tinggi dibandingkan petani mitra. Hal ini dikarenakan rata-rata produksi petani non mitra lebih sedikit, sehingga untuk mencapai BEP diperlukan produksi yang lebih banyak. Pendapatan petani mitra lebih tinggi dibandingkan petani non mitra, jumlah pendapatan yang diterima petani mitra juga lebih tinggi yaitu sebesar Rp. 492.063.200, sementara pendapatan yang diterima oleh petani non mitra hanya sebesar Rp. 293.769.200. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemitraan mempengaruhi pendapatan petani.

Referensi

AAK. (1999). Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revi). PT Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik. (2020). Pada 2020 Ada sekitar 29,8% Angkatan kerja di sektor pertanian.

Boediono. (1999). Teori Pertumbuhan Ekonomi. BPFE.

Dewi, B. P. K., Setiawan, B., & Isaskar, R. (2011). Analisis Kemitraan PT. Benih Citra Asia dengan Petani Tomat (Lycopersicum esculentum, Mill) (Studi Kasus di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi). HABITAT, 22(1), 117.

Ferhat et al., (2018) Dampak Regrouping Lahan Terhadap Produksi Tebu Petani Berdasarkan Penggunaan Input di Pabrik Gula Gempolkreb Jawa Timur. HABITAT, 29(3), 113-121.

Haeruman. (2001). Kemitraan dalam pembangunan ekonomi lokal : Bunga Rampai. Yayasan Mitra Pembangunan Desa-Kota.

Leeuwis, C. (2010). Communication for rural innovation : Thinking Back on Agricultural Extension. Kanisius.

Lestari, E. K., Fauzi, A., Hutagaol, P., & Hidayat, A. (2015). Keuntungan Petani Tebu Rakyat Melalui Kemitraan di Kabupaten Jember. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 7(2), 79–89.

Naim, S., Sasonko, L. A., & Nurjayanti, E. D. (2015). Pengaruh Kemitraan Terhadap Pendapatan Usahatani Tebu (Studi Kasus di Kecamatan Taya Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah). Mediagro, 11(1), 47–59.

Nurazizah, Rianse, I. S., & Limi, M. A. (2022). Dampak Kemitraan Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Kakao (Theobroma cacao) pada PT. TMCI (Tanah Mas Celebes Indah) di Kecamatan Lalembu Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Agri Sains, 6(1).

Peraturan Pemerintah Tentang Kemitraan No 44 Tahun 1997, Pub. L. No. 44 (1997).

Rahmi, Marsudi, E., & Zakiah. (2017). Peranan Kemitraan Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Kopi (Kasus Kemitraan : Koperasi Baitul Qidrah (KBQ) Baburrayan dengan Petani Kopi di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 2(3), 118–130.

Santosa, S., A, S., & R, W. (2013). Analisis Potensi Rumahtangga Peternak (Studi Kasus di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Universitas Brawijaya.

Soekartawi. (2003). Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Cobb Douglas. PT Raja Grafindo Persada.

Sudalmi, E. S. (2010). Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. INNOFARM, 9(2), 15–28.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sulistyani, A. T. (2004). Kemitraan dan Modul Modul Pemberdayaan. Gava Media.

Sumardjo, Sulaksana, J., & Darmono, W. A. (2004). Teori dan Praktik Kemitraan Agribisnis. Penebar Swadaya.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan, (1996).

Utami, A. W., Jamhari, & Hardyastuti, S. (2011). EL NINO , LA NINA , DAN PENAWARAN PANGAN. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(2), 257–271.

Weingartner, R. L. (2004). Achieving Food and Nutrition Security (G. B. Maria & B. Dorothee (eds.)). InWEnt - Internationale Weiterbildung gGmbH Capacity Building International, Germany.

Widaningrum, A., Syafi’i, I., & Setiawan, B. (2008). Pola Kemitraan Petani Wortel (daucus carrota I) dengan SPA (Sentra Pengembangan Agribisnis) di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Jurusan SOSEK FP UB.

Unduhan

Diterbitkan

2023-03-20

Cara Mengutip

Harianja, S., Puruhito, D. D., & Ferhat, A. (2023). Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Hubungan Kemitraan (Studi Kasus Petani Kemitraan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB)). AGROFORETECH, 1(1), 275–282. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/398

Terbitan

Bagian

Agribisnis

Citation Check