Analisis Ketersediaan Unsur Hara NPK pada Topografi Datar dan Miring pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat

Penulis

  • Miftahul Rizki Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Dian Pratama Putra Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Neny Andayani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Topografi lahan, ketersediaan unsur hara, nitrogen fosfor kalium, kelapa sawit, produksi kelapa sawit

Abstrak

Topografi lahan merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi karakteristik tanah, distribusi air, serta ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pada budidaya kelapa sawit, unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Perbedaan kemiringan lahan diduga dapat menyebabkan variasi ketersediaan unsur hara akibat proses erosi dan aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketersediaan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium pada topografi datar dan miring serta hubungannya dengan produksi kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan metode survei pada sembilan kebun kelapa sawit yang mewakili tiga kelas kemiringan lahan yaitu datar, bergelombang, dan miring. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm dan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium. Data produksi diperoleh melalui sensus lapangan dan data dari petani, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan topografi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium, berat janjang rata-rata, hasil panen harian, maupun perkiraan produksi enam bulan ke depan. Analisis regresi juga menunjukkan bahwa hubungan antara kandungan unsur hara dengan produksi kelapa sawit tergolong rendah hingga sedang dan tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lahan pada lokasi penelitian belum menjadi faktor utama yang mempengaruhi ketersediaan unsur hara maupun produksi kelapa sawit.

Referensi

Bayu, T. (2020). Review on contribution of integrated soil fertility management for climate change mitigation and agricultural sustainability. Cogent Environmental Science, 6(1), 1823631.

Desrihastuti, Maryanti, A., Sabli, T. E., Mahendra, I. A., & Hardi, N. A. (2023). Dampak Kemiringan Lahan terhadap Kadar Hara dan Produksi Kelapa Sawit. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 59–70.

Hasibuan, B. R., Rahayu, E., & Astuti, Y. T. M. (2018). Kajian pengaruh topografi terhadap produksi kelapa sawit di pt. Gunung sejahtera yoli makmur (gsym) kecamatan arut utara, kabupaten kotawaringin barat, kalimantan tengah. Jurnal Agromast. 3(1). 1-10.

Adli, I., Aprisal, & Nurdin, J. (2025). The Impact of Oil Palm Plantation Management on Soil Fertility Dynamics. Jurnal Niara, 17(3), 303–313.

Lal, R. (2018). Digging deeper: A holistic perspective of factors affecting soil organic carbon sequestration in agroecosystems. Global Change Biology, 24(8), 3285–3301.

Oktavian, A., Sudradjat, & Supijatno. (2025). Optimization of compound NPK fertilizer dosage to enhance the productivity of 11-year-old oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) trees (Mature planting year 8). Australian Journal of Crop Science, 19(09), 928–933.

Prabowo, A., Hastuti, P. B., & Rusmarini, U. K. (2018). Pengaruh pemberian macam pupuk npk dan zat pengatur tumbuhan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre – nursery. Jurnal Agromast. 3(2).

Prabowo, N. E., Foster, H. L., & Nelson, P. N. (2023). Potassium and magnesium uptake and fertiliser use efficiency by oil palm at contrasting sites in Sumatra, Indonesia. Nutrient Cycling in Agroecosystems, 126(2–3), 263–278.

Prakoso, T., Alpandari, H., & H Sridjono, H. H. (2022). Respon Pemberian Unsur Hara Makro Essensial Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays). Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi), 1(1), 8–13.

Putra, D. P., Nugraha, N. S., Bimantio, M. P., Suparyanto, T., Nugroho, K. S., & Pardamean, B. (2026). Transformation of pellet-based planting media as an organic matter and nutrient enhancer for improving soil quality. Commun. Math. Biol. Neurosci., 2026(0), Article ID 18.

Satriawan, H., Fuady, Z., & Agusni, A. (2017). Soil conservation techniques in oil palm cultivation for sustainable agriculture. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 7(2), 178–183.

Satriawan, H., Fuady, Z., & Fitri, R. (2021). Soil erosion control in immature oil palm plantation. Journal of Water and Land Development, 47–54.

Shan, L., He, Y., Chen, J., Huang, Q., Lian, X., Wang, H., & Liu, Y. (2015). Nitrogen surface runoff losses from a Chinese cabbage field under different nitrogen treatments in the Taihu Lake Basin, China. Agricultural Water Management, 159, 255–263.

Yasin, S., & Yulnafatmawita, Y. (2018). Effects of Slope Position on Soil Physico-chemical Characteristics Under Oil Palm Plantation in Wet Tropical Area, West Sumatra Indonesia. Agrivita Journal of Agricultural Science, 40(2).

Yosephine, I. O., Effendi, Z., & Fitriana, D. (2025). Study of the Productivity of Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) on Different Topographies. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 14(4), 1349–1358.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Rizki, M., Putra, D. P., & Andayani, N. (2026). Analisis Ketersediaan Unsur Hara NPK pada Topografi Datar dan Miring pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. AGROFORETECH, 4(1), 286–298. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2463

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >>