Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Urea Dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Pre-Nursery
Kata Kunci:
dosis, pupuk urea, pupuk SP-36, bibit kelapa sawit, pre-nurseryAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya pengaruh dosis pupuk urea dan SP-36 terhadap pertumbuhannya bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre-Nursery. Penelitian ini dilaksanakannya di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) milik Institut Pertanian Stiper Yogyakarta yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, D. I. Yogyakarya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni s/d September 2024. Rancangan penelitian ini menggunakan faktorial yang disusun secara acak lengkap (RAL) dengan dua faktornya. Faktor yang pertama adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari 1 g, 1,5 g, 2 g, dan 2,5 g, sedangkan untuk faktor kedua adalah dosis dari pupuk SP-36 yang terdiri dari 0 g, 1 g, dan 2 g. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akarnya, berat segar serta berat kering akar, berat segar serta berat kering tajuk, luasnya daun, serta kadar klorofil. Analisis varian (ANOVA) digunakan untuk menganalisis datanya yang diperoleh, dan di uji lanjut DMRT dilakukan untuk mengetahui perbedaan nyata antar perlakuan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dari dosis pupuk urea dan SP-36 tidak memberikan pengaruhnya yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan antara macam dosis pupuk Urea dan pupuk S-36 memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bibit dari kelapa sawit di Pre-Nursery.
Referensi
Ahmad, F. 2016. "Pengaruh Media Dan Interval Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Vigor Cengkeh (Syzygum Aromaticum L.)." Mitra Sains, vol. 4, no. 4,
Andika, D. (2024). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineenis Jack) di Pre Nursery Terhadap Pemberian Berbagai Dosis Kompos Ampas Tahu dan Volume Air (Doctoral dissertation, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta).
Badan Pusat Statistik (BPS). 2023. Statistik Kelapa Sawit Indonesia (Indonesia Oil Palm Statistics) 2022. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Vol.16 (2023), ISSN 1978-9947.
Salisbury, F. B., & Ross, C. W. (1992). Plant Physiology. Belmont: Wadsworth Publishing Company.
Fajrin, A. M. 2016. Analisis Produksi dan Pendapatan Usahatani Kelapa dalam Di Desa Tindaki Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Doctoral dissertation, Tadulako University.
Ichwan, M. F., Wijayani, S., & Setyawati, E. R. 2024. Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk NPK dan Dosis Inokulum Rhizobium sp terhadap Pembentukan Nodulasi dan Pertumbuhan Mucuna Bracteata. AGROFORETECH, 2(2), 552–557.
Idris, M., Rismayani, D., Aulia, A., Nopiyanti, T., & Rahayu, R. (2024). Biology of Black Soldier Fly (Hermetia illucens) and Utilization of its Waste (Maggot Frass) for Plant Growth: A Literature Review. Jurnal Biologi Tropis, 24(3), 273-291.
Khairani, S., Purba, T. H., & Sembiring, J. (2024). Respon Pemberian Pupuk Nitrogen dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery. Agroprimatech, 8(2), 14-25
Mangoensoekarjo, S., dan T. A. Tojib. 2005. Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Munawar, A. 2011. Kesuburan Tanah dan Nugroho, D. (2023). Aplication of Photosynthetic bacteria and Various NAA (Naphthalene 1-Acetid Acid) Concentration on the Growth of Vanilla Cuttings (Vanilla planifolia Andrews.). Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology, 1(9), 767-780.Nutrisi Tanaman. Bogor (ID): IPB Press.
Nur, S. dan Thohari. 2005. Tanggap Dosis Nitrogen dan Pemberian Berbagai Macam Bentuk Bolus Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L). Dinas Pertanian Kabupaten Brebes. Brebes.
Pahan, I. 2012. Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.
Pranata, A. S. (2010). Meningkatkan hasil panen dengan pupuk organik. AgroMedia.
Prawoto, T. Y., & Hartatik, S. (2019). Respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas bunga kol (Brassica oleracea Var. Botrytis L.) terhadap penggunaan pupuk majemuk NPK di dataran rendah. UNEJ e-Proceeding.
Sari, V. I., Anwar, M. N., & Rahhutami, R. (2022). Pemanfaatan Senyawa Alelokimia dari Gulma Kirinyu (Chromolaena odorata) sebagai Pupuk Organik Cair untuk Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Awal. Jurnal Pengelolaan Perkebunan (JPP), 3(1).
Umbara, B., Barus, W. A., Tarigan, D. M., & Perdana, I. R. (2024). Analisis Biofertilizer dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Typic Dystrudepts. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 27(2), 191-201.
Yuliyanto, Y., Sinuraya, R., & Pratama, I. S. (2022). Pemanfaatan Pupuk Organik Kotoran Kambing dan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Pembibitan Awal Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Citra Widya Edukasi, 14(1), 95-104.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


