Pengendalian Perkecambahan Biji Gulma Rumput Branjangan (Rottboellia cochinchinensis) menggunakan Herbisida Pratumbuh
Kata Kunci:
Pengendalian Gulma, Herbisida Pratumbuh, Rottboellia cochinchinensisAbstrak
Pada lahan Eucalyptus, gulma menjadi suatu permasalahan yang selalu muncul dan menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman pokok. Rottboellia cochinchinensis adalah salah satu gulma yang banyak tumbuh di lahan Hutan Tanaman Industri. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengendalikan gulma jenis tersebut karena gulma ini termasuk gulma yang tumbuh dengan cepat. Upaya pengendalian gulma jenis ini haruslah dimulai dari biji sehingga perkecambahannya dapat ditekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan aktif herbisida pra tumbuh terhadap persentase perkecambahan biji gulma Rottboellia cochinchinensis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan menggunakan 1 faktor perlakuan yaitu jenis bahan aktif herbisida yang terdiri dari Indaziflam + Iodosulfuron metil sodium, Tiafenacil, Indaziflam, Saflufenacil +Trifuludimoxazin, Metribuzin, Ammonium glufosinate dengan menggunakan 3 ulangan pada setiap perlakuannya. Parameter yang digunakan yaitu persentase perkecambahan biji gulma (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan aktif herbisida pratumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap perkecambahan biji gulma rumput branjangan (Rottboellia cochinchinennsis). Jenis bahan aktif Indaziflam dan Saflufenasil + Trifuludimoxazin menghasilkan persentase perkecambahan biji gulma paling rendah yaitu 0% dibandingkan jenis bahan aktif lainnya.
Referensi
Aditiya, D. R. (2021). Herbisida: Risiko terhadap Lingkungan dan Efek Menguntungkan. Sainteknol : Jurnal Sains Dan Teknologi, 19(1), 6–10.
Alonso, D.G., W.C. Koskinen, R.S. Oliveira, J.J. Constantin, and S. Mislankar. 2011. Sorption-desorption of indaziflam in selected agricultural soils. J. Agric. Food Chem
Gaspersz, V. (1991). Metode perancangan percobaan. Bandung: cv. armico.
Jhala, A.J., A.H.M. Ramirez, and M. Singh. 2013. Tank mixing saflufenacil, glufosinate and indaziflam improve burindown residual weed control. weed technology 27(2): 422-429.
Kaapro, J., & Hall, J. (2012). Indaziflam-a New Herbicide for Pre-Emergent Control of Weeds in Turf, Forestry, Industrial Vegetation and Ornamentals. Proceedings of the 23rd Asian-Pacific Weed Science Society Conference, 18(September), 267–270.
Myers, D. F., R. Hanrahan, J. Michel, B. Monke, L. Mudge, C. Olsen, A. Parker, J. Smith, and D. Spak. 2009. Indaziflam/BCS AA170717-A new herbicide for preemergent control of grasses and broadleaves in turf and ornamentals. Proceeding Southern Weed Sci. Soc. 62:393
Parrish, D., M.D. Unland, and J. Bertges. 2009. Introduction of indaziflam for weed control in fruit, nut, and grape crops. Proc. North Central Weed Sci. Soc. 64:164.
Purba, W. O., Priwirata, H., & Susanto, A. (2020). Efektivitas Campuran Indaziflam dan Glifosat untuk Pengendalian Gulma Pada Areal Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan. Jurnal Pendidikan Kelapa Sawit, 28(2), 109–121.
Sebastian, D., J. 2017. Indaziflam: A New Cellulose Biosynthesis Inhibiting Herbicide Provides Long-Term Control of Invasive Winter Annual Grasses
Siregar, B. L. (2013). Perkecambahan dan Pematahan Dormansi Benih Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Jurnal Agronomi Indonesia, 41(3), 249–254.
Ulfa, S. W. (2019). Efektivitas Bioherbisida Dari Limbah Cair Pulp Kakao Dalam Pengendalian Berbagai Jenis Gulma di Kebun Masyarakat Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) (Vol. 5).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


