Pengendalian Perkecambahan Biji Gulma Rumput Branjangan (Rottboellia cochinchinensis) menggunakan Herbisida Pratumbuh

Penulis

  • Muhammad Habib Al Zuhri Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Karti Rahayu Kusumaningsih Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Surodjo Taat Andayani Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Pengendalian Gulma, Herbisida Pratumbuh, Rottboellia cochinchinensis

Abstrak

Pada lahan Eucalyptus, gulma menjadi suatu permasalahan yang selalu muncul dan menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman pokok. Rottboellia cochinchinensis adalah salah satu gulma yang banyak tumbuh di lahan Hutan Tanaman Industri. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengendalikan gulma jenis tersebut karena gulma ini termasuk gulma yang tumbuh dengan cepat. Upaya pengendalian gulma jenis ini haruslah dimulai dari biji sehingga perkecambahannya dapat ditekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan aktif herbisida pra tumbuh terhadap persentase perkecambahan biji gulma Rottboellia cochinchinensis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan menggunakan 1 faktor perlakuan yaitu jenis bahan aktif herbisida yang terdiri dari Indaziflam + Iodosulfuron metil sodium, Tiafenacil, Indaziflam, Saflufenacil +Trifuludimoxazin, Metribuzin, Ammonium glufosinate dengan menggunakan 3 ulangan pada setiap perlakuannya. Parameter yang digunakan yaitu persentase perkecambahan biji gulma (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan aktif herbisida pratumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap perkecambahan biji gulma rumput branjangan (Rottboellia cochinchinennsis). Jenis bahan aktif Indaziflam dan Saflufenasil + Trifuludimoxazin menghasilkan persentase perkecambahan biji gulma paling rendah yaitu 0% dibandingkan jenis bahan aktif lainnya.

Referensi

Aditiya, D. R. (2021). Herbisida: Risiko terhadap Lingkungan dan Efek Menguntungkan. Sainteknol : Jurnal Sains Dan Teknologi, 19(1), 6–10.

Alonso, D.G., W.C. Koskinen, R.S. Oliveira, J.J. Constantin, and S. Mislankar. 2011. Sorption-desorption of indaziflam in selected agricultural soils. J. Agric. Food Chem

Gaspersz, V. (1991). Metode perancangan percobaan. Bandung: cv. armico.

Jhala, A.J., A.H.M. Ramirez, and M. Singh. 2013. Tank mixing saflufenacil, glufosinate and indaziflam improve burindown residual weed control. weed technology 27(2): 422-429.

Kaapro, J., & Hall, J. (2012). Indaziflam-a New Herbicide for Pre-Emergent Control of Weeds in Turf, Forestry, Industrial Vegetation and Ornamentals. Proceedings of the 23rd Asian-Pacific Weed Science Society Conference, 18(September), 267–270.

Myers, D. F., R. Hanrahan, J. Michel, B. Monke, L. Mudge, C. Olsen, A. Parker, J. Smith, and D. Spak. 2009. Indaziflam/BCS AA170717-A new herbicide for preemergent control of grasses and broadleaves in turf and ornamentals. Proceeding Southern Weed Sci. Soc. 62:393

Parrish, D., M.D. Unland, and J. Bertges. 2009. Introduction of indaziflam for weed control in fruit, nut, and grape crops. Proc. North Central Weed Sci. Soc. 64:164.

Purba, W. O., Priwirata, H., & Susanto, A. (2020). Efektivitas Campuran Indaziflam dan Glifosat untuk Pengendalian Gulma Pada Areal Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan. Jurnal Pendidikan Kelapa Sawit, 28(2), 109–121.

Sebastian, D., J. 2017. Indaziflam: A New Cellulose Biosynthesis Inhibiting Herbicide Provides Long-Term Control of Invasive Winter Annual Grasses

Siregar, B. L. (2013). Perkecambahan dan Pematahan Dormansi Benih Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Jurnal Agronomi Indonesia, 41(3), 249–254.

Ulfa, S. W. (2019). Efektivitas Bioherbisida Dari Limbah Cair Pulp Kakao Dalam Pengendalian Berbagai Jenis Gulma di Kebun Masyarakat Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) (Vol. 5).

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-19

Cara Mengutip

Al Zuhri, M. H., Rahayu Kusumaningsih, K., & Taat Andayani, S. (2024). Pengendalian Perkecambahan Biji Gulma Rumput Branjangan (Rottboellia cochinchinensis) menggunakan Herbisida Pratumbuh . AGROFORETECH, 2(2), 945–950. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1318

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama