Pengaruh Pupuk Kieserite dan KCL terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Latosol
Kata Kunci:
kelapa sawit, kcl, Main NurseryAbstrak
Kelapa sawit termaksud komoditas perkebunan unggulan di indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi negara, khususnya dari hasil pengolahan minyak sawit mentah (CPO) serta minyak inti sawit (PKO) . Tingkat tanaman ini sangat ditentukan dipengaruhi oleh mutu bibit pada fase pembibitan. Selain itu , media tanam pula menjadi faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan bibit, salah satunya penggunaan tanah latosol yang umumnya mempunyai tingkat kesuburan relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi pupuk Kieserite dan KCl terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery. Percobaan dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu pupuk Kieserite yang terdiri atas empat taraf dosis (0,;0,5,1,0: dan 1,5 g\polybag) dan pupuk KCl yang terdiri atas tiga dosis (10; 19; dan 23 g/polybag). Variabel yang diamati meliputi peningkatan tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, bobot segar dan kering tajuk, luas daun, bobot segar dan kering akar, serta volume akar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara aplikasi pupuk Kieserite dan KCl terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery. Pemberian pupuk KCl secara mandiri memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, terutama pada volume akar, di mana dosis 10 g/polybag memberikan hasil terbaik. Sementara itu, aplikasi pupuk Kieserite pada berbagai taraf dosis tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pemberian pupuk KCl memberikan respons yang nyata terhadap bagian di parameter pertumbuhan , seperti volume akar, luas daun. Secara umum dosis 10 g/polybag lebih efisien digunakan untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit. Sementara itu, aplikasi pupuk Kieserite pada berbagai dosis tidak menunjukkan dampak yang nyata pada keseluruhan aspek pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Referensi
Alfy, M. N. T., & Handoyo, T. (2022). Pengaruh Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.). Journal of Applied Agricultural Sciences, 5(1), 85–97.
Asie, E. R., Purba, J. H., Rumbang, N., Wildani, R., Multazam, Z., Sitohang, E. J., & Kartini, N. L. (2025). Nutrisi Tanaman dan Pemupukan, Medan. Azzia Karya Bersama.
Munir, M. S., Avivi, S., & Soeparjono, S (2022). Pengaruh Dosis Pupuk KCl dan Berbagai Level Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq .). 62–72.
Marlina, G. (2018). Uji berbagai media tanam dan pemberian air kelapa muda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. 2(1), 1-9.
Maryani, A. T., & Gusmawartati, D. (2011). Pengaruh naungan dan pemberian kieserite terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada medium gambut. Jurnal Agroteknologi, 2(1), 7–16.
Hakim, A. (2018). Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Mandiri Kelapa Sawit Di Kecamatan Segah. Jurnal Ekonomi STIEP, 31–38.
Kamaratih, & Desti. (2020). Pengarubh Pupuk KCl Dan Kno3 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Melon Hibrida (. 1(2), 48–55.
Prakosa, F. H., Widodo, R. A. A., & Peniwiratri, L. (2020). Effects of Zeolite and SP-36 Fertilizer Dosages on the Availability of P in Latosol and P Uptake of Upland Rice (Oryza sativa L.). Jurnal Tanah Dan Air (Soil and Water Journal), 17(1), 1–10.
Putra, I. A., & Hanum, H. (2018). Kajian antagonisme hara K, Ca dan Mg pada tanah Inceptisol yang diaplikasi pupuk kandang, dolomit dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan jagung manis (Zea mays saccharata L.). Journal of Islamic Science and Technology, 4(1), 23-30.
Saefudin, S. (2017). Respons Tanaman Karet Belum Menghasilkan terhadap Pemupukan Organik dan Anorganik di Tanah Latosol Sukabumi. Journal of Industrial and Beverage Crops, 4(1), 49–56.
Simanihuruk, B. W., Lumbantoruan, Y. O., & Gusmara, H. (2020).Takaran dosis lumpur sawit dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada Ultisols di Bengkulu. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 22(2), 85–92.
Statistik, B. P. (2024). Luas Tanaman Perkebunan Menurut Provinsi (Ribu Hektar). Badan Pusat Statistik.
Suminar, R., & Purnamawati, H. (2017). Pertumbuhan dan Hasil Sorgum di Tanah Latosol dengan Aplikasi Dosis Pupuk Nitrogen dan Fosfor yang Berbeda Sorghum Growth and Yield in Latosol Soil with Different Level of Nitrogen and Phosphorus Applications. Jurnal Agronomi Indonesia,45(3), 271–277.
Syahputra, D. (2023). Pengaruh Bokashi Batang Pisang dan Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L). Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur, 3(2), 131–145.
Wachjar, A.Sutidjo, D.,Bahri, S. (1994). Pengaruh pupuk fosfor dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil benih kenaf (Hibiscus cannabinus L.) pada tanah latosol. Pengaruh Pupuk Fosfor Dan Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Benih Kenaf (Hibiscus cannabinus L.). Pada Tanah Latosol. Jurnal Agronomi Indonesia 2(1), 36–47.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


