Pengaruh Macam dan Dosis Kotoran Hewan terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq) di Main Nursery

Penulis

  • Bima Dwi Saputra Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Valensi Kautsar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sri Gunawan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

kelapa sawit, pupuk kotoran hewan, dosis pupuk, main nursery

Abstrak

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan penting yang membutuhkan bibit berkualitas sejak fase pembibitan di main nursery. Pemanfaatan pupuk kotoran hewan berpotensi meningkatkan pertumbuhan bibit karena kandungan hara dan bahan organiknya. observasi dilakukan demi memahami dampak dari ragam serta takaran pupuk kotoran hewan akan perkembangan bahan tanam sawit di main nursery. Observasi dilakukan di Desa Kalikuning, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta selama bulan Mei–Juli 2025. Percobaan ditata dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu macam humus kotoran hewan (kambing, sapi, dan kelelawar) dan dosis pupuk (kontrol NPK 7,5 g/polybag, 600 g, 1.000 g, dan 1.500 g). Tiap-tiap perpadanan  pekerjaan diulangi sebanyak 3 kali hingga mencapai 36 percobaan. Informs dikaji dengan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat 5% serta diteruskan bersama tes DMRT bilamana adanya kesenjangn aktual. Observasi membuktikan  tidak adanya dampak aktual pada hubungan antara  jenis serta takaran pupuk kotoran hewan terhadap pertumbuhan bahan tanam kelapa sawit. Macam humus kotoran hewan berdampak actual pada beberapa standar pertumbuhan, di mana pupuk kotoran kambing memberi dampak prima terhadap pertambahan tingginya bahan tanam   , bobot basah akar, serta volume akar, sedangkan pupuk kotoran kambing dan sapi memberikan hasil terbaik pada panjang akar. Dosis pupuk kotoran hewan juga berpengaruh nyata, dengan dosis 600 g memberikan pertumbuhan tinggi bahan tanam terbaik, sementara dosis 1.500 g menghasilkan lingkar batang terbesar

Referensi

Andersson, K., Dahlin, A. S., Sørensen, P., & Delin, S. (2024). Bedding material properties and slurry C/N ratio affect the availability of nitrogen in slurries. Frontiers in Sustainable Food Systems. https://www.frontiersin.org/journals/sustainable-food-systems/articles/10.3389/fsufs.2024.1393674/full?utm_source=chatgpt.com

BMKG, B. M. K. dan G. (2024). Prakiraan Curah Hujan Musim Hujan, Suhu, Kelembapan 2023/2024. In Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Domouso, P., Pareja-Sánchez, E., Julio, C., & García-Ruiz, R. (2024). Carbon and Nitrogen Mineralization of Common Organic Amendments. Agriculture. https://www.mdpi.com/2077-0472/14/11/1923?utm_source=chatgpt.com

Enati, N. P., Agustia, R., Sulastri, Fefriyanti, & Erlinda, R. (2025). Response of Oil Palm Seedlings (Elaeis guineensis) to Organic Fertilizer Type and Dose. ATECH-I Journal. https://atech-i.id/index.php/atechi/article/view/40?utm_source=chatgpt.com

Hayanti, E. D. N., & Fitrihidayati, H. (2014). Penggunaan Kompos Kotoran Kelelawar (Guano) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea) The Use of Bat Droppings (Guano) Compost to Increase the Growth of Peanut Plants (Arachis hypogaea). LenteraBio, 3(1), 7–11.

Laura, A. T. (2021). Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Kambing. Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung, 1(50), 44–51.

Manurung, S., DJS, A. J., & Marpaung, R. (2020). Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Main Nursery. Jurnal of Biology Education, Sience & Technology, 3(2), 9.

Massa, S., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2016). Pengaruh Perbandingan Jerami dan Kotoran Sapi Terhadap Profil Suhu dan Karakteristik Pupuk Kompos yang Dihasilkan. Journal of Chemical Information and Modeling, 01 (01)(1689–1699).

Nenobesi, D., Mella, W., & Soetedjo, P. (2017). Pemanfaatan Limbah Padat Kompos Kotoran Ternak Dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan Dan Biomasa Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate L.). Jurnal Harian Regional, 26(1). https://doi.org/https://doi.org/10.33964/jp.v26i1.344

Sastrosayono, S. (2003). Budi Daya Kelapa Sawit. AgroMedia.

Washaya, S., & Washaya, D. D. (2023). Benefits, concerns and prospects of using goat manure in sub-Saharan Africa. Pastoralism: Research, Policy and Practice. https://pastoralismjournal.springeropen.com/articles/10.1186/s13570-023-00288-2?utm_source=chatgpt.com

Wiraguna, A., Syawal Harahap, F., Elizabeth Mustamu, N., & Ayu Putri Septyani, I. (2022). Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Sebagai Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia di Desa Tebing Tinggi Pangkatan. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(2), 10. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i2.1463

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Saputra, B. D., Kautsar, V., & Gunawan, S. (2026). Pengaruh Macam dan Dosis Kotoran Hewan terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq) di Main Nursery. AGROFORETECH, 4(1), 42–46. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2354

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check