Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Fosfor dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) di Pembibitan Main Nursery
Kata Kunci:
Kelapa Sawit, Fosfor, Mikoriza, Main nursery, Pertumbuhan BibitAbstrak
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas penting bagi perekonomian Indonesia, sehingga ketersediaan bibit unggul di tahap main nursery menjadi krusial. Fosfor berperan dalam metabolisme dan pembentukan akar, sedangkan mikoriza membantu meningkatkan penyerapan hara. Penelitian ini dilakukan di KP2 Instiper Yogyakarta pada Maret–Juni 2025 dengan rancangan acak lengkap faktorial 4×3 menggunakan 48 bibit. Faktor perlakuan meliputi dosis mikoriza (0, 10, 15, 20 g/polybag) dan pupuk fosfor (4, 6, 8 g/polybag). Hasil menunjukkan tidak ada interaksi nyata antara fosfor dan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit. Pupuk fosfor berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, dengan dosis 6 g/polybag sebagai yang paling optimal, sementara mikoriza tidak menunjukkan pengaruh berarti pada fase pembibitan ini.
Referensi
Abdallah, B. N., Muqimuddin, & Lazawardi, R. (2021). Peningkatan Karakteristik Kualitas Palm Kernel Oil (PKO) Menggunakan Metodologi Six Sigma. SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi Dan Industri, 19(01).
Amalia, D. N., Ernawati, H. D., & Febriyoda, K. (2022). Kajian Sosial Ekonomi Petani Kelapa Sawit Bersertifikat ISPO di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Digitalisasi Pertanian Menuju Kebangkitan Ekonomi Kreatif, 6(1).
Ariyanti, M., Natali, G., & Suherman, C. (2017). Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Asal Pelepah Kelapa Sawit dan Pupuk Majemuk NPK. Agrikultura, 28(2). https://doi.org/10.24198/agrikultura.v28i2.14955
Brundrett, M. C. (2009). Mycorrhizal associations and other means of nutrition of vascular plants: Understanding the global diversity of host plants by resolving conflicting information and developing reliable means of diagnosis. Plant and Soil, 320(1–2), 37–77. https://doi.org/10.1007/s11104-008-9877-9
Dian PP, & Firmansyah E. (2019). Program pakar untuk defisiensi kelapa sawit. Agroista J Agroteknologi, 03(01), 11–17.
Hanum, C. (2014). Pertumbuhan, Hasil, dan Mutu Biji Kedelai dengan Pemberian Pupuk Organik dan Fosfor. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 41(3), 209–214.
Jeffries, P., Gianinazzi, S., Perotto, S., Turnau, K., & Barea, J. M. (2003). The contribution of arbuscular mycorrhizal fungi in sustainable maintenance of plant health and soil fertility. Biology and Fertility of Soils, 37(1), 1–16. https://doi.org/10.1007/s00374-002-0546-5
Noviana, G., Sembiring, M., Wahyuni, M., & Guntoro. (2018). Pengaruh Aplikasi Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Pembibitan Main Nursery. AGROISTA : Jurnal Agroteknologi, 2(2), 178–185. http://36.82.106.238:8885/jurnal/index.php/AGI/article/view/154
Nusantara, A. S. N. (2022). Peningkatan produksi kelapa sawit di pt . Agro sinergi Mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar 2 ) Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Email : gusmariadi22@gmail.com. 23.
Pratama, C., Nurliana, & Sutanto, A. S. (2023). Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair di Main Nursery. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian, 21(1).
Rukmana, A., Susilawati, H., & Galang. (2019). Pencatatan pH Tanah Otomatis. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Teknik Elektro Telekomunikasi Indonesia, 10(1).
Sumarni, N., Rosliani, R., Basuki, R. S., & Hilman, Y. (2013). Respons Tanaman Bawang Merah terhadap Pemupukan Fosfat pada Beberapa Tingkat Kesuburan Lahan (Status P-Tanah). Jurnal Hortikultura, 22(2), 130. https://doi.org/10.21082/jhort.v22n2.2012.p130-138
Yanti, I., & Kusuma, Y. R. (2022). Pengaruh Kadar Air dalam Tanah Terhadap Kadar C-Organik dan Keasaman (pH) Tanah. Indonesian Journal Of Chemical Research. https://doi.org/10.20885/ijcr.vol6.iss2.art5
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


